
Seperti biasa setelah makan malam mereka berkumpul diruang tengah untuk mengobrol bersama dan melepas lelah.
"Kak Arga dan yang lainnya, gimana kita quality time?"tanya Killa.
"Boleh tuh Kil.."jawab Felicya yang juga disetujui yang lainnya.
"Kak Arga gimana?"tanya Killa lagi.
"Boleh deh..."jawab Arga.
"Horeee...."sahut mereka semua.
Arga yang melihat adik dan pacarnya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala saja. Lia dan anaknya hanya diam sedari tadi tak menanggapi, karena dia tahu jika ia adalah orang asing dimansion Killa.
"Mbak Lia kenapa diem aja?"tanya Jessie.
Mendengar perkataan Jessie, semua yang ada diruang tengah pun menoleh kearah Lia dan anaknya itu.
"Gak papa.. mbak kan hanya orang asing disini, jadi mbak makanya mbak diem aja."jawab Lia.
"Mbak Lia sama anaknya juga harus ikut, karena sekarang mbak Lia juga bagian dari keluarga kita."kata Arga menimpali.
"Iya mbak, yang dikatakan kak Arga itu bener. Biar kita juga bisa saling mengenal lebih baik lagi juga mbak."sahut Killa yang di angguki Arga dan lainnya.
"Ohhh iya kak.. kita ajak mama Ana, papa Chandra, juga kak Bimo juga ya, biar makin rame..."pinta Killa pada Arga.
"Iya boleh.."jawab Arga.
"Yaudah... Killa telpon mama Ana dulu ya."kata Killa.
Killa pun pergi menelepon mama Ana, tak lama kemudian Killa pun kembali lagi.
"Kak mama Ana akan ke sini sama papa Chandra."kata Killa memberitahu Arga.
"Okey..."sahut Arga.
Tak lama suara bel pintu depan pun berbunyi. Bibi yang mendengar bel berbunyi pun langsung membukanya dan ternyata itu mama Ana dan papa Chandra. Bibi pun mempersilakan mereka masuk dan memberitahukan Killa dan yang lain berada.
"Mumpung udah ngumpul, kita mau liburan kemana?"tanya Killa pada semua orang yang berada disana.
"Ke puncak.."jawab Riri.
"Gak.."sahut mereka semua.
"Jadi dulu kita pernah liburan disana tapi kita dapet Villa yang angker banget terus kita diteror selama 3 hari."jawab Killa.
"Kok bisa?"tanya papa Chandra.
"Karena Villa itu pernah mengalami kebakaran dan menewaskan satu keluarga."jawab Felix.
"Ohh pantes kalian gak mau ke puncak lagi."sahut Felicya.
"Ehmm... gimana kalo kita ke pantai aja yang di Jogja?"tanya Jessie.
"Boleh tuh..."jawab semuanya setuju.
"Iya tuh... mumpung kita dapet libur 2 minggu dari pak Rektor dan itu khusus buat kita aja."kata Siska.
Arga, Felicya, Lia, Mama Ana, dan Papa Chandra terkejut saat mendengar perkataan Siska barusan. Sedangkan Laura dan Zia putri sedang bermain ditaman belakang.
"Kok bisa?"tanya mereka bersama.
"Iya bisalah... kita abis menyelesaikan misi yang berada dikampus untuk yang kesekian kalinya, makanya kita dikasih libur 2 minggu khusus untuk Killa dkk aja."jelas Killa pada mereka semua.
"Misi? Misi apaan Nak?"tanya papa Chandra penasaran.
"Misi membongkar dinding kampus yang didalamnya ada jasad seorang mahasiswi yang satu fakultas sama kita pa."jawab Killa.
"Iya Om... kasusnya juga masuk keberita kok."sahut Daniel.
"Kasus pembunuhan yang dikampus itu terjadi dikampus kalian? Yang korbannya bernama Lala?"tanya mama Ana.
"Iya ma betul..."jawab Killa.
"Udahh mending kita makan malem aja yok, laper nih..."ajak Raka pada mereka semua.
"Yaudah yok kita makan malam dulu, Killa panggil Laura sama Zia sana..."kata Arga.
"Okey.."jawab Killa.
Setelah memanggil Laura dan Zia, mereka pun makan malam dengan tenang hanya ada sedikit obrolan dan suara denting sendok dan garpu. Setelah makan malam selesai mama Ana dan papa Chandra pun pamit pulang untuk mempersiapkan barang yang akan dibawa besok ke Jogja dan memberitahukan pada Bimo juga pastinya.
Skipp