
Setelah seminggu kejadian dimana Robert menyerahkan diri, hari ini Arga memutuskan untuk melamar Felicya dihadapan kedua orang tuanya.
"Kak.. kita jadi kerumahnya kak Feli?"tanya Killa.
"Iya jadi kok.."sahut Arga.
"Kita berangkatnya jam berapa kak?"tanya Felix.
"Mungkin jam 10.00 kan gak mungkin kita abis sarapan berangkatnya."jawab Arga.
"Kak.."panggil Laura sambil menoleh pada Killa.
"Kenapa Lau?"tanya Killa.
"Nanti aja deh kak.."jawab Laura sambil cengengesan.
Mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Laura.
...****************...
Jam menunjukkan pukul 10.00, Killa dkk juga yang lainnya kini telah berada didalam mobil untuk menuju kerumah Felicya. Diperjalanan, Arga terlihat sangat gugup juga sedikit merasa gelisah. Tak lama kemudian mereka semua pun sampai dirumah Felicya, mereka pun turun satu persatu dan memberi salam kepada kedua orang tua Felicya.
Skip selesai lamaran
Setelah acara selesai dan menentukan tanggal pernikahan mereka, Arga dan yang lainnya pun berpamitan untuk kembali kemansion. Sesampainya dimansion, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian.
Killa yang saat itu baru saja selesai berganti pakaian bergegas untuk turun menuju ruang tengah untuk bersantai, tetapi saat ia berada dipertengahan tangga ia melihat 2 sosok yang kini tengah duduk diruang tengah sambil membelakanginya. Killa kembali melanjutkan berjalan menuruni tangga dan semakin jelas pula ia melihat sosok itu.
Killa yang penasaran akan 2 sosok itu pun mendekatinya, betapa kagetnya Killa saat tau siapa kedua sosok itu. Killa sadar jika ia tak pernah tau dengan wajah kedua orang tuanya, tetapi Arga sang kakak sering memperlihatkan foto kedua orang tuanya saat ia masih kecil.
"Mommy, daddy.."panggil Killa pada kedua sosok itu.
Kedua sosok itu pun menoleh dan tersenyum pada Killa yang mengenalinya..
"Kau mengenali mommy dan daddy Nak?"tanya sosok mommy Killa yang diangguki juga oleh daddynya yang berada disampingnya.
"Tentu saja, kak Arga dulu sering memperlihatkan foto kalian berdua dan mengatakan jika kalian adalah kedua orang kami."jawab Killa sambil meneteskan air mata, ia tak menyangka jika dia akan bertemu kedua orang tuanya walaupun mereka berbeda dunia.
"Tak apa dad.. yang lalu biar lah berlalu, kita tak bisa mengelaknya. Lagi pula, orang yang telah melakukannya sudah memberitahu kebenarannya."kata Killa tersenyum.
"Nak.. jaga diri kalian, mommy dan daddy kini turut bahagia kakakmu yang sebentar lagi akan menikah. Killa, kakakmu sebenarnya memiliki hal yang sama sepertimu, dan satu lagi pesan mommy dan daddy, jaga diri kalian tetap lah bersama apa pun yang terjadi."kata sosok mommy Killa memberitahukan perihal Arga yang memiliki kemampuan yang sama dengannya dan memberikan petuah terakhirnya.
"Apa? kak Arga juga bisa melihat sosok maksudnya?"tanya Killa tak percaya.
Sosok mommy dan daddynya hanya memberi jawaban dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tapi kenapa kak Arga sembunyiin dari Killa?"tanya Killa.
"Untuk alasannya lebih baik kau tanyakan langsung sama kakakmu Nak.."ucap sosok daddy yang diangguki sosok mommy.
"Mommy dan daddy sudah waktunya harus pergi Nak.. ingat pesan mommy dan daddy ya, selamat tinggal anak-anak mommy."kata sosok mommy dan daddy sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Perlahan kedua sosok orang tua Killa dan Arga menghilang, berganti dengan asap kecil dan terurai begitu saja. Sedangkan Killa kini telah berurai air mata, ia tak sanggup melihat sosok orang tuanya kini benar-benar meninggalkannya dan sang kakak.
Tanpa Killa sadari, Arga sang kakak melihat dan mendengar semua percakapan sosok kedua orang tuanya dan Killa. Sosok kedua orang tuanya pun menyadari kehadirannya, akan tetapi Arga tak ingin Killa tau jika dirinya menguping. Bahkan Arga juga tau jika sosok kedua orang tuanya memberitahukan perihal bakat yang sama dengan Killa dan petuah yang mereka berikan.
Setelah kedua sosok orang tua mereka menghilang, barulah Arga mendekati seolah-olah ia baru saja datang. Killa yang menyadari kehadiran sang kakak, langsung memeluknya. Arga yang mengerti pun berpura-pura kebingungan..
"Kil.. kamu kenapa?"tanya Arga pada adiknya.
"Kak Arga.. mommy daddy bilang jika kakak juga bisa melihat 'mereka'?"tanya Killa sambil mendongakkan kepala tanpa menjawab pertanyaan sang kakak, lalu kembali memeluk sang kakak.
"Huftt.. iya benar, alasannya karena kakak gak mau berurusan dengan makhluk seperti mereka itu terlalu merepotkan."jawab Arga sambil mengelus punggung adiknya yang masih sesegukkan.
"Iya memang benar sih kak..."ucap Killa membuat Arga tertawa.
Arga pun mengajak Killa duduk tanpa ingin melepaskan pelukkan sang adik lebih dulu.
"Kak.."panggil Killa pada Arga.
"Ada apa?"tanya Arga.
"Killa boleh nggak kalo...."