
Mereka yang saat itu yang telah mengetahui alamat kediamannya pak Hendra sebelumnya dari sosok Lala pun bergegas menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap.
Saat sore hari tiba mereka yang saat itu telah bersiap untuk berangkat, Arga yang baru saja pulang dari kantor pun melihat adik-adiknya itu telah rapi pun bingung.
"Kalian semua pada mau kemana?"tanya Arga pada semua adiknya.
"Biasa kak, kita mau nyelesaiin misi baru."jawab Alex santai.
"Kak Killa.... Laura ikut ya π₯Ί boleh ya ya ya kak..."kata Laura mengeluarkan jurus andalannya yang membuat semua kakaknya luluh.
"Aish... yaudah ayook dah... tapi Laura jangan nakal ya nanti"kata Killa.
"Gak... Laura dirumah aja."kata Arga.
"Boleh ya kak Arga please.... π₯Ίπ₯Ίπ₯Ίπ₯Ί"kata Laura sambil mengeluarkan jurus andalannya lagi.
"Baiklah... dengan syarat kamu gak boleh jauh-jauh dari kakak-kakak kamu."pasrah Arga.
"Horeee.... siap kak"jawab Laura bersemangat.
"Yaudah kalo gitu kita berangkat dulu ya kak... takut pulangnya kemaleman."pamit Killa dkk.
"Iya.. kalian hati-hati jangan ngebut bawa mobilnya."nasehat Arga.
"Siap boss..."jawab mereka kompak.
Mereka semua pun menuju garasi mobil dan memasuki mboil. Di mobil, posisi Killa duduk didepan bersama Laura samping Felix yang menyetir sedangkan yang lainnya duduk dibelakang. Mereka pun meluncur ke alamat rumah pak Hendra.
Sesampainya disana, Killa dkk juga Laura keluar dari mobil dan menuju rumah pak Hendra. Killa pun mencoba mengetuk pintu.
*Tokk....tokk....tokk....
"Assalammualaikum*..."salam Killa setelah mengetuk pintu.
"Walaikumsalam..."jawab istri pak Hendra.
"Apa benar ini rumah pak Hendra?"tanya Alex sopan.
"Iya betul.. ada apa ya? Oh iya masuk dulu..."tanya istri pak Hendra.
Killa dkk juga Laura pun masuk kedalam rumahnya, lalu istri pak Hendra kembali masuk menuju dapur membuatkan teh hangat untuk mereka. Tak lama kemudian istri pak Hendra pun kembali lagi keruang tamu.
Jadi.. ada urusan apa kalian kemari?"tanya istri pak Hendra.
"Begini mbak... apa mbak kenal mahasiswi bernama Lala?"tanya Daniel.
"Iya saya kenal dengan Lala, dia dekat dengan saya juga suami saya. memangnya ada apa ya?"tanya istri pak Hendra yang bernama Lia.
"Ehm... jadi katanya Lala udah 5 menghilang mbak, Lala adalah satu teman satu fakultas kita. Tapi...."kata Siska terhenti.
"Tapi apa?"tanya mbak Lia.
"Sebelumnya apa mbak Lia percaya tentang hal tak kasat mata?"tanya Jessie pada Lia istri pak Hendra.
"Iya... saya percaya makhluk tsk kasat mata itu ada. Lalu kenapa?"jawab mbak Lia dan bertanya pada mereka semua.
"Sebenernya kita semua adalah anak indigo mbak.."kata Felix.
"Kalian datang kemari hanya untuk memberitahukan hal itu pada saya? Dan apa hubungannya kemampuan yang kalian miliki dengan adik angkat saya Lala?"tanya mbak Lia sedikit kesal.
"Tentu ini ada hubungannya dengan Lala mbak, jadi kemarin pagi saya Killa dan Felix diminta oleh pak Riko untuk membawakan buku tugas yang telah dikumpulkan keruang Dosen. Awalnya tak ada yang aneh saat kita berdua disana, tapi saat kita berdua hendak menuju pintu keluar kita berdua mendengar suara perempuan yang merintih dari dalam dinding ruang Dosen."cerita Killa.
"Saya Felix, kita berdua saat itu mencoba untuk mencari asal suara rintihan itu. Kita berdua mendengar suara rintihan itu tak jauh dari mejanya pak Riko. Lalu Killa mencoba mengajaknya untuk berkomunikasi sama sosok perempuan yang merintih itu."lanjut Felox bercerita.
"Saat Killa udah selesai mengajaknya bicara, barulah Killa tau kalo sosok perempuan yang merintih itu adalah Lala salah satu mahasiswi dikampus dan satu fakultas dengan kita juga."cerita Killa.
