
Flashback On
Melani saat liburan kuliah semester ia diajak oleh kedua orangtuanya untuk mengunjungi rumah neneknya yang berada diperkampungan, Melani sangat bahagia mendengarnya karena ia sudah lama tak berjumpa dengan neneknya. Melani dan kedua orang tuanya memutuskan untuk berangkat besok paginya. Melani dan kedua orang tuanya pun segera mem-packing barang yang akan dibawa oleh mereka. Setelah selesai packing Melani memutuskan untuk beristirahat, karena ia tak ingin bangun kesiangan.
Keesokan harinya, Melani dan kedua orang tuanya telah bersiap-siap dan langsung berangkat. Saat diperjalanan Melani hanya sibuk memainkan ponselnya hingga ia lelah dan tertidur. Sesampainya diperkampungan tempat neneknya tinggal sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, saat Melani dan kedua orang tuanya masuk kedalam rumah mereka disambut hangat oleh nenek juga saudara ibunya dan juga saudara sepupu Melani. Melani dan kedua orang tuanya mengobrol sangat lama, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.
Pagi harinya Melani diajak oleh saudara sepupunya yang bernama Vira untuk berjalan-jalan disekitar pedesaan tempat neneknya tinggal. Sampai mereka berhenti disungai yang tempatnya sangat indah, Melani dan Vira pun duduk untuk beristirahat sejenak sambil menikmati indahnya pemandangan didepan mata. Melani dan Vira mengobrol sambil bercanda, tawa mereka sampai tak terkontrol. Sampai akhirnya Melani dan Vira memutuskan untuk pulang kerumah neneknya, saat beranjak dan mulai berjalan Melani tak sengaja menginjak sesajen yang berada didekatnya. Melani lalu membenarkan dan menaruhnya ditempat yang aman dengan niat hati agar orang-orang tak ada yang menginjaknya lagi.
Sesampainya dirumah neneknya, Melani dan Vira duduk diteras rumah sejenak untuk melepas lelah. Melani mulai merasa sedikit gelisah, ia tak tahu kenapa. Akhirnya Melani tak terlalu menghiraukan rasa kegelisahannya dan melanjutkan obrolan mereka berdua. Sampai akhirnya, mereka berdua dipanggil untuk makan siang bersama. Setelah selesai makan siang, Melani ikut berkumpul dan mengobrol bersama dengan keluarga yang lainnya hingga petang.
Malam harinya, setelah selesai makan malam bersama-sama keluarga Melani sedang berkumpul dengan sanak saudara yang baru saja berkunjung kerumah neneknya. Melani awalnya tak merasakan apapun saat mereka sedang asik mengobrol satu sama lain. Melani yang tak sengaja melihat kearah pintu dapur, ia melihat seperti sosok tinggi besar yang sedang duduk disana. Melani tahu jika sosok itu adalah sosok tak kasat mata, ia langsung saja menyibukkan diri dengan mengobrol dengan saudara sepupunya. Melani saat itu mencoba melihat kearah pintu dapur, ternyata sosok itu sudah tidak berada disana. Tetapi Melani merasa punggungnya sangat pegal seperti ada beban disana, tetapi tak dihiraukan olehnya.
Setelah 2 minggu mereka berada didesa tempat tinggal neneknya, Melani dan keluarganya pun dengan berat hati mengatakan untuk kembali ke Jakarta dengan beralasan Melani yang beberapa hari lagi akan memasuki kuliahnya kembali. Setelah berpamitan kepada seluruh keluarga yang lainnya, Melani dan keluarganya pun berangkat dengan mobil mereka menuju Jakarta.
Flashback Off
"Jadi lo udah tahu kalo ada sosok Genderuwo yang ngikutin lo Mel?" tanya Siska.
"Iya Sis... gue tau. Soalnya gue pernah ngeliat sosoknya waktu dirumah nenek gue juga dirumah gue." jawan Melani takut.
"Kayaknya sosok Genderuwo ini marah sama lo Mel, karena lo udah mindahin sesajen miliknya." tebak Jessie yang diangguki ketujuh sahabatnya.
"Iya bener tuh kata Jessie...." sahut Riri.
"Gini aja Mel... gimana lo minta maaf sama sosok Genderuwo itu supaya lo gak diikutin sama dia lagi." kata Daniel memberi saran pada Melani.
"*Ta*pi..."