
Killa dkk hari itu tak ada kelas dikampus, Killa dkk dan Lia hanya berdiam di mansion. Killa dkk saat ini berada diruang tengah melanjutkan mengerjakan tugas kuliah mereka yang tertunda semalam. Lia yang tadinya bersama mereka diruang tengah kini beranjak menuju didapur membuatkan cemilan dan minuman segar untuk mereka.
"Dek... kalian mau dibuatin cemilan sama minuman gak?"tanya Lia pada Killa dkk.
"Nanti kita bikin sendiri aja mbak.."jawab Killa.
"Udah gak papa, sekalian mbak mau kedapur juga."kata Lia lagi.
"Yaudah deh mbak... tolong ya 😊"sahut Jessie mewakili Killa dan yang lainnya.
Lia pun segera berjalan menuju dapur, saat Killa dkk sedang asik-asiknya mengerjakan tugas, Killa dkk dikejutkan oleh teriakan Lia yang berasal dari dapur. Killa dlk pun langsung menuju dapur, mereka takut terjadi sesuatu dengan Lia.
Sesampainya didapur, Killa dkk melihat Lia sedang berjongkok disudut ruangan sambil menutup wajahnya dari sesuatu. Ternyata saat Killa melihat kesekeliling dapur, ia melihat sosok Tya berada disana. Killa pun memutuskan untuk menghampirinya sosok Tya yang sedang duduk. Tak lama kemudian disusul oleh Felix yang penasaran juga kepo.
"Mbak Tya... jangan nakutin keluargaku dong.."pinta Killa.
"Maaf Killa... mbak gak bermaksud."sahut sosok Tya.
"Tapi ada apa mbak datang kesini?"tanya Felix padanya.
"Killa, Felix... mbak ingin kalian secepatnya membebaskan para korban tumbal yang dilakuk**an oleh laki-laki itu."jawab sosok Tya.
"Iya mbak... nanti malam kita coba."kata Siska.
"Tapi dimana kami bisa menemukan laki-laki itu?"tanya Riri.
"Laki-laki itu tinggal tak jauh dari terjadinya kecelakaan kemarin, lebih tepatnya dilorong Syuhada no.12."jawab sosok Tya memberitahu.
"Baiklah... kita akan mendiskusikannya dahulu mbak."kata Killa dan disetujui oleh ke-7 sahabatnya.
Setelah memberitahu kepada Killa juga teman-temannya sosok Tya pun pergi, Killa dkk pun mendekati Lia yang masih dalam keadaan berjongkok disudut dapur.
"Mbak Lia... hantunya udah gak ada."kata Daniel memberitahu.
Lia yang mendengarnya pun langsung membuka tangan yang menutupi wajahnya sedari tadi, ia pun bangkit dari duduknya.
"Kil... hantunya serem banget."kata Lia gemetar.
"Udah gak papa mbak.... hantunya udah pergi."sahut Killa.
Lia pun melanjutkan membuat cemilan dan minuman untuk Killa dkk, sedangkan Killa dkk pun kembali keruang tengah menyelesaikan tugas kuliah mereka. Tak lama kemudian, Lia pun datang dari dapur membawa cemilan dan minuman.
**********************
Hari sudah mulai sore, Arga pun kembali dari perusahaan. Arga sangat lelah, dikarenakan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan olehnya. Saat Arga sampai di mansion, ia melihat ada mobil kekasihnya Felicya terparkir dengan rapi digarasi.
Arga pun memasuki mansion, kebetulan mereka semua sedang berkumpul diruang tengah tempat favorit mereka jika berkumpul. Baru saja Arga sampai diruang tengah, Killa sudah memanggilnya.
"Kak Arga... sini deh..."panggil Killa pada kakaknya Arga.
"Kenapa Kil..?"tanya Arga.
"Kak.... Killa sama yang lain juga kak Feli mau ke rumah laki-laki itu nanti malem."jawab Killa santai.
"Mau ngapain kesana?"tanya Arga khawatir.
"Kita mau ngebebasin korban kecelakaan kemarin kak, karena sosok Tya tadi siang datang dan buat mbak Lia ketakutan liat dia muncul."jawab Felix sesantai mungkin.
"Kenapa Feli harus ikut juga?"tanya Arga lagi.
"Kalo gitu... kakak akan ikut kalian semua nanti malem, dan gak ada penolakan."kata Arga.
Killa dkk juga Felicya yang saat itu ingin menolak Arga ikut, tapi saat Arga berkata seperti itu mereka tak berani membantahnya.
Malam harinya.....
Jam 19.00 malam, sehabis makan malam mereka langsung berangkat ke rumah laki-laki yang melakukan pesugihan dan juga yang menyebabkan kecelakaan beruntun dengan sengaja untuk mencari tumbal.
