
Masih diwaktu dan tempat yang sama....
Saat melihat sosok itu mereka terkecuali Killa dan Jessie langsung mengalihkan pandangannya. Felix dan yang lain pun heran kenapa Killa dan Jessie tidak kaget saat mwlihat sosok yang berada di belakang Reza, Lalu Daniel pun mulai bertanya saat mereka telah sadar dari keterkejutan mereka...
"Kil, Jess... kalian kok biasa aja saat liat sosok yang berada di belakangnya Reza?"tanya Daniel ke Killa dan Jessie.
Killa dan Jessie pun berpandangan sebentar saat mendengar pertanyaan Daniel dan mereka pun saling mengangguk untuk menceritakan yang sebenarnya.
"Jadii... sebenernya waktu kalian kita berdua berdebat itu kita liat sosok itu sebelum kalian datang."jawab Killa dan di angguki Jessie membenarkan perkataan Killa.
"Iya yang Killa katakan itu benar guys..."sahut Jessie meyakinkan mereka.
"Lalu kenapa kalian berdua bisa memperdebatkan sosok perempuan menyeramkan pula seperti itu?"tanya Felix mulai penasaran.
"Itu karna si Jessie nanya ke gue.."jawab Killa.
"Memangnya si Jessie nanya apaan Kil?"tanya Riri yang tak sabar.
"Jessie nanya ke gue ada hubungan apa sosok menyeramkan itu dengan Reza."jawab killa sambil melirik ke Jessi.
Jessie yang mendapatkan lirikan dari Killa pun hanya bisa nyengir kuda.
"Trus... lo jawab apa Kil?"tanya Alex yang juga penasaran tapi takut.
"Yah... gue cuma jawab gak tau ke Jessie.."jawab Killa santai.
Setelah Killa menceritakan apa yang ia dan Jessie liat, tanpa sepengetahuan sahabatnya Killa diam-diam mengajak sosok misterius itu berkomunikasi lewat batin. Tetapi sosok itu hanya diam saja saat Killa terus-terusan mengajak komunikasi, tapi tetap saja dia tidak mendapatkan informasi apapun. Yang pada akhirnya Killa menyerah.
Skip waktu istirahat selesai....
Saat ini mereka telah berada didalam kelas melanjutkan pelajaran dengan baik dan tenang tanpa gangguan apapun, sampai jam pelajaran usai. Dilanjutkan dengan pelajaran terakhir mereka semua fokus dengan penjelasan oleh guru yang mengajar.
Akhirnya setelah 2 jam terfokus dengan mata pelajaran terakhir bel pulang pun berbunyi.
Kriiing...Kriiing...Kriing...
Killa yang sudah dijemput oleh Pak Maman supirnya pun pamit dengan sahabatnya untuk pulang duluan.
Disisi lain....
Mansion Keluarga Anderson
Felix yang telah sampai di mansionnya, keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk. Saat Felix masuk ke dalam mansion, ia di sambut oleh adik kecil kesayangannya. Yahh Felix punya adik yang umurnya terpaut jauh dengannya, tapi Felix menyanyangi adiknya itu.
Mutya Anderson adalah nama adiknya Felix yang berumur 3 tahun, ia sama seperti Felix memiliki mata batin/Indigo yang merupakan keturunan dari sang papa.
Mutya yang mendengar suara deru mobil kakaknya itupun langsung berlari menuju pintu utama, saat ia melihat Felix sudah masuk kedalam mansion tanpa aba-aba Mutya melompat kegendongan kakaknya itu. Dengan sigap Felix menangkap sang adik, lalu berjalan menuju tangga.
Felix pun menyuruh Mutya untuk bermain dengan Mbak Rina babysitternya. Felix menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumah.
Baru saja ia selesai mengganti seragamnya pintu kamarnya di ketok oleh seseorang...
Tok...tok....tok...
Felix pun segera membuka pintu kamarnya, terlihat lah bibi yang tadi mengetuk pintunya.
"Ada apa bi?"tanya Felix ke bibi.
"Tuan Rangga dan Nyonya Syella manggil buat makan siang bersama den.."jawab bibi.
"Ohh... yaudah ayo kita turun bi."sahut Felix lagi.
Felix pun menuruni tangga dan langsung pergi ke meja makan menemui Mama dan Papa serta adiknya. Sesampainya di meja makan Felix langsung duduk dan mulai makan bersama.
Setelah selesai makan siang bersama, mereka menyempatkan untuk berkumpul walaupun hanya sebentar. Tiba-tiba Mama Syella menanyakan perkembangan sekolahnya Felix...
"Lix, gimana sekolah kamu baik-baik aja kan?"tanya sang Mama