
Sore harinya... seperti yang dijanjikan oleh Killa dkk kepada sosok Nadira, mereka pun kembali menuju kolam renang. Sesampainya dikolam renang, Killa dkk melihat ada seorang laki-laki disana. Laki-laki itu duduk dimana tempat Killa dkk bertemu dengan sosok Nadira, Killa dkk pun teringat perkataan sosok Nadira jika Revan yang selalu mengunjunginya disana Killa dkk memutuskan untuk mendekati laki-laki itu.
"Maaf... apa kamu Revan?" tanya Raka to the point.
"Iya saya Revan... kenapa kamu tahu nama saya?" kata Revan yang terlihat kebingungan.
"Pertama kenalin gue Raka dan mereka semua sahabat gue, kita tahu nama kamu dari Nadira..." jawab Raka sambil menunjuk semua sahabatnya.
"Nadira..? Kalian kenal sama Nadira? Dimana dia?" tanya Revan beruntun.
"Maaf kak sebelumnya, kita gak mengenal Nadira tapi...." jawab Jessie sedikit ragu untuk memberitahunya.
"Tapi kenapa...?" tanya Revan penasaran.
"Kita mengenal Nadira saat ia telah menjadi hantu.." jawab Siska.
"Kalian semua jangan mengada-ada ya..." kata Revan mulai marah.
"Maaf kak tapi kita gak mengada-ada, kami semua hanya memiliki kemampuan untuk melihat makhluk tak kasat mata. Kakak boleh percaya tau nggak itu haknya kakak." sahut Killa yang disetujui oleh ketujuh sahabatnya.
"Dan kami hanya ingin mengabulkan permintaan terakhir dari Nadira untuk dipertemukan dengan kak Revan." lanjut Daniel.
Saat Daniel berbicara dengan Revan, sosok Nadira pun muncul didekat Killa dkk. Sosok Nadira yang melihat kehadiran Revan disana membuatnya bahagia walaupun ia tahu cinta Revan bukan untuknya.
"Kata kalian, Nadira mau bertemu denganku? Lalu dimana dia sekarang?" tanya Revan.
"Kak... Nadira ada disebelahku, ia tersenyum melihatmu." jawab Riri.
"Nanti Killa yang bantu ya kak untuk menghubungkan kalian..." sahut Killa yang diangguki oleh yang lain.
Setelah mengatakan itu, Killa pun memanggil sosok Nadira untuk mendekat dengannya. Setelah sosok Nadira mendekat, Killa meminta sosok Nadira untuk memegang tangannya. Saat soso Nadira telah memgang tangan Killa, lalu Killa pun meminta Revan untuk memegang tangannya juga. Setelah sosok NAdira dan Revan memegang tangan Killa, Killa pun mulai berkonsentrasi dan berdoa agara bisa menghubungkan mereka berdua. Tak lama kemudian, Revan menyebut nama sosok Nadira.
"Nadira...?" panggil Revan.
"Iya Rev ini aku..." jawab sosok Nadira tersenyum dengan wajah pucatnya.
"Nad... maafin gue Nad hiks.." kata Revan menangis merasa bersalah kepada sosok Nadira.
"Tapi Nad.. kamu seperti ini karena aku juga, jika saja aku tak berbicara seperti itu kamu tak akan meninggal Nad hiks.. hiks... maafkan aku." kata Revan yang masih merasa sangat bersalah.
"Akku sudah memaafkan kamu Rev... sekarang waktunya kamu untuk menjalani hidup bahagia dengan wanita yang kamu cintai Rev." kata sosok Nadira.
"Tapi Nad..." kata Revan yang terpotong oleh perkataan sosok Nadira.
"Rev... aku akan tnang jika kamu bahagia, Rev apa aku boleh meminta satu hal dan anggap saja ini permintaan terakhirku kepadamu?" tanya sosok Nadira.
"Apa itu Nad? Ktakan saja aku akan berusaha memenuhinya untukmu..." sahut Revan.
"Tolong beritahu orang tuaku untuk berhenti untuk mencariku, katakan saja jika aku sudah tak ada didunia ini lagi. Jelaskan padanya, ini semua salahku samapikan juga maafku pada mereka ya Rev. Dan untukmu Rev... semoga kamu selalu bahagia dengan Lesta wanita yang selama ini kamu cintai. Selamat tinggal Revan...." kata sosok Nadira sambil melambaikan tangan pucatnya kepada Revan.
Saat itupula muncul lorong panjang bercahaya yang sangat menyilaukan mata, sosok Nadira perlahan melepaskan genggamannya pada Killa. Revan yang melihat Nadira mulai melepaskan tangan pada Killa pun memohon padanya agar ia tetap disini.
"Please Nad... jangan tinggalin gue, hue mohon tetap tinggal disini." kata Revan.
"Tugasku didunia telah selesai dan terwujud Rev... selamat tinggal." sahut sosok Nadira.
Sosok Nadira pun telah melepaskan genggaman tangannya pada Killa sepenuhnya, Revan yang tak bisa melihat sosok Nadira pun tak bisa kuasa menahan air matanya. Disaat yang bersamaan, sosok Nadira terseedot kedalam lorong panjang bercahaya dan perlahan menghilang didalam lorong itu.
"Nad... maafkan aku hiks.. hiks... aku janji akan memenuhi permintaan terakhirmu hiks... hiks... semoga saja kita dipertemukn dialam sana." kata Revan yang didengar oleh Killa dkk.
"Kak Nadira pasti udah maafin kakak kok.... keinginan terakhinyalah yang membuat ia harus bergentayangan." kata Killa yang diangguki semua sahabatnya.
"Keinginan terakhinya?" tanya Revan bingung.
"Keinginan terakhirnya adalah bertemu dengan kak Revan untuk terakhir kalinya, itulah yang membuatnya masih terjebak didunia ini kak. Pagi tadi kak Nadira meminta kami untuk mempertemukannya dan berbicara dengan kak Revan." jawab Jessie menjelaskan.
"Dan keinginannya sekarang sudah terwujud, setelah keinginannya terwujud maka kak Nadira kembali kealamnya dengn tenang." kata Siska melanjutkan ucapan Jessie.
Revan yang mendengar penjelasan dari Jessie dan Siska akhirnya mengerti, ia pun berpamitan untuk pulang kepada Killa dkk dan segera memenuhi permintaan terakhir Nadira yang ingin ia menjelaskan kepada orang tuanya Nadira.
Killa dkk pun akhirnya lega, niat mereka untuk mencaritahu dan membantu sudah selesai dengan lancar. Akhirnya Killa dkk kembali kekamar hotel untuk menemui keluarganya.
Skip