The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Bertemu Dengan Ayah Rosa Si Hantu Anak Kecil



"Ada apa kak?"tanya Rosa dengan wajah pucatnya.


"Kamu masih ingatkan wajah ayahmu.."sahut Felix.


"Gak kak.. tapi aku ingat namanya. Namanya Herry."jawab Rosa.


Setelah mendapatkan nama ayah Rosa, akhirnya mereka pun keluar dari mobil. Mereka juga sempat bertanya dengan penduduk sekitar tentang ayah Rosa. Lalu mereka menuju rumah ayah Rosa yang ternyata adalah gubuk.


Sesampainya didepan rumah gubuk, salah satu dari mereka pun mengetuk pintu.


Tokk...Tokk...Tok...


"Permisi... Assalammualaikum."salam Raka.


"Walaikumsalam... tunggu sebentar."jawab Pak Herry ayah Rosa dari dalam.


Tak lama pun pintu rumah itu terbuka, memperlihatkan seorang laki-laki bertubuh agak tambun. Lalu mereka pun di ajak masuk ke dalam rumah oleh pak Herry.


"Masuk dulu nak.."ajak pak Herry.


"Iyaa pak.. terima kasih."Jawab Alex.


"Maaf kalian ini siapa ya ? saya juga tidak pernah punya kenalan anak-anak remaja seperti kalian?"tanya pak Herry beruntun.


"Jadi nama saya Daniel dan mereka teman-teman saya pak. Mereka Felix, Killa, Siska, Riri, Alex, Raka, dan terakhir Jessie."kata Daniel memperkenalkan semua sahabatnya sambil menunjuk mereka satu persatu.


Pak Herry pun mengangguk tanda mengerti.


"Lalu ada hal apa kalian kesini?"tanya Pak Herry lagi.


"Maaf pak, apa bapak yang bernama pak Herry?"tanya Killa.


"Iya benar..."jawab pak Herry.


"Jadii begini pak..."Killa pun menceritakan saat ia bertemu Rosa ditaman.


Saat Killa menceritakan, pak Herry pun menangis sejadi-jadinya. Ia menyesal telah membuang anaknya Rosa ketaman itu sampai dia meninggal karena kelaparan.


Melihat pak Herry menangis seperti itu, Killa dan teman-temannya melihat adanya penyesalan dan juga perasaan bersalah. Lalu Killa pun menyampaikan apa yang seperti dikatakan Rosa kepadanya.


"Benar pak..."jawab mereka bersamaan.


"Lalu apakah Rosa berada disini?"tanya pak Herry


"Iya pak ada... Rosa ada didekat bapak sebelah kanan."jawab Killa.


"Nak apa salah satu dari kalian bisa mempertemukan saya dengan Rosa?"tanya pak Herry penuh harap.


"Killa bisa pak..."jawab Killa mantap.


"Kil lo serius ? kan lo belum pernah coba ?"tanya Alex khawatir dengan sahabatnya yang satu itu.


"Kita coba aja dulu Lex."jawab Killa.


"Yaudah kalo gitu..."jawab Jessie.


"Maaf pak sebelumnya Killa boleh minta air putih?"tanya Killa.


"Tentu nak.."jawab pak Herry.


Pak Herry pun beranjak pergi menuju dapur untuk mengambil air yang diminta oleh Killa. Setelah itu ia membawanya keruang tamu dan memberikannya kepada Killa. Killa pun minum air sebentar lalu memulai menghubungkan mereka.


"Pak maaf boleh pegang tangan Killa supaya bapak bisa liat Rosa?"tanya Killa sopan.


"Boleh.."jawab pak Herry.


Pak Herry pun memegang tangan Killa seperti yang ia katakan, Rosa pun juga sama. Killa pun berkonsentrasi dan sekuat tenaga untuk bisa mempertemukan mereka. Sampai akhirnya Killa berhasil mempertemukan mereka.


"Rosa..."panggil pak Herry.


"Iya ayah... ini Rosa."jawab Rosa mengeluarkan air mata diwajah pucatnya.


"Maafkan ayah nak, ayah bukan ayah yang baik dan tidak becus. Ayah malah membuangmu ditaman sampai kamu menjadi seperti ini hiks..hikss.."kata pak Herry yang juga menangis.


"Tak apa ayah.. Rosa bahagia karna Rosa telah bertemu dengan ayah dan ayah baik-baik saja.