"Apa Lala? Hiks...hikss...hikss.... kenapa itu terjadi pada Lala? Siapa yang tega melakukan itu pada adik angkat kesayanganku?"tanya mbak Lia beruntun sambil terisak.
"Gak mungkin... gak mungkin suami saya melakukannya, dia tak ada alasan untuk membunuhnya."kata mbak Lia sambil menahan tangisnya agar tak pecah.
"Dia ada alasan mbak untuk melakukannya."sahut Alex.
Lia yang mendengar jawaban dari Alex itu pun menoleh dan sempat tak percaya dengan perkataannya, ia pun langsung marah pada Alex. Killa dan yang lain mencoba untuk menenangkan Lia, Laura yang melihat itupun ketakutan dan menggenggam erat pakaian Killa. Killa yang mengerti akan ketakutannya Laura pun mencoba berusaha menenangkannya juga.
"Mbak Lia... tolong dengarkan dulu penjelasannya, setelah itu terserah pada mbak Lia saja."Kata Killa membujuk Lia.
"Baiklah... jelaskan semuanya padaku."sahut Lia yang masih kesal.
Killa pun menceritakan semua yang diceritakan oleh sosok Lala sebelumnya (eps 54). Lia pun terkejut dengan cerita yang disampaikan oleh Killa, juga ia telah lama curiga dengan gerak-gerik suaminya itu yang memang membuatnya sedikit curiga dengannya.
"Jadi dugaan saya selama ini benar. Dia (pak Hendra) berselingkuh dibelakang saya."kata Lia yang mulai emosi juga sedih.
"Apa mbak sudah mencurigainya?"tanya Riri.
"Iya... selama beberapa hari ini saya melihat gerak-gerik suami saya tidak seperti biasanya, dia seperti orang yang sedikit tertekan, bingung juga merasa bersalah sama seseorang. Dan ternyata dia merasa bersalah sama Lala. Saya akan minta cerai dengannya, dan memintanya untuk bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan."Kata mbak Lia.
"Lalu bagaimana dengan mbak?"tanya Killa.
"Entahlah Killa, mbak gak tau harus pergi kemana bersama anak mbak yang masih kecil ini."jawab mbak Lia menunduk sedih dengan nasibnya.
"Mbak Lia gimana mbak tinggal sama Killa aja?"tanya Killa.
"Nanti ngerepotin, gak usah."jawab mbak Lia.
"Gak mbak, kita juga akan bantu mbak mengurus perceraian mbak sama pak Hendra."sahut Killa lagi.
"Terima kasih Killa."kata mbak Lia tersenyum.
"Sama-sama mbak, kalo gitu kami pamit pulang dulu ya mbak karena udah mau malem juga. Besok kita kesini lagi setelah selesai mengeluarkan jasadnya Lala diruang Dosen."pamit Killa yang di angguki oleh yang lainnya.
"Iya Killa... Hati-hati ya kalian semua."kata mbak Lia.
"Siap mbak..."jawab mereka.
*****************
Killa dkk juga Laura pun telah sampai di mansion, mereka lega karena semua yang diamanatkan oleh sosok Lala telag tersampaikan. Tinggal esok harinya mereka berpikir bagaimana cara menyampaikan kepada Rektor juga semua Dosen dikampus untuk membongkar dinding itu.
Saat Killa dkk sedsng termenung memikirkan rencana untuk esok hari, tiba-tiba saja Arga muncul bersama Felicya.
"Dek kalian kenapa? Kok bengong?"tanya Felicya.
"Ehh kak Feli... kita lagi mikirin gimana caranya ngomong sama Rektor dan seluruh Dosen buat bongkar dinding diruangan Dosen kak."jawab Killa.
"Hah!! kenapa mau dibongkar?"tanya Arga.
"Karena kita mau ngeluarin jasad mahasiswi yang salah satunya adalah satu fakultas sama kita kak."jawab Felix.
"Apa ini misi baru kalian?"tanya Arga lagi.
"Betul... betul... betul...."jawab Killa dkk.
"Etdahh... begini nih kalo korban upin dan ipin."kata Arga.
"Dari kak Arga korban Suara Hati Istri πππ"sahut Killa dkk.
"πππ"muka datar Arga.
"Makanya kak Arga jangan sering-sering nonton Suara Hati Istri terus biar gak diledekin sama kak Killa dan kakak-kakak yang lain π"kata Laura ikut meledek Arga.
Arga yang diledek oleh adik-adiknya hanya bisa diam dan menggaruk lehernya yang tak gatal, juga pasrah pastinya.
Keesokan paginya....