Diperjalanan, mereka hanya menebak-nebak apa yang akan terjadi jika mereka membebaskan korban. Saat mereka sampai dirumah laki-laki itu, terlihat suasana dirumahnya sangat gelap. Tak lama mereka melihat ada cahaya dari lilin didalam sana (mau ngepet pak ada lilin segala ðŸ¤).
Killa dkk, Arga dan Felicya mencari jalan masuk untuk kedalam, saat itu juga sosok Tya muncul dari arah pintu belakang. Sosok Tya melambaikan tangannya pada mereka semua, lalu metrka semua pun menghampirinya.
"Killa... kalian masuk dari sini, saat ini dia sedang melakukan ritual untuk mencari korban untuk dijadikan tumbal lagi."kata sosok Tya.
"Nanti laki-laki itu tahu gimana?"tanya Raka.
"Tidak... dia tak akan mendengarnya, karena tempat korban yang akan kalian lepaskan berada disini. Jadi kalian semua berhati-hatilah, sewaktu-waktu bisa saja dia memasuki ruangan ini."jawab sosok Tya pada mereka.
Tiba-tiba saja Killa mendapatkan ide...
"Guyss... gue dapet ide nih.."kata Killa.
"Ide apaan dek?"tanya Felicya.
"Jadi gini... nanti yang masuk kedalam cukup Killa sama Felix aja, kalian tunggu disini sambil mengawasi keadaan sekitar. Jika ada yang mencurigakan kalian bisa ngasih kode ke kita kayak gini kata Ayam atau Bebek, agar kita berdua ngerti pertanda dari kalian. Gimana?"saran Killa.
"Boleh juga tuh.. jadi gak terlalu banyak yang masuk."jawab Riri.
"Terus kakak sama Felicya ngapain?"tanya Arga pada Killa.
"Jadi untuk para cewek kalian masuk kemobil aja, para cowok disini jaga-jaga ya."jawab Killa yang disetujui oleh mereka.
Killa dan Felix pun membuka pintu yang diberitahukan oleh sosok Tya tadi, ia membukanya pelan-pelan agar tak ada yang mendengar. Sedangkan Felix berada dibelakang Killa, mengikuti langkah Killa kemana pun. Saat sampai didalam ruangan, Killa dan Felix langsung melihat botol kaca tersusun rapi dilemari kayu yang tak berpintu. Killa dan Felix juga melihat dan mengenali sosok korban kecelakaan beruntun juga ada korban lain yang tak mereka berdua kenal.
Perlahan Killa dan Felix mendekat kearah botol-botol kaca yabg berisikan arwah korban yang akan dijadikan tumbal oleh laki-laki itu. Killa dan Felix pun membuka satu persatu botol kaca itu, termasuk arwah korban yang tak ia kenal. Selesai membuka botol-botol kaca itu, Killa dan Felix melihat arwah itu masih berada disana.
"Kenapa kalian masih berada disini? Apa kalian tak ingin keluar dari sini?"tanya Killa.
"Kita sangat ingin keluar dari sini, tetapi sebelum itu kami semua ingin membalaskan dendam kepada laki-laki yang tak punya hati itu."kata sosok wanita tua yang begitu marah pada laki-laki itu.
"Tapii...."kata Killa terpotong oleh Felix.
"Silakan... jika itu membuat kalian tenang nantinya."kata Felix.
Akhirnya semua sosok yang telah terbebas dari botol kaca itu pun menuju ruangan laki-laki itu berada. Laki-laki itu terkejut saat melihat arwah korban yang akan ia jadikan tumbal terbebas. Semua sosok itu pun langaung menggerubungi laki-laki itu, membalas semua perbuatan yang dilakukan olehnya. Laki-laki itu mendapatkan serangan bertubi-tubi dari semua sosok itu, sampai akhirnya laki-laki itu tak bisa bertahan lebih lama ia pun meninggal dunia.
Semua sosok itu pun merasa puas, dan keluar dari ruangan itu. Killa dan Felix yang sebelumnya telah keluar lebih dahulu pun hanya bisa melihat dari mobil saja. Sampai akhirnya mereka melihat semua sosok itu pergi meninggalkan rumah itu menuju alam selanjutnya dengan tenang.
"Kak Arga... yok kita pulang."ajak Killa.
"Emang sosoknya udah pergi?"tanya Arga.
"Iya udah kak... mereka baru saja keluar dari rumah itu."jawab Killa.
Killa dkk, Felicya, juga Arga pun pergi dari sana. Mereka semua pulang ke mansion dengan tenang juga lega, karena kasus tragedi kecelakaan beruntun yang disebabkan oleh laki-laki itu telah selesai tanpa harus mereka ikut turun tangan menangani laki-laki itu.
Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka semua pun sampai di mansion. Saat mereka memasuki mansion, semua orang ternyata sudah terlelap. Akhirnya mereka pun pergi ke kamar masing-masing, membersihkan tubuh mereka dan pergi tidur untuk menjemput mimpi indah mereka.