The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Teror Di Mansion Killa



"Tadi... kakak liat ada sosok tinggi besar dan matanya juga merah di kamar mandinya kakak Kil..."jawab Arga.


"Apa itu om genderuwo ya Kil?"tanya Siska.


"Kayaknya sih iya Sis, tapi kok ada yang aneh ya...."jawab Killa.


"Aneh gimana maksudnya Kil?"tanya Daniel.


"Gue kok ngerasanya sosok yang datang itu adalah kiriman dari seseorang tapi gue gak tau siapa.."jelas Killa kepada semua temannya juga kakaknya.


"Atau mungkin ada seseorang yang gak suka sama Kak Arga bisa jadi juga orang tersebut gak suka dengan kesuksesan perusahaan milik alm ayah kalian?"tanya Jessie yang menoleh ke kak Arga.


"Entahlah Jess... kakak juga gak tau, kalo memang benar adanya seperti itu apa alasannya."jawab Arga.


"Bisa jadi juga ada yang iri sama kakak..."sahut Alex yang di setujui oleh mereka semua.


"Tapi... kalian dari mana?"tanya Arga pada Killa juga yang lain.


"Tadi kita dari ruang tamu kak, soalnya kita tadi denger ada suara. Tapi... saat kita tiba di sana kita langsung melihat ada penampakan pocong yang serem banget, terus kita balik lagi ke sini udah liat kak Arga duduk di sini sendiri dengan wajah pucat."jelas Felix.


"Jadi... kalian juga melihat penampakan?"tanya Arga.


"Kita kan emang tiap hari liat kak..."jawab Riri.


"Iya juga sih..."sahut Arga sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kak... sebenernya Killa dan Riri udah liat duluan waktu kita lagi di dapur bikin es sirup sama cemilan."kata Killa.


"Liat apaan dek?"tanya Arga.


"Kuntilanak kak..."jawab Killa dan Riri kompak.


"Kil.... kenapa mansion kita jadi ada hantunya gini sih?"tanya Arga.


"Killa juga gak tau kak, tapi nanti Killa cari tau deh."jawab Killa.


"Kita juga bantu ya Kil..."sahut semua sahabatnya yang di angguki Killa.


Malam semakin larut, Killa dkk juga Arga masih berada di ruang tengah. Saat mereka sedang asik mengobrol dan sedikit bercanda untuk menghilangkan rasa tegang yang di rasakan mereka semua, tiba-tiba saja listrik di mansion Killa padam.


Felix mencoba mengintip ke luar dari jendela dekat ruang tengah, ia melihat listrik para tetangga tidak ikut mati melainkan hanya mansionnya Killa saja. Felix yang masih berada di dekat jendela terkejut saat tiba-tiba ada sosok penampakan Kuntilanak tepat di hadapannya, lalu Kuntilanak itu tertawa melihat felix yang terkejut dan terbang menuju pohon yang tak jauh dari mansion Killa berada.



"Hihihihihihi....hihihihihi...."tawa Kuntilanak itu.


"Lix, lo kenapa ngelus dada gitu? lo sakit jantung atau gimana?"tanya Raka beruntun campur khawatir.


"Lo nyumpahin gue gitu kena sakit jantung?"sewot Felix pada Raka.


"Kagaklah... terus kenapa lo ngelus dada gitu?"tanya Raka lagi.


"Emang lo semua kagak liat apa di jendela yang gue datangin tadi?"tanya balik Felix.


"Nggak Lix, emang lo liat apaan?"jawab Alex meawakili mereka semua.


"Tadi gue liat listrik tetangga lo Kil, ternyata listrik mereka gak mati. Terus pas gue mau balik itu kunti nongol ngangetin gue. Udah ngagetin orang dia ketawa terus terbang ke pohon yang gak jauh dari mansion lo Kil."jelas Felix pada mereka semua.


Killa, Arga, dan yang lain pun tertawa lepas saat Felix menceritakan alasan kenapa ia mengelus dada sewaktu menghampiri mereka. Setidaknya mereka melupakan sejenak teror yang mereka dapatkan walaupun mereka tahu itu akan berlanjut kembali.


******************


Jam sudah menunjukkan pukul 02.45 dini hari, tetapi listrik di mansion Killa belum juga hidup. Mereka semua masih pada posisi yang sama dan tempat yang sama, hanya saja mereka duduk saling merapatkan diri.


Seluruh ruangan menjadi gelap hanya ada penerangan dari lilin yang mereka ambil oleh Daniel dan Alex sebelumnya.


Jessie yang tak sengaja melihat ke arah meja makan pun melihat ada sosok anak kecil yang membawa boneka sama persis seperti teror yang mereka dapatkan sewatu di Villa Melati yang terkenal angker dan sosok pocong yang seram saat mereka lihat di ruang tamu. Jessie yang melihat itu langsung saja menveritakan kepada mereka semua.


Saat Jessie selesai menceritakan tentang apa yang ia lihat, mereka semua langsung melihat ke meja makan tetapi sosok itu sudah tidak ada disana. Melainkan sosok genderuwo lah yang mereka lihat di sana dengan tatapan tajamnya dan mata yang merah.



"Para adek-adekku, itu genderuwo yang sama yang kakak lihat di kamar mandi."kata Arga.


"Njirr... tatapannya tajam banget guys..."kata Daniel.


"Iya.... tatapannya setajam silet.."sahut Alex.


"Kalian salah... tatapannya itu setajam omongan tetangga..."lanjut Siska.


"Hahahahahaha...."tawa mereka bersama.


"Gilaa ya kalian ini... lagi horor gini malah pada sempet-sempetnya bercandaan. Kalian ini gak ada takut-takutnya apa? Kakak aja takut...."kata Arga yang bisa menggelengkan kepala dengan tingkah mereka.


"Kita udah biasa kak liat begituan, tapi kadang juga kita merasa takut kalo tuh setannya serem pake banget..."jawab Siska.


Sosok genderuwo itu pun menghilang saat Killa dkk mengejeknya (yaelah baperan amat om genderuwonya 😂).


Teror itupun berhenti di jam 04.30, akhirnya Killa, Arga, dan yang lainnya bisa beristirahat setelah hampir semalaman mereka tidak tidur karena teror yang di kirim oleh seseorang yang menurut Killa.