
Dihotel
Killa dkk juga lainnya saat ini sedang berkumpul dicafe yang ada dihotel, tetapi Killa dkk lebih memilih pisah meja dari mereka. Mereka akan membahas tentang sosok yang diceritakan tadi pagi oleh Felix.
Saat Killa dkk sedang mengobrol, tak sengaja Raka melihat kearah kasir tepatnya didinding bagian atas. Raka melihat seperti ada bungkusan kecil berwarna merah. Raka tahu kalau itu adalah bungkusan untuk penglaris bisnis.
"Guys..."panggil Raka.
"Kenapa Rak?"tanya Felix.
"Tuh coba kalian dikasir tepatnya didinding bagian atas ada bungkusan merah."jawab Raka lagi.
Mereka semua pun mwnoleh kearah yang dimaksud oleh Raka, dan benar saja mereka melihat yang dikatakan Raka.
"Itu kayak penglaris bukan sih guys?"tanya Siska.
"Ehmm.... kayaknya iya Sis."jawab Killa.
Tak lama Killa dan Siska mengobrol, mereka semua dikejutkan oleh penampakan sosok Kuntilanak didekat kasir berada.
"Itu Kuntilanak yang neror kita semalem.."kata Alex.
"Apa dia juga yang ngintip dari jendela itu?"tanya Jessie.
"Iya benar..."jawab Daniel.
"Duh... kayaknya ini cafe pake penglaris Kuntilanak deh, mana mukanya serem banget lagi."kata Riri.
"Iya Ri bener kata lo, kayaknya bungkusan itu memang buat penglaris dicafe."sahut Siska.
"Tapi kira-kira nih hotel juga pake penglaris gak ya?"tanya Raka.
"Gue juga gak tau Rak... atau mau kita cek aja diseluruh ruangan?"tanya Killa.
"Boleh tuh Kil..."jawab mereka bersama.
Killa dkk pun pamit dengan Arga dan lainnya dengan alasan mereka ingin keliling dihotel itu. Setelah mendapatkan izin, Killa dkk pun segera bergegas untuk berkeliling dimulai dari 2 sampai lantai 18 untuk mencari keberadaan bungkusan penglaris itu.
Setelah mereka berkeliling, mereka semua tak menemukan bungkusan merah seperti yang ada di cafe. Sampai akhirnya Killa mengatakan untuk menuju lobi.
"Guyss diseluruh ruangan kan gak ada nih.. coba kita ke lobi."kata Killa.
"Iya ayoo kita coba."jawab Felix.
Mereka pun bergegas menuju lobi. Dan benar saja yang dikatakan Killa , sesampainya disana mereka langsung melihat bungkusan merah itu tergantung diatas dinding tepat diatas pintu masuk/keluar.
"Guys... kita balik kekamar."ajak Killa.
"Okey..."jawab mereka semua.
Killa dkk pun kembali kekamar, mereka saat ini berada dikamar Killa. Mereka pun membahas bungkusan penglaris Kuntilanak.
"Guys... sewaktu gue liat bungkusan itu, kayaknya penglaris itu memakan tumbal udah lumayan banyak."kata Killa pada semua sahabatnya.
"Serius lo Kil?"tanya Daniel tak percaya.
"Iya Niel, itu yang gue liat. Walaupun gue liat cuma sekilas doang, tapi itu jelas banget."jawab Killa lagi.
"Terus... Kuntilanak itu ngapain ngintip dikamar kita sebelumnya?"tanya Jessie.
"Setelah gue liat ada penglaris Kuntilanak itu gue jadi ngerti, kalo Kuntilanak itu ngintip kekamar kita yang sebelumnya untuk mencari korban selanjutnya."jawab Killa yang membuat ke-7 sahabatnya sangat terkejut.
"Trus kita harus gimana Kil?"tanya Raka.
"Gue belum tau guys, tapi kita harus kekamar kak Arga kumpulin mereka dan ngasih tau ke mereka yang sebenernya."jawab Killa.
Akhirnya, Killa dkk pun menuju kamar Arga dan Bimo yang berada tak jauh dari kamarnya. Lalu Killa meminta kakaknya itu untuk memanggil semua orang dan berkumpul dikamarnya. Tak menunggu lama, mereka semua telah berkumpul disana. Killa langsung saja menceritakan semuanya dari awal mereka sampai dan apa yang mereka alami semalam juga pagi ini.
Mereka yang mendengar cerita Killa dkk sangat terkejut juga syok karena hotel tempat mereka menginap memakai penglaris Kuntilanak. Killa juga menceritakan kalau Kuntilanak itu sedang mencari tumbal untuk korban selanjutnya.
"Kak Arga, cari hotel lain aja ya."pinta Laura takut sambil memeluk Killa.
"Iya, sepertinya kita harus cari hotel yang gak memakai penglaris."kata Arga.
"Siapa yang akan jagaian mereka nanti kak?"tanya Arga pada Bimo.
"Kak Arga tenang aja disini ada kita berempat, kita bisa jagain mereka seperti sebelumnya."jawab Felix yang diangguki oleh ketiganya.
"Yaudah kita berdua berangkat dulu."kata Arga dan Bimo.
Arga dan Bimo pun pergi, mereka semua masih berada dikamar Arga juga Bimo. Killa melihat kamar Arga dan Bimo dengan mengelilinginya, karena ia merasa ada yang seperti mengawasi mereka setelah kepergian Arga dan Bimo.
Felix yang melihat Killa mengelilingi kamar Arga dan Bimo pun menyusulnya dan bertanya pada Killa.
"Kil... ada apa?"tanya Felix.
"Lix, gue ngerasa ada yang aneh dikamar ini."jawab Killa.
"Aneh gimana Kil..?"tanya Felix belum mengerti.
"Setelah kak Arga juga kak Bimo keluar dari kamar, gue ngerasa ada sosok yang sedang mengawasi kita tapi gue gak belum tau itu sosok apa. Makanya gue ngelilingin nih kamar."jelas Killa pada Felix.
"Berarti bukan gue aja yang ngerasain itu, tapi lo juga."kata Felix membuat Killa yang mendengarnya berhenti.
"Lo ngerasain kehadirannya juga?"tanya Killa balik.
"Iya Kil..."jawab Felix.
Killa dan Felix pun tak menemukan apapun disana, sosok itu juga sepertinya sudah pergi dari kamar itu. Mereka berdua pun kembali menuju ruang tamu dikamar Arga dan Bimo.
Sesampainya diruang tamu, Killa dan Felix melihat wajah mereka sangat pucat karena ketakutan seperti habis melihat sesuatu yang menyeramkan.
"Kalian semua kenapa?"tanya Killa.
"Kak Killa..."kata Laura sambil berlari memeluk Killa ketakutan.
"Kil... tadi ada sosok penampakan, tapi itu bukan Kuntilanak yang semalem."jawab Riri.
"Sosoknya seperti apa?"tanya Killa dan Felix berbarengan.
"Pocong..."jawab ke-6 sahabatnya.
"Pocongnya serem banget kak, Laura sama yang lainnya juga bisa ngeliat dia hiks...hiks...hiks.."kata Laura menangis dipelukan Killa.
"Udah gak papa kak Killa disini."sahut Killa sambil menenangkan adiknya.
Tak lama kemudian, Arga dan Bimo kembali kehotel dan langsung menuju kamar. Sesampainya dikamar, Arga melihat mereka berada diruang tamu sambil mengobrol kecil.
"Killa..."panggil Arga.
"Iya kak?"tanya Killa masih dipeluk Laura.
"Kakak udah ketemu hotelnya, tapi kakak gak tau itu hotel aman atau nggak. Kakak mau ngajak salah satu dari kalian boleh?"tanya Arga pada Killa.
"Ehmm... kenapa kakak gak ngajak kak Felicya aja?"tanya Killa balik masih dalam keadaan dipeluk Laura.
"Iya juga ya.. yaudah, Fel kamu ikut aku ya."ajak Arga pada kekasihnya.
"Iya ayook..."sahut Felicya menyetujui.
Arga dan Felicya pun pergi menuju hotel yang dimaksud oleh Arga. Sedangkan mereka masih tetap berada didalam kamar Arga dan Bimo.
"Killa..."panggil mama Ana.
"Iya ma, ada apa?"tanya Killa.
"Tadi mama liat sesuatu dipojokan kamar."jawab mama Ana.
"Mama liat apa?"tanya Killa lagi.
"Mama liat...."