
"Hmm... sebenernyaa saya merindukan anak saya hiks..hiks..."tangis tante Kun.
"Apaa?"kaget mereka bersama.
"Iya saya punya anak, dia seumuran dengan kalian dan juga dia ada di antara kalian saat ini."sambil menatap Alex penuh Rindu.
"Hah !! tante Kun serius dia ada di sni? tapi siapa?"tanya Daniel.
Tante Kun hanya mengganguk bahwa benar anaknya ada di antara mereka.
"Apa karna tante Kun rindu dengan anaknya jadi masih bergentayangan?"tanya Riri.
"Benar, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu dengannya secara langsung. Anak saya sama seperti kalian bisa melihat bangsa kami."jawab tante Kun yang masih setia menatap Alex penuh arti.
Alex sedari tadi hanya diam, mencerna perkataan sosok tante Kun dan juga ia merasa pernah bertemu dengan sosok itu entah di mana. Dan juga tatapan tante Kun yang sedari tadi melihatnya tanpa beralih sedikitpun. Alex mencoba mengingat, tapi ia tidak dapat mengingatnya.
Killa yang tak sengaja melihat ke arah Alex yang sedari tadi diam dan sedang melamun. Entah apa yang dilamunkan oleh Alex ia tidak tahu. Killa berniat untuk bertanya kepada Alex, tapi di urungkan oleh bel masuk tanda jam istirahat telah usai. Tante Kun juga menghilang setelah mendengar suara bel.
Kriing...Kriiing....Kriiing....
Seluruh siswa dan siswi termasuk Killa dkk beranjak dari kantin dan pergi ke kelasnya. Tak lama mereka sampai di kelas guru yang akan mengjar pun masuk, mereka belajar dengan tenang sampai jam sekolah usai.
Skip pulang sekolah...
Diparkiran sekolah....
"Guys... setuju gak kalo kita main ke mansionnya Felix?"tanya Raka.
"Boleh tuh... kalo di rumah terus gabut gue."jawab Daniel yang setuju dengan usul Raka begitupun dengan yang lainnya.
"Oke... kapan kalian mau ke mansion gue?"tanya Felix.
"Sekarang aja gimana..."usul Alex.
"Boleh..."jawab semuanya.
Karena yang bawa mobil Felix dan Alex jadi sebagian ada yang sebagian ikut mobil Alex sebagiannya lagi di mobil Felix. Jangan lupakan si tante Kun, tentu juga ia ikut ke mansion Felix.
Sesampainya di mansion Anderson....
"Yaelahh Sis... lo gak bisa gitu gak teriak. mana lo teriak deket kuping gue lagii..."protes Daniel.
"Hehehe.... ya maaf Niel gak sengaja gue."jelas Siska sambil nyengir.
"Udah deh.... kalian berdua gak usah berantem, kita masuk yokk..."lerai Felix dan mengajak semua sahabatnya untuk masuk ke dalam.
Kebetulan hari ini orang tua Felix juga Mutya pulang lebih awal karena pekerjaan di kantor juga dibutik tidak banyak. Dan kebetulan sedang berada di ruang tamu, karena orang tuanya sedang ada tamu.
Pintu utama yang memang telah terbuka sedari membuat Felix bingung celingukkan lalu ia melihat ada satu mobil yang tidak dikenalnya dan mengajak sahabatnya masuk bersama.
Felix dkk pun masuk...
"Assalammualaikum..."salam mereka semua.
Orang tua Felix juga tamunya pun menoleh dan menjawab salam Felix dkk.
"Walaikumsalam..."jawab ortu Felix dan tamunya.
Melihat Felix sudah pulang dan membawa temannya mama Syella tersenyum menyambut kedatangan mereka.
"Ma.. Pa..."panggil Felix.
"Ada apa?"jawab Mama dan Papa kompak.
"Felix gak papa kan bawa temen ke sini?"tanya Felix.
"Iya gak papa nak... justru mama seneng kalo rumah kita rame."jawab mama senang.
"Makasih ma..."jawab Felix tersenyum saat mendengar jawaban mamanya.
"Felix ajak semua temen-temen kamu buat makan siang ya."kata Papa.
"Oke dehh Pa..."jawab Felix.
Setelah perbincangan singkat dengan orang tuanya Felix mengajak mereka semua untuk makan siang bersama dan meminta mereka mengganti seragam mereka terlebih dahulu. Mereka semua selalu membawa pakaian ganti kalau-kalau akan bepergian sepulang sekolah, seperti saat ini.
Skip selesai makan siang....