The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Pemakaman Keluarga Tasya



Killa dkk setelah selesai kampus langsung meluncur ke kediaman pihak keluarga Andri, suami dari Tasya. Sesampainya dikediaman keluarga Andri, Killa dkk pun langsung menuju pos satpam rumah itu.


"Permisi pak... apa benar ini kediaman keluarga Andri?"tanya Alex sopan.


"Oh iya benar... ada keperluan apa ya kalian?"tanya balik pak satpam.


"Kita ada hal penting yang harus kita sampaikan kepada mereka pak."mohon Siska.


"Tunggu sebentar saya hubungi mereka dulu."luluh pak satpam.


Pak satpam pun kemdian menelpon keluarga Andri lewat pos yang ia jaga. Setelah mendapatkan persetujuan dari Ibunya Andri, Killa dkk pun diperbolehkan masuk kedalam untu menyampaikan hal penting.


Killa dkk pun telah memasuki rumah Andri, disana sudah ada Ibunya Andri juga anggota keluarga lainnya.


"Silakan duduk nak..."kata Ibu Andri ramah.


"Iya terima kasih tante..."sahut Killa sambil tersenyum.


"Kata pak satpam tadi, kalian ingin menyampaikan sesuatu... apa itu nak? Tante dan keluarga juga tak pernah mengenal kalian..."tanya Ibu Andri pada mereka semua.


"Iya tante memang benar kita tak saling mengenal satu sama lain, sebelumnya kita semua minta maaf tante kita datang kesini hanya ingin menyampaikan pesan dari kak Tasya menantu tante."jelas Killa lalu menundukkan kepalanya.


"Tasya? Kalian apa mengenalnya?"tanya Ayah Andri.


"Maaf Om, kita tak pernah mengenal kak Tasya juga kak Andri. Tapi..."kata Jessie ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya kepada keluarga Andri.


"Tapii apa nak...?"tanya Ibu Andri yang penasaran.


"Tolong ceritakan yang sejelas mungkin kepada kami nak, karena kami tak pernah menemukan mereka selama 3 tahun setelah peristiwa kelam itu. Apa mereka masih hidup?"tanya Ayah Andri juga memohon untuk menceritakannya.


"Tante, Om... sebenernya beberapa dua hari yang lalu kita tak sengaja mendengar cerita rumor dari mulut ke mulut, saat itu salah satu mahasiswa dikampus kita yang mendapatkan jadwal kuliah pada malam hari. Setelah mahasiswa itu telah menyelesaikan jadwal kuliah malamanya, ia pun menuju parkiran. Kebetulan parkiran itu berhadapan dengan rumahnya kak Tasya juga kak Andri. Ia yang tahu kalo rumah itu tak berpenghni tak sengaja melihat ada penampakan tepat berada di balkon rumah bagian atas. Saat rumor itu tersebar, tak ada satu orang pun yang menceritakan sosok apa yang mahasiswa itu lihat." kata Riri mengawali cerita.


"Lalu kita semua yang memiliki kemampuan untuk melihat makhluk tak kasat mata atau sering orang bilang indigo sangat penasaran saat mendengar rumor yang berada dikampus."lanjut Daniel.


"Jadi kalainsemuaa ini anak indigo?"tanya Adik Andri yang bernama Bimo.


"Benar kak..."jawab Killa dkk.


"Lanjutkan ceritanya nak..."pinta Ayah Andri yang bernama Chandra.


"Saat kita berada di mansion, kita semua merencanakan untuk mencari tau kebenaran cerita rumor itu. Saat kita tengah merencanakan untuk kesana kakak juga adik dari Killa mendengar dak memutuskan untuk ikut. Jam 21.00 malam tepat kita semua berangkat kerumah itu, kita juga meminta izin terlebih dahulu dengan penjkaga rumahnya."cerita Alex.


"Saat memasuki halaman rumah kita sudah disambut oleh penampakan yang disana. Kita pun saat itu mulai memasuki area ruang tamu, disana kita semua tak menemukan apapun."lanjut Felix.


"Kita menelusuri di area dapur yang sekaligus ruang makan. Killa yang tak sengaja menyorotkan senter ke arah dinding juga lantai, ia melihat ada banyak bercak darah yang mengering."kata Raka.


"Singkat cerita, kita semua ke atas dan menemukan ada sosok wanita yang sedang menangis disalah satu kamar dekat tangga. Saya yang saat itu engajaknya berkomunikasi, sosok itu bernama Tasya. Kak Tasya menceritkan semua tentang apa yang terjadi kepada kami. Ia juga meminta kalian untuk menyempurnakan jasad mereka dengan cara menguburkannya dengan layak."lanjut Killa mengakhiri cerita.


"Mereka?"tanya Ibu Andri yang bernama Ana.


"Mereka itu... termasuk orang tua, adiknya, dan cucu kalian."jelas Jessie.


