The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Penyelidikan Part 3



Pagi harinya mereka mulai menjalankan rencana mereka yang mau menangkap pelaku teror dan teluh untuk bertujuan menghancurkan keluarga Killa.


Alex dan Daniel berangkat ke perusahaaan bersama Arga dengan mobil yang berbeda. Sesampainya di kantor, Arga masuk dan langsung menuju ruangan kerjanya. Sedangkan Alex dan Daniel menunggu di luar tak jauh dari kantor.


Sudah hampir seharian mereka berdua mengawasi dari luar kantor tapi masih belum ada tanda-tanda pak Anto akan keluar padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 17.00 sore. Beberapa menit saat Alex dan Daniel menunggu, akhirnya pak Anto keluar dari kantor Arga.


Mereka berdua mulai mengikuti ke mana pak Anto pergi, untungnya pak Anto tidak menyadari jika ia sedang di ikuti oleh Alex juga Daniel. Pak Anto ternyata menuju rumah Agus yang merupakan client Arga dan mantan teman baiknya.


Alex dan Daniel berhenti tak jauh dari pak Anto yang memberhentikan mobilnya di depan rumah Agus agar mereka berdua tidak di curigai. Dan beruntungnya mereka berdua, pak Anto dan Agus mengobrol tak jauh dari mboil mereka (sebelumnya mereka dah ngumpet duluan ya...). Daniel pun langsung sigap mengeluarkan ponselnya untuk merekam percakapan mereka sebagai barang bukti selanjutnya.


"Pak Anto rencana pengiriman telu ke mansionnya Arga berhasil kan ?"tanya Agus.


"Tentu saja berhasil.... rencananya saya akan mengirimkan teluh itu kembali tetapi dengan teluh yang lebih berbahaya."jawab pak Anto.


"Kali ini aku ingin Arga hancur pak Anto, pokoknya sehancur-hancurnya hahaha...."kata Agus sambil tertawa jahat.


"Tentu... karna saya juga menginginkan itu juga sejak dahulu. Saya akan ke dukun yang sama malam ini."jelas pak Anto kepada Agus.


"Lakukanlah dengan rapi pak Anto, agar kita tidak ketahuan oleh Arga."kata Agus.


"Iya tentu Gus... baiklah kalo begitu saya pergi dulu takut nanti ada yang mencurigai kita."kata pak Anto.


"Iya silakan pak Anto..."sahut Agus.


Setelah selesai mendatangi ruma Agus pak Anto pun pergi dan menuju rumah dukun yang ia katakan dengan Agus tadi, masih dengan di ikuti oleh Alex dan Daniel. Rumah dukun itu ternyata lumayan cukup jauh dari rumah Agus. Setelah menghabiskan waktu sekita 45 menit, akhirnya mereka sampai di rumah dukun itu.


Tak menunggu lama pak Anto pun bergegas masuk ke ruma dukun itu. Alex dan Daniel pun menuju ke rumah dukun itu untuk mendengar pembicaraan mereka di dalam dengan cara mengintip di jendela yang terbuka dan akan merekamnya juga seperti sebelumnya.


"Mbah saya mau meminta mbah mengirimkan teluh lagi ke mansion yang sama sepertisebelumnya, dan kalo bisa yang lebih parah mbah agar dia hancur. Pokoknya saya dan teman saya mau dia sehancur-hancurnya..."jelas pak Anto.


"Gampang itu.... jangan lupakan bayaran untuk saya."sahut Mbah dukun.


"Baiklah mbak, saya permisi dulu..."kata pak Anto.


Setelah percakapan pak Anto dan mbah dukun itu selesai, ia langsung kembali ke rumahnya. Daniel dan Alex pun sudah mendapatkan 2 bukti untuk menangkap mereka tinggal menunggu penemuan benda yang Killa maksud. Mereka berdua pun langsung bergegas untuk pulang ke mansion.


Sebelumnya di mansion....


Killa dan teman-temannya yang lain pun segera mencari benda yang biasa menjadi media pengiriman teluh, mereka terus saja mencari benda tersebut. Sampai akhirnya Felix menemukan benda yang menurutnya aneh juga agak mencurigakan, Felix pun langsung saja berteriak memanggil semua temannya agar mereka segera datang.


"Woiiii guysss..... sini dehh..."teriak Felix


"Apaan sih Lix?"tanya Riri.


"Iya Lix ada apaan?"tanya Killa lagi.


"Terus bendanya mana? Siapa tau memang benda itu yang kita cari sedari tadi kan?"tanya Killa.


"Ini Kil bendanya..."jawab Felix sambil mengeluarkan benda yang di temukannya dari dalam saku celananya.



"Hmm... Lix coba lo buka deh."saran Raka.


"Yaudah bentar..."jawab Felix.


Felix pun membuka ikatan kain di benda yang mirip seperti pocong itu dengan di saksikan semua sahabatnya dan tak lupa juga Siska memvideokannya sebagai bukti juga. Saat benda itu di buka terlihatlah adanya paku, rambut, jarum, dan juga jarum penitih.


Mereka semua sangat terkejut melihat isