
Saat makan malam usai mereka tetap berada diruang makan sambil mengobrol. Mereka semua yang berada diruang makan tak menyadari jika ada satu sosok Kuntilanak merah diatas lemari dapur sedang memainkan rambut juga mengayunkan kakinya. Setelah beberapa lama berada diruang makan mereka pun beranjak dari sana dan berjalan menuju ruang tengah. Diruang tengah, Arga sedang membaca berkas yang dikirimkan lewat email laptopnya. Sedangkan Killa dkk hanya duduk santai sambil ikut menonton kartun bersama Laura, Zia, juga Yoga. Lia saat itu sedang berada didapur membuatkan mereka sedikit cemilan juga es sirup, tetapi malah ia dikejutkan dengan penampakkan sosok Kuntilanak merah yang masih berada diatas lemari dapur. Sontak saja membuat Lia berteriak kencang sampai Killa dkk pun menghampiri Lia yang berada didapur. Sedangkan Arga diminta oleh Killa tetap berada diruang tengah menemani Laura, Zia, juga Yoga disana.
Sesampainya didapur, Killa melihat sosok Kuntilanak merah sedang menatap Lia tatapan dengan menyeringai. Killa dkk pun menghampiri Lia yang sedang menunduk ketakutan juga gemetaran saat melihat sosok Kuntilanak didepan mata secara langsung.
"Mbak.... udah gak papa, mbak keruang tengah aja duluan nanti kita aja yang bawa cemilan sama es sirupnya."kata Killa pada Lia.
"Nanti Riri temenin mbak deh keruang tengah ya..."lanjut Riri yang diangguki oleh Lia.
Lalu Lia pun berjalan kearah ruang tengah masih dengan rasa takut walaupun ia sudah ditemani oleh Riri. Sedangkan Killa dengan keenam sahabatnya yang lain masih berada didapur untuk mengajak komunikasi sosok Kuntilanak merah dan mencaritahu siapa orang yang telah mengirimkan teluh ke mansionnya.
"Assalammualaikum....."salam Killa berkomunikasi melalui batin.
"........"hening.
"Siapa orang yang telah mengirimkan kalian semua kesini?"tanya Killa masih melalui batin.
"........."masih tak ada jawaban dari sosok Kuntilanak merah itu.
Killa terus mencoba mengajaknya berkomunikasi tetapi hasilmya tetap sama, ia tak mendapat jawaban apapun dari Kuntilanak merah itu. Akhirnya Killa pun menyerah dan memutuskan untuk mengajak keenam sahabatnya kembali keruang tengah dengan cemilan juga es sirup yang telah dibuat oleh Lia sebelumnya. Saat mereka berjalan menuju ruang tengah, Killa dkk melihat sekelebat bayangan hitam berjalan cepat menembus dinding.
"Guys... kalian liat gak tadi?"tanya Jessie berbisik.
"Iya kita liat Jess..."jawab mereka sambil berbisik juga.
"Yaudah... yok kita keruang tengah aja."ajak Killa.
Lalu mereka melanjutkan menuju ruang tengah, sesampainya diruang tengah Killa dkk pun duduk tak lupa menaruh nampan berisi cemilan dan es sirup. Mereka pun menonton tv chanel komedi sambil menikmati cemilan dan es sirup yang dibuat oleh Lia. Saat mereka semua sedang asik menonton acara komedi, tiba-tiba saja terdengar suara dentuman dari arah pintu utama mansion. Mereka yang tadinya sedang fokus menonton tv dialihkan dengan suara dentuman. Felix dan Daniel memutuskan untuk memeriksa kearah ruang tamu tepatnya pintu utama. Sesampainya diruang tamu, mereka berdua tak melihat apapun disana. Saat mereka berdua hendak berbalik arah menuju ruang tengah, Felix melihat dari ujung matanya ada sesosok pocong berada disudut ruangan yang didepan sosok pocong itu terdapat vas bunga hias diruang tamu. Lalu mereka berdua melangkah menuju ruang tengah untuk kembali bergabung dengan yang lainnya.
Killa yang melihat Felix dan Daniel telah kembali dari memeriksa ruangan depan, ia pun langsung menanyakan pada mereka berdua...
