
Menjelang sore Killa dkk dan yang lainnya pun terbangun dari tidurnya, mereka pun bergegas membersihkan tubuh mereka dikamar masing-masing. Setelah selesai membersihkan diri, Killa mengajak semua orang untuk berkeliling bandung.
Sampai akhirnya mereka mendatangi pasar malam yang berada tak jauh dari hotel tempat mereka menginap, Killa dkk juga yang lainnya pun membeli tiket masuk. Setelah mereka semua masuk, Killa dkk mengajak Laura, Zia dan Yoga untuk menaiki bianglala melihat pemandangan kota Bandung saat malam hari.
"Wah... pemandangannya bagus banget kak." kata Laura.
"Iya bener, bagus..." sahut Zia.
"Indah banget kak..." kata Yoga ikut menimpali.
"Kalian suka..?" tanya Killa kepada Laura, Yoga dan Zia.
Laura, Yoga, dan Zia hanya menjawab dengan menganggukkan kepala saja. Setelah selesai menaiki bianglala, mereka semua menuju kewahana yang akan mereka naiki. Killa yang saat itu melihat ada wahana rollercoaster pun langsung mengajak ketujuh sahabatnya.
"Guys... kita naik itu yok..." ajak Killa kepada ketujuh sahabatnya.
"Boleh.. yok." sahut ketujuh sahabat Killa bersamaan.
Saat Killa dkk hendak berjalan menuju wahana rollercoaster, tiba-tiba saja Arga mencegat mereka...
"Ehh ehh... kalian mau kemana? Ntar kalian semua kepisah gimana?" tanya Arga beruntun pada Killa dan juga sahabatnya.
"Busett... kak Arga Killa tersayang, kita mau naik wahana rollercoaster. Lagian kalo kita kepisah kan ada ponsel kak..." jawab Killa panjang lebar kepada kakaknya Arga.
"Ohh kirain kalian mau kemana... yaudah main sana, kita semua tunggu disini." kata Arga.
"Lau ikut ya kak..." kata Laura.
"Enggak usah... Lau disini aja bareng kak Arga, Lau masih belum boleh naik wahana itu." kata Killa menjelaskan sambil menunjuk wahana yang akan mereka naiki.
"Yaudah deh kak..." sahut Laura.
Sesampainya diwahana rollercoaster, Killa dkk pun mengantri terlebih dahulu. Tak lama kemudian, tibalah giliran Killa dkk untuk naik dan posisi duduk Killa dkk pun berpasang-pasangan. Wahana permainan rollercoaster pun dimulai, Killa pun mulai memegang erat tangan Felix yang berada disebelahnya. Saat rollercoaster selalu melaju menurun membuat Killa dkk berteriak sangat kencang.
5 menit kemudian, wahana rollercoaster yang dinaiki Killa dkk pun berakhir.
"Wahh... gila rasanya jantung gue mau copot." kata Jessie.
"Gue kapok dah naik itu..." kata Riri sambil menunjuk rollercoaster.
"Sama... gue juga dah." sahut Siska.
"Gue juga.." kata Killa lemes.
Lalu, Killa dkk pun berjalan menuju Arga, mama Ana, papa Chandra, dan yang lainnya sedang menunggu Killa dkk. Sesampainya, Killa duduk kakinya lemas sambil bersandar dipundaknya Arga.
"Kenapa kamu Kil...?" tanya Arga.
"Lutut Killa lemes abis naik tuh rollercoaster kak.." jawab Killa.
"Hahaha.... tadi semangat banget mau naik, udah naik malah lemes." kata Arga sambil menertawakan Killa.
"Udahlah kak,, daripada kak Arga nertawain Killa mending kita cari makan aja deh. Kita kan belom makan malem lohh ini kak..." ajak Killa pada kakaknya dan juga yang lain.
"Oke deh... kakak juga udah laper." kata Arga.
"Bukan cuma kamu doang Arga yang laper, kita semua laper disini 😑" sahut mama Ana yang protes dengan Arga.
"Hehehe... iya maaf ma." kata Arga sambil nyengir.
Mereka semua pun mencari tempat makan yang tak jauh dari pasar malam, setelah mendapatkan tempat mereka pun masuk kedalam cafe. Tak berselang lama saat mereka duduk, seorang pelayang datang untuk mencatat pesanan Killa dkk dan keluarganya. Setelah makanan mereka datang, mereka pun sangat menikmati makan malam mereka. Setelah selesai makan malam, mereka semua kembali bermain diwahana pasar malam.
Hari semakin malam, mereka semua pun memutuskan kembali kehotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang telah lelah bermain dipasar malam. Sesampainya dihotel, mereka pun langsung berjalan menuju kamar masing-masing.
Kamar Killa dan Jessie POV
Killa yang saat itu sedang tertidur nyenyak, tiba-tiba saja ia bermimpi sosok perempuan dengan memakai gaun pengantin yang cantik sedang duduk membelakanginya. Killa pun mendekat kearah sosok itu berada tanpa ada rasa curiga apapun. Saat Killa telah berada tepat dibelakang sosok itu, tiba-tiba sosok itu menengok pada Killa. Wajah sosok perempuan itu sangat pucat dan ada banyak luka juga gaun pengantin yang dikenakan olehnya penuh dengan darah, sontak saja membuat Killa terkejut dan terbangun dari tidurnya dengan penuh keringat diwajahnya.
"Kil.. lo kenapa? Kok muka lo keringet semua gitu?" tanya Jessie pada Killa.
"Gue gak apa-apa kok Jess..." jawab Killa sambil tersenyum.
"Lo pasti abis mimpikan..?" tanya Jessie lagi.
"Huh... iya Jess gue abis mimpi." jawab Killa.
"Lo mimpi apaan Kil sampe muka lo keringetan gitu?" tanya Jessie sekali lagi.
"Gue mimpi sosok perempuan pake gaun pengantin gitu Jess..." jawab Killa.
"Yaudah gini aja... mending kita tidur lagi aja, besok pagi baru kita bahas sama anak-anak yang lain." saran Jessie.
Killa hanya menjawab dengan anggukan kecil tanda ia setuju dengan saran yang diberikan oleh Jessie.
Pagi harinya... pukul 07.00 WIB Killa dkk beserta keluarga saat ini sudah berada direastauran hotel menikmati sarapan pagi mereka. Disela-sela suapannya Killa, ia membuka obrolan...
"Guys...?" panggil Killa.
"Ada apa Kill..." jawab ketujuh sahabatnya.
Saat Killa memanggil semua sahabatnya, sontak membuat Arga dan yang lainnya ikut menoleh membuat Felicya penasaran...
"Kil.. ada apa?" tanya Felicya kepada Killa.
Killa melihat kearah Jessie meminta persetujuan untuk menceritakannya yang langsung diangguki oleh Jessie.
"Guys, mama, papa, para kakak-kakakku, dan para adik-adikku Killa mau cerita tentang mimpi Killa semalam.." Kata Killa menjawab pertanyaan Felicya dan juga kelima sahabatnya.
"Emang kamu mimpi apa Kil?" tanya papa Chandra.
"Ehm... Killa semalem mimpi tentang sosok perempuan yang memakai gaun pengantin. Tapi saat Killa mencoba mendekat pada sosok itu, ia menengok pada Killa wajahnya itu pucat, penuh luka, dan gaun yang ia pakai itu penuh dengan banyak darah." kata Killa menceritakan mimpinya.
"Waitt... kok mimpi lo sama kayak mimpi gue Kil?" tanya Riri.
"Maksud lo kita mimpiin satu sosok yang sama gitu Ri.." kata Killa memperjelas maksud pertanyaan Riri.
"Iya Kil.. gue mimpi sama persis yang kayak lo alami." kata Riri.
"Hah... kok bisa kalian berdua mimpi satu sosok yang sama?" tanya Alex.
"Mana kita tahu.." jawab Killa dan Riri sambil mengedikkan bahunya.
"Kok lo gak cerita ke kita sebelumnya Ri..?" tanya Siska.
"Awalnya gue mau cerita sehabis sarapan ini, saat Killa mau cerita tentang mimpinya gue pikir mimpi yang berbeda. Gak tahunya mimpinya sama kayak mimpi gue." jawab Riri santai.
"Iya tapi kena-..." belum sempat Raka melanjutkan perkataannya sudah dipotong oleh Arga yang melerainya.
"Udah-udah, mending lanjutin aja sarapannya, daripada kalian mulai debat..." kata Arga menengahi.
Mereka pun menuruti perkataan Arga untuk melanjutkan sarapannya. Killa yang saat itu tak sengaja melihat kearah luar jendela yang memperlihatkan pemandangan pantai, ia melihat ada sosok perempuan memakai gaun pengantin seperti didalam mimpinya sedang duduk dibatu pantai yang sedang menunggu sesuatu. Tetapi Killa tak menghiraukan keberadaannya, lalu melanjutkan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Killa dkk dan keluarga kembali kekamar hotek masing-masing. Hari ini mereka hanya berdiam dihotel saja tak ada jadwal untuk berjalan-jalan.
Skip
Siang harinya sehabis makan siang...