The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Robert!!



"Terima kasih kalian selalu ada buat aku.."kata Killa tulus.


"Kami semua menyayangimu Kil."sahut sahabat Killa bersama.


Karena malam semakin larut, Siska lalu mengajak mereka untuk beristirahat karena esok hari mereka harus beraktifitas kembali dan masuk kuliah.


Dikota lain


Seorang laki-laki paruh baya tengah duduk ditaman halaman belakang rumahnya, laki-laki itu sedang melamun. Dia bernama Robert, Robert saat ini merasa sangat bersalah dan juga menyesal atas perbuatannya dimasa lalu.


"Huft... tolong maafkan semua kesalahanku pada kalian. Karena keserakahanku, aku rela menghianati orang yang telah menyelamatkan hidupnya dan menyakiti anak yang tak bersalah."gumam Robert sambil mendongak kearah langit yang dipenuhi bintang.


Tanpa Robert sadari, seorang wanita paruh baya menatapnya dengan sendu dari jarak jauh. Dia tau jika suaminya sangat merasa bersalah dan terpukul, dia juga tau jika suaminya itu diancam. Setelah kejadian itu, Robert mengajak semua keluarganya pergi sejauh mungkin dari kota itu.


Flashback On


Robert yang saat itu sedang dalam perjalan pulang, dia dihadang oleh sekelompok orang berbadan besar.


"Hey kau.. kau bernama Robert bukan?"tanya salah satu laki-laki, laki-laki itu wajahnya penuh luka dan juga dia sangat menakutkan bagi siapapun yang melihatnya.


"I-iya be benar itu aku, ada apa? Aku tak memiliki masalah dengan kalian bukan?"jawab Robert gagap, lalu bertanya beruntun dengan laki-laki itu.


"Haha.. kau memang tak ada masalah dengan kami tuan Robert, tapi kami memiliki masalah dengan majikanmu."kata laki-laki itu menjelaskan.


"La-lalu apa hubungannya denganku tuan?"tanya Robert memberanikan diri.


"Aku akan memintamu untuk menolongku tuan Robert.."ucap laki-laki itu bernama Louis.


"Mudah saja.. kau adalah supir mereka bukan, aku ingin kau merusak rem disalah satu mobil yang akan digunakan oleh istriny aku ingin melihat tuanmu itu menderita. Jika bisa istri tuanmu itu sampai mati agar dia merasakan hal yang menyakitkan sepertiku."kata Louis menjelaskan tugas yang akan dilakukan oleh Robert.


"Maaf tuan aku tak bisa melakukannya, aku tak mau mencelakai orang yang telah menyelamatkan hidupku."sahut Robert menolak permintaan Louis.


"Tak apa jika kau tak mau, sebagai gantinya aku akan menghabisi nyawa seluruh keluargamu."ancam Louis pada Robert sambil tersenyum menyeringai.


Robert yang mendengar perkataan Louis langsung pucat pasi, dia tak mau jika kelurganya menjadi korban keganasan Louis. Robert sangat tau jika laki-laki yang saat ini ada dihadapannya adalah orang yang sangat berbahaya, terpaksa Robert menerima permintaan Louis.


"Tolong jangan lakukan itu pada keluargaku tuan, baiklah aku akan melakukannya untukmu."kata Robert setelah memikirkannya.


"Bagus.. pilihan yang sangat bagus tuan Robert, lakukan tugasmu dengan baik besok."kata Louis sambil menepuk bahu Robert.


Setelah mengatakan itu, Louis dan anak buahnya pergi meninggalkan Robert yang kini masih terdiam. Robert tau jika pilihan yang dia ambil sangatlah salah, tapi disisi lain dia tak mau kehilangan semua keluarga yang sangat dia sayangi. Setelah terdiam cukup lama, Robert pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan tak karuan.


Keesokkan harinya, Robert yang memang telah datang kerumah majikannya mulai melakukan rutinitasnya seperti biasa. Tak lama kemudian, salah satu temannya yang sesama supir meminta tolong padanya untuk mengecek mesin mobil yang akan digunakan oleh istri majikan mereka.


Robert pun menggunakan kesempatan ini untuk melakukannya, jika tidak nyawa keluarganya terancam.


'tolong maafkan aku tuan dan nyonya, aku tak bermaksud untuk menghianati kalian. Sungguh aku sangat terpaksa melakukannya.'batin Robert.


Flashback Off


Setelah kejadian itu Robert sangat merasa sangat bersalah dan memutuskan untuk berhenti dan beralasan jika ia dan keluarganya akan tinggal didesa saja. Apalagi Robert melihat keadaan tuannya yang menderita saat ditinggal pergi oleh istri karenanya perbuatannya.


Sejak saat itu Robert selalu dihantui rasa bersalah juga bayang-bayang mendiang istri tuannya yang terus menerus masuk kedalam mimpinya.