"Yank... kalian berdua liat apa didepan?"tanya Killa pada Felix.
"Pas didepan tadi sih awalnya gak liat ada yang aneh, tapi..."kata Felix menggantung perkataannya.
"Tapi apa?"tanya Killa dkk, Arga dan Lia bersama.
"Waktu mau berbalik kesini, aku ngeliat ada sesosok pocong dari ujung mata aku..."jawab Felix.
"Gue sih gak liat apa yang diliat Felix, soalnya gue meriksa arah yang lain saat kita berdua mau balik kesini."sahut Daniel.
"Trus lo liat apa lagi Lix....?"tanya Siska.
"Enggak ada sih.... cuma pocong itu doang yang gue liat tadi."jawab Felix lagi.
Tak lama Felix menjawab, tiba-tiba saja ada suara tawa sosok Kuntilanak yang berada diatas lemari koleksi pecah belah. Arga, Lia, dan yang lainnya mulai merinding dan perlahan mendekat pada Killa dkk berada. Killa pun mencoba melihat kearah Kuntilanak itu dan mengajaknya berkomunikasi mencari info tentang siapa orang yang mengirimkan sosok-sosok seperti mereka ke mansion ini. Tetapi hasilnya sama saja seperti sebelumnya, ia kembali gagal.
Hari semakin larut, gangguan demi gangguan mereka dapatkan dihari kedua mereka mendapatkan kiriman lagi. Sosok-sosok yang lain pun mulai menampakkan wujudnya lagi seperti kemarin. Hal yang sama pun dilakukan oleh Killa dkk, yaitu membuat batas perlindungan untuk mereka agar sosok-sosok itu tak sampai mendekat pada mereka juga menghindari adanya kejadian tak diinginkan oleh mereka.
"Permisi.... Assalammualaikum."salam Killa dari batin.
"Walaikumsalam...."jawab sosok siluman ular.
"Nyai... apa Killa boleh tau apakah nyai salah satu dari mereka yang dikirimkan kesini?"tanya Killa sopan.
"Tidak... saya bukan bagian dari mereka Killa."jawab Nyai siluman ular.
"Lalu kenapa nyai berada disini juga?"tanya Killa sopan masih lewati batin.
"Saya hanya ingin melindungi kalian saja...."jawab Nyai siluman ular sambil tersenyum pada Killa.
"Melindungi kami Nyai?"tanya Killa tak percaya.
"Benar Killa.... saya berada disini karena pocong yang tinggal dihalaman rumahmu, dia meminta saya kesini untuk melindungi kalian dari sosok yang dikirimkan oleh orang itu."jawab Nyai siluman ular.
"Hah !! Om pocong. Lalu apa Nyai tau siapa orangnya dan alasannya apa?"tanya Killa lagi.
"Karena dendam.... orang itu adalah salah satu orang yang bekerjasama dengan usaha keluarga kalian Killa. Nama orang itu.... Fikri."jawab Nyai siluman ular lagi.
"Terima kasih Nyai...."kata Killa sambil tersenyum.
"Iya sama-sama Killa."sahut Nyai siluman ular.
Setelah selesai komunikasi, Killa pun membuka matanya kembali dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Lalu Killa menatap pada Arga dan menanyakan orang yang disebutkan oleh Nyai siluman ular padanya saat berkomunikasi dengannya.
"Kak...."panggil Killa.
"Iya Kil.. ada apa?"tanya Arga.
"Ehmm.... kakak Killa mau nanya sesuatu...."jawab Killa.
"Tanya apa Kil..."kata Arga.
"Jadi gini kak... kakak punya kolega yang lagi kerjasama gak sama perusahaan kita?"tanya Killa pada Arga.
"Iya ada... lalu?"tanya Arga balik.
"Ada nggak kolega kakak yang namanya Fikri?"tanya Killa.
"Ada..."jawab Arga.
Setelah mendengar jawaban dari Arga, Killa pun meminta kakaknya untuk menceritakan saat proses kerjasama antara Arga juga Fikri pertama kalinya.
"Jadi awalnya itu....."kata Arga mulai menceritakan.