"Apa kalian tahu dimana jasadnya berada?"tanya Bimo.


"Seperti yang kak Tasya bilang, ia dikuburkan dihalaman belakang rumahnya. Mereka dikuburkan dalam lubang yang sama oleh Gilang, setelah itu ia kabur entah kemana."jawab Killa.


********************


Setelah Killa dkk menceritakan yang disampaikan oleh Tasya untuk keluarga Andri selesai, keluarga Andri meminta Killa dkk untuk membantunya menemukan dan menggali kuburan yang dibuat oleh Gilang.


Akhirnya mereka semua pun bergegas menuju rumah kosong itu, tak lupa mereka menghubungi pihak kepolisian untuk membuka kasus anak dan menantunya juga keluarga Tasya.


Sesampainya dirumah kosong itu, mereka langsung saja menuju halaman belakang. Saat itu pula sosok Tasya muncul yang hany bisa dilihat oleh Killa dkk saja. Sosok Tasya menunjukkan dimana letak kuburan yang dibuat oleh Gilang, tak menunggu lama mereka menemukan gundukan tanah yang telah mengering.


Ternyata gundukan tanah itu lumayan cukup dalam, Felix dan alex tetap menggalinya walaupun sebenarnya mereka lelah. Raka dan Daneil yang melihat sahabatnya kelelahan pun langsung mengambil alih menggalinya.


Saat Raka ingin mencakul kembali ia merasakan seperti menyenggol sesuatu, ia pun mencoba menggali menggunakan tangannya untuk melihat benda apa yang mengenai cangkulnya. Saat Raka telah menemukan benda yang itu, ia semapt terkejut tapi bahagia telah menemukan jasad keluarga Tasya.


"Tante, Om, kak Bimo... Raka udah nemuin jasad keluarga kalian."kata Raka memberitahukan mereka.


"Syukurlah..."lega Ibu Andri.


Pihak kepolisian yang mendengar pernyataan dari Raka pun langsung sigap mendekat dan mengambil alih pengangkatan jasadnya.


"Nak... terima kasih banyak telah membantu menemukan jasad mereka."kata Ayah Andri.


"Sama-sama Om... kita semua juga ikut lega sudah menemukan jasad keluarga kak Tasya."jawab Killa tersenyum.


"Nak... setelah ini sering-seringlah berkunjung kerumah kita ya."pinta Ibu Andri.


"Iya tante nanti kita main kesana."sahut Jessie.


"Kalo begitu.. Killa dan yang lain pamit pulang dulu ya tante, Om dan kak Bimo, semoga pelakunya cepat tertangkap."kata Killa berpamitan.


"Iya hati-hati nak..."sahut keluarga Andri.


Killa dkk pun kembali ke mansion, mereka semua sangat lelah lalu menjatuhkan tubuh mereka ke sofa ruang tengah. Killa dkk tak menyadari jika disana juga ada Arga, Felicya juga Laura. Mereka terlalu lelah jadi tak memperhatikan sekitarnya.


"Woii... kalian kenapa sih kayak capek banget gitu?"tanya Felicya.


"Ehh.... maaf kita gak tau kalo ada kalian disini."jawab mereka kompak.


"Itu dijawab dulu pertanyaan kakak Kil..."kata Felicya.


"Ahh iya... jadi kita baru aja menyelesaikan misi yang semalem kak Fel."jelas Killa.


"Syukurlah... terus keluarganya alm. Andri gimana?"tanya Arga.


"Iya mereka juga udah lega jasad mereka ditemukan dan keluarga alm. Andri juga membuka kembali kasusnya, dan mencoba buat ngelacak keberadaan Gilang."sahut Felix.


"Syukurlah... semoga si Gilang itu cepat tertangkap."kata Felicya.


"Aamiin."jawab mereka semua.


***************


Dua bulan sudah penemuan jasad dirumah kosong itu, jasadnya pun telah di makamkan dengan layak. Killa dkk pun semakin dekat dengan keluarga Andri, tak hanya mereka tapi Arga, Felicya, juga Laura.


Gilang selaku pelaku yang telah membantai keluarga Tasya juga telah tertangkap, yang saat itu kebetulan kembali kerumahnya.


Killa yang tak sengaja tertidur di sofa ruang tengah keluarga Andri yang sekarang menjadi keluarganya juga, bermimpi didatangi oleh Tasya dan keluarganya.


"Killa..."panggil Tasya.


"Kak Tasya..."sahut Killa tersenyum.


"Killa.. terima kasih banyak dan tolong jaga keluargaku anggap mereka keluargamu juga"kata sosok Andri yang diangguki lainnya dan menghilang.


Tiba-tiba Killa terbangun dari tidurnya..


"Iya kak Killa akan jaga mereka karena mereka sekarang keluarga Killa juga."gumam Killa.


End


Malam harinya...