
Saat Killa sedang memperhatikan sosok sinden yang berada didekat laki-laki itu, tiba-tiba saja Riri membuat nya terkejut saat Riri menepuk pundaknya.
"Ishh Riri... lo bikin kaget aja deh..."protes Killa pada Riri.
"Ya maap Kil... abisnya lo dari tadi ngeliat tuh sosok sinden gak kedip dan intens banget."kata Riri.
"Iya Kil.. emangnya ada apa dengan sosok sinden itu sampe lo ngeliatnya gitu banget."sahut Siska yang diangguki Jessie disampingnya.
"Gue ngerasa kalo laki-laki itu dan sosok sinden itu seperti ada hubungannya dengan tragedi kecelakaan beruntun ini."jawab Killa.
"Lo dapet pemikiran itu darimana sih Kil?"tanya Jessie.
"Entahlah Jes.. yang pasti firasat gue mereka ada hubungannya, tapi gue gak tau itu apaan."jawab Killa lagi.
Tak lama kemudian, Felix dan Raka pun kembali dari rs dengan membawa anak kecil laki-laki itu bersama mereka berdua.
"Kil..."panggil Felix.
"Iya?"tanya Killa pada Felix.
"Lalu gimana dengan anak ini?"tanya Felix pada Killa.
"Yaudah... tinggal sama kita aja gak papa kali Lix."jawab Killa.
"Trus.. kak Arga gimana sama yang lain?"tanya Raka.
"Udahh... itu ntar gue ngomong sama mereka. Ohh iya.. soal ibu dan balita itu gimana? Mereka baik-baik aja kan?"tanya Killa beruntun pada Felix dan Raka.
"Alhamdulillah Kil.. mereka berdua bisa diselamatkan tepat waktu."jawab Raka lega yang disetujui oleh Felix.
"Syukur dehh.."kata Killa.
"Yaudahh... mending kita balik aja ke mansion yok guyss, nanti dilanjut disana aja ngobrolnya."ajak Alex pada semua sahabatnya itu.
"Okey daddy...."jawab mereka kompak.
"Buseet... gue dipanggil daddy, dikira gue bapak lo pada apa.."protes Alex
"Udahh ayookk... katanya mau balik."sahut Daniel.
Akhirnya setelah tragedi itu telah teratasi, mereka pun kembali ke mansion dengan membawa anak kecil laki-laki bersama mereka. Sesampainya di mansion, ternyata Arga telah pulang. Arga heran melihat adik-adiknya itu pulang membawa anak kecil laki-laki bersama mereka.
"Bentar... kalian kok bawa anak kecil?"tanya Arga pada semua adiknya.
"Ini anak korban kecelakaan beruntun depan kampus kita kak."jawab Felix.
"Trus orang tuanya?"tanya Arga lagi.
Saat Arga bertanya seperti itu, anak laki-laki itu hanya menunduk sedih. Killa yang paham dengan keadaan anak itu memeluknya, dan menjelaskan pada kakaknya.
"Orang tuanya udah meninggal dunia kak, saat diperjalanan menuju rs."jelas Killa kepada Arga.
Arga yang telah mengerti saat dijelaskan oleh Killa pun meminta maaf dan mencoba untuk mengajaknya ngobrol.
"Nama kamu siapa?"tanya Arga.
"Namaku Yoga kak."jawab Yoga sambil menundduk.
"Yoga... mulai sekarang kamu gak usah sedih lagi ya, ada kita disini dan kamu boleh tinggal disini bareng kita semua."kata Arga.
"Beneran kak?"tanya Yoga tak percaya..
"Iya Yoga boleh....'jawab Arga yakin dan tersenyum pada Yoga.
Killa dkk yang mendengar perkataan Arga pun hanya bisa tersenyum.
"Ngomong-ngomong umur Yoga berapa?"tanya Daniel tiba-tiba.
"Umur Yoga 9 tahun kak Daniel."jawab Yoga.
Yoga telah mengenal Killa dkk saat tragdei itu terjadi dan saaat dimobil pun ia sempat diajak bicara juga dihibur oleh Killa dkk agar ia tak terlalu sedih dengan kepergian orang tuanya.
Tiba-tiba saja, Laura muncul. Ia menuruni tangga dengan berlarian, membuat semua kakaknya menjadi was-was jika ia terjatuh dari tangga.
"Laura stop.. jangan lari-lari nanti kamu jatuh."kata Arga.
"Dia... siapa kak?"tanya Laura pada kakak-kakaknya itu.
"Kenapa?"tanya Laura lagi.
"Laura... kak Yoga basru saja mengalami musibah, ia dan orang tuanya mengalami kecelakaan. Dalam kecelakaan itu, orang tuanya kak Yoga meninggal dunia menginggalkannya bersama kita disini."jelas Killa pada Laura pelan-pelan agar ia mengerti.
Laura yang mendengar penejelasan dari Killa pun perlahan mengerti dan mulai menerima Yoga sebagai kakaknya juga.
*******************
Pada malam harinya, mereka semua berkumpul diruang tengah. Killa dkk saat itu sedang mengerjakan tugas kuliah mereka di laptop masing-masing. Begitu pula dengan Arga yang sedang mengerjakan pekerjaan kantornya. Sedangkan Laura, Zia dan Yoga sedang bermain bersama yang berada tak jauh dari mereka. Lia sedang berada didapur membuat cemilan dan minuman segar untuk mereka semua yang ada diruang tengah.
Disaat Killa sedang fokus mengerjakan tugas kulianya, samar-samar ia mendengar suara seseorang yang sedang menangis. Killa juga sempat menghentikan pekerjaannya sebentar hanya untuk memastikan suara yang ia dengar tadi, tetapi suara itu telah menghilang.
Killa pun kembali melanjutkan mengerjakan tugas kuliah. Tak lama ia kembali mengerjakan tugasnya, ia kembali mendengar suara orang menangis kembali. Kali ini tak hanya Killa yang mendengar, melainkan semua orang yang berada disana termasuk Lia yang baru saja datang dari dapur.
Laura, Zia, dan Yoga pun berlari menuju Killa dkk juga Arga, mereka bertiga ketakutan saat mendengar suara menangis itu. Killa dkk pun mencoba untuk mengecek sumber suara tangisan itu berasal.
Ternyata suara tangisan itu berasal dari pohon mangga depan mansion Killa. Killa pun mengahmpiri sosok itu berada.
"Permisi...."kata Killa pada sosok itu.
Sosok itu pun menoleh kearah Killa, Killa yang melihat sosok itu pun terkjeut sekaligus mengenalinya. Sosok itu adalah salah satu korban kecelakaan beruntun yang terjadi didepan kampusnya.
"Tolooong...."kata sosok itu.
"Apa yang harus aku tolong mbak?"tanya Killa pada sosok perempuan dewasa darinya itu.
"Tolong aku... tolong lepaskan aku dari belenggu laki-laki yang telah menyebakan kecelakaan itu."jawab sosok itu.
"Lalu bagaimana bisa mbak keluar dari belenggu itu?"tanya Killa pada sosok itu.
"Aku bisa kabur saat ia tak sengaja memecakan botol tempatku dibelenggu olehnya."jawab sosok itu lagi.
"Kata mbak, laki-laki yang menyebabkan kecelakaan itu apa maksudnya?"tanya Felix penasaran juga bingung.
"Iyaa... laki-laki itu memakai jubah berwarna hitam, ia juga selalu didampingi oleh sosok sinden yang cantik. Laki-laki itulah yang menyebabkan kami semua mengalmi kecelakaan beruntun itu, karena ia melakukan pesugihan dengan sinden itu."jelas sosok perempuan yang bernama Tya.
"Iya.. gue liat laki-laki itu dan sinden itu juga mbak, mereka saat kecelakaan terjadi, memang mereka berada disana meliaht dengan senyuman yang puas."kata Killa tiba-tiba.
Sontak membuat ke-7 sahabatnya itu terkejut dengan pernyataan Killa barusan. Karena Killa tak menceritakan apapun saat pulang ke mansion pada mereka, kecuali Riri juga Jessie.
"Jadi kecelakaan beruntun ini disengaja untuk mendapatkan tumbal."jelas sosok Tya pada mereka.
"Jadi kalian korban yang ditumbalkan oleh laki-laki itu."kata alex tak percaya juga geram.
Setelah menejelaskan pada Killa dkk, sosok Tya menghilang. Killa dkk pun kembali masuk dan menuju ruang tengah menemui kakak dan adiknya. Saat Killa dkk sampai diruang tengah, Arga langsung menanyakan padanya apa yang terjadi.
"Kil... ada apa?"tanya Arga.
"Itu sosok korban kecelakaan beruntun dikampus kita kak... ternyata dia adalah korban dari orang yang melakukan pesugihan yang dilakukan orang itu."jelas Killa pada Arga.
"Maksudnya?"tanya Lia yang masih bingung.
"Jadi... kecelakaan yang terjadi dikampus itu adalah kecelakaan yang disengaja oleh seseorang untuk mendapatkan tumbal untuk pesugihan yang ia lakukan saat ini mbak."jelas Daniel pada Lia.
"Katanya juga dia dan para korban yang lain sedang dibelenggu dalam botol, ia bisa kabur karena orang itu tak sengaja menyenggol botol itu lalu ia kabur sampai kesini. Dan juga dia menceritakan tentang laki-laki itu."lanjut Raka.
"Ehh tapi... Kil kata lo tadi lo ngeliat laki-laki yang dibilang sama sosok mbak Tya tadi kan?"tanya Siska pada Killa yang langsung diangguki Killa.
"Iya... ciri-cirinya juga sama yang diceritakan oleh sosok mbak Tya tadi. Trus juga sosok sinden itu memakai kebaya berwarna merah, sosok sinden itu juga cantik."jelas Killa pada semua orang yang disana.
"Udahh.... kita istirahat aja dulu, ini dah malem banget. Besok kita bahas lagi aja."saran Raka pada mereka.
"Yaudah deh..."jawab mereka kompak.
Saat mereka hendak menuju kamar masing-masing, tiba-tiba saja Laura berkata....
"Kak Killa... Laura tidur bareng kakak ya, Laura takut."kata Laura yang diangguki Killa.
Akhirnya mereka pun masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat dan mulai memasuki alam mimpi mereka masing-masing.
Keesokan harinya....