The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Petualangan Di Rumah Kosong Part 2



Saat mereka semua sudah memasuki ruang bagian depan/ruang tamu, mereka tidak melihat ada sosok apapun disana. Mereka melihat perabotan dirumah itu masih lengkap, hanya saja sudah terlihat lapuk dan berdebu.


Lalu mereka pun melanjutkan masuk lebih dalam menuju ruangan selanjutnya, ruangan itu adalah ruang tengah. Raka yang sempat melihat ada sosok bayangan yang melintas diruangan itu.


"Guys... tadi gue liat sosok bayang yang melintas dari ruangan ini."bisik Raka pada yang lainnya.


"Sosok bayangan apaan Rak?"tanya Felix.


"Sosok bayangan hitam, sosok itu menuju salah satu kamar didekat ruangan ini."jawab Raka sambil menjelaskan.


"Yaudah... kita cek aja gimana?"tanya Killa meminta persetujuan dari mereka semua.


"Aduuh Kil... gak usah deh ya.."jawab Arga.


"Iya kak gak usah ya..."sahut Laura.


"Gak papa kok, disini kita kan rame-rame juga."kata Killa yang disetujui oleh semua sahabatnya, kecuali Arga juga Laura.


"Yaudah dehh..."pasrah Arga.


Akhirnya, mau gak mau Arga dan Laura pun mengikuti Killa dkk. Mereka berdua tak mau ditinggal diruangan yang kata Raka ada sosok bayangan hitam.


Mereka pun menuju kamar yang dimasuki sosok bayangan hitam tadi, saat mereka membuka pintu kamar itu mereka melihat ada sosok Kuntilanak yang duduk di atas lemari. Mereka juga tak melihat adanya sosok bayangan hitam disana.


Mereka pun keluar dari kamar itu dan menuju ruang dapur sekaligus ruang meja makan, saat disana mereka juga melihat alat-alat dapur masih lengkap hanya ada banyak debu. Tetapi Killa mencium bau anyir di sana, ia pun mencoba mengarahkan senter miliknya ke arah dinding.



Saat Killa mengarahkan senternya ke dinding, mereka semua pun sangat terkejut atas apa yang mereka lihat. Mereka melihat ada bercak darah disana, seperti disengaja tak dibersihkan. Bercak darah itu telah mengering dan bau anyir.


"Darah?"gumam Jessie.


"Kenapa ada banyak darah di dinding dapur ini?"tanya Siska dalam hati.


"Apa yang telah terjadi dirumah ini sebelumnya.."kata Felix bergumam yang tak didengar oleh semua orang.


Tak hanya Jessie, Siska, juga Felix saja yang bertanya-tanya melainkan mereka semua juga. Tapi mereka semua hanya bertanya dalam hati saja, mereka semua tak berani mengungkapkan pertanyaan yang ada dipikiran mereka.



Saat Killa melihat darah itui tiba-tiba saja Killa seperti mendapatkan gambaran masa lalu dirumah ini. ia melihat ada satu keluarga dirumah itu yang sangat bahagia, tetapi tanpa diduga ada orang asing yang tak mereka kenal menerobos masuk kedalam rumah dan membantai mereka satu persatu diruangan yang berbeda tentunya.


Saat gambaran dirumah ini berhenti begitu saja, Killa pun merasa sedikit pusing membuat ia reflek berpegangan pada Felix yang disampingnya.


"Kil.. lo kenapa?"tanya Felix.


"Guyss... tadi saat gue ngeliat ada darah dilantai ini, gue tiba-tiba aja dapet gambaran masa lalu dirumah ini."jawab Killa kepada semuanya.


"Gambaran masa lalu?"tanya mereka bersamaan juga penasaran.


"Iya... yang gue liat tadi hanya sedikit gak banyak.."jawab Killa lagi.


"Tunggu.. maksudnya lo apa Kil? Coba jelasin ke kita semua apa yang lo liat?"tanya Alex.


"Jadii... seperti yang gue bilang tadi sama kalian, gue liat gambaran masa lalu dirumah ini dan gue ngeliat dirumah ini ada satu keluarga yang bahagia awalnya tapi dengan tiba-tiba ada orang asing yang tak mereka kenal langsung menerobos masuk lalu...."cerita Killa terhenti.


"Lalu apa Kil?"tanya Raka yang penasaran.


"Lalu keluarga itu dibantai oleh orang asing itu satu persatu, tapi gue cuma dapet gambaran itu sekilas doang saat disini juga beberapa potongan gambaran lainnya ditempat yang berbeda."jelas Killa.


"Apaa...?"tanya mereka semua sambik berteriak.


"Gak usah teriak woii.... ntar penghuni disini keganggu sama suara cempreng kalian."kata Daniel.


"Enak aja lo.."protes Siska.


"Udahh.. mending kita lanjutin lagi aja deh keruang lainnya, mungkin disana kita mendapatkan petunjuk atau juga bertemu dengan keluarga itu supaya bisa mendapatkan informasi."lerai Alex pada Siska dan Daniel juga lainnya.


Mereka pun melanjutkan mengeksplor ruangan disana satu persatu, tapi belum ada tanda-tanda mereka akan bertemu dengan sosok keluarga yang menjadi korban pembantaian dirumahnya sendiri oleh orang yang tak dikenal.


Saat mereka menaiki tangga menuju lantai atas, mereka semua mendengar suara tangis. Laura pun semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Felix, sedangkan Arga masih berada didekat Felicya.


Saat mereka sampai dilantai atas mereka melihat....