The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Penyelidikan Pembunuh Sosok Fira



Saat Killa dkk sedang berjalan, mereka dikejutkan oleh sosok penampakan yang bediri tepat dihadapan mereka dengan tiba-tiba.


"Pergi sana... bikin orang kaget aja lu kunti." ucap Raka yang disetujui oleh yang lainnya.


Saat Raka mengatakan hal itu, sosok Kuntilanak itupun menghilang entah kemana. Killa dkk melanjutkan melangkahkan kaki mereka untuk mencari informasi orang yang telah membunuh Fira. Saat Killa dkk sedang menelusuri desa itu, mereka kembali bertemu dengan wanita yang mereka lihat dibalik semak-semak. Saat itu mereka tak sengaja saling tukar tatap, Killa dkk pun tersenyum berniat menyapanya sedangkan wanita itu tak menanggapi sapaan Killa dkk ia berjalan tanpa memperdulikan orang disekitarnya. Tingkah wanita itu membuat Killa merasa curiga dengannya, apalagi ia seperti tak memperdulikan orang yang berada disekitarnya dan juga orang-orang yang berada didesa.


"Guys... gue ngerasa curiga sama itu perempuan, kalian ngerasain nggak sih?" tanya Killa pada semua sahabatnya.


"Iya Kil... kayaknya ada sesuatu yang ia sembunyikan makanya dia kayak yang menghindar dari orang." jawab Siska yang diikuti oleh anggukan kepala.


"Dari pada kita curiga kayak gini, mending kita selidiki aja guys..." ucap Raka santai.


"Nahh... setuju gue sama pendapat lo Rak." sahut Alex yang juga diangguki oleh yang lainnya.


"Yaudah yok... kita mulai aja, biar cepet selesai ini misi." ucap Riri dan Jessie bersamaan.


"Oke.. ayoo guys.." ajak Killa pada yang lainnya.


Killa dkk akhirnya memutuskan untuk menyelidiki wanita itu yang mereka anggap sangat mencurigakan, Killa dkk pelan-pelan mengikuti wanita itu dengan jarak yang agak lumayan jauh darinya agar Killa dkk tak ketahuan jika mereka mengikutinya.


Saat Killa dkk sedang mengikuti wanita itu, wanita itu masuk kedalam rumah tempat ia tinggal. Killa dkk melihat dari kejauhan sambil menunggu wanita itu keluar rumah.


"Kak.. gimana kalo Fira yang masuk kerumah itu untuk mengeceknya?" tawar sosok Fira pada Killa dkk.


"Ide bagus..." sahut Killa dkk bersamaan.


"Yaudah kalo gitu... Fira masuk dulu ya kak, kalian hati-hati." ucap sosok Fira mengingatkan Killa dkk untuk tetap berhati-hati.


"Oke.." sahut Killa dkk kompak.


Setelah mendapat persetujuan dari Killa dkk, sosok Fira akhirnya terbang menuju rumah wanita itu untuk melihatnya aktifitas apa saja yang dilakukan oleh wanita itu.


POV sosok Fira On


Setelah mendapat persetujuan dari kak Killa dkk, aku terbang menuju rumah wanita itu. Aku masuk kedalam dengan cara menembus dinding dan tak akan ketahuan siapapun. Saat aku sudah berada didalam rumahnya aku melihat ia sedang duduk bersantai diruang tamunya sambil memijit kakinya yang mungkin sedang sakit. Tak lama kemudian, wanita itu berdiri dan masuk kedalam salah satu kamar aku pun mengikutinya. Saat berada dikamar itu betapa terkejutnya aku, disebuah tempat tidur ada jenazah ayahku tergelatak kaku. Aku terdiam melihat jenazah ayah kandungku yang tak dimakamkan secara layak, saat itu juga aku sadar jika wanita inilah yang telah membunuhku juga ayahku saat itu.


Setelah aku mengetahui siapa wanita itu, aku langsung pergi dari rumah itu dan menemui kak Killa dkk yang sedang menungguku diluar.


POV sosok Fira Off


Killa dkk melihat sosok Fira yang terbang keluar menembus dinding dan menemui Killa dkk yang sedang duduk dibawah pohon tak jauh dari kediaman wanita itu.


"Kak..." panggil sosok Fira kepada Killa dkk.


Killa dkk yang merasa panggilan itu untuk mereka, langsung saja menoleh kesumber suara yang memanggil mereka..


"Fira.. gimana? kamu dapet info apa didalam?" tanya Jessie lebih dulu.


"Kak... wanita itulah yang sudah membunuhku dan ayahku. Tadi didalam sana, aku melihat ada jenazah ayahku.. wanita itu tak menguburkan jenazah ayahku dengan layak." ucap sosok Fira yang sukses membuat Killa dkk terkejut.


"kita harus laporin ini kepolisi.. tapi kita juga harus dapetin buktinya." sahut Alex memberi pendapat.


"Alex benar..." ucap Siska membenarkan ucapan Alex.


"Mending kita mulai sekarang aja untuk nyari buktinya dan ingat jangan sampai kalian menyentuh barang buktinya saat kalian udah nemuin..." kata Daniel memperingatkan para sahabatnya.


"Siap pak bos..." sahut Killa dkk, kecuali Daniel.


"Sekarang kita pulang dulu... cari cara biar kita bisa masuk kedalam rumahnya." ajak Killa kepada semua sahabatnya.


Killa dkk akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah nenek Melani untuk memikirkan cara agar bisa masuk kerumah wanita itu. Sesampainya dirumah nenek Melani, mereka beristirahat sejenak melepaskan rasa lelah mereka...


Siang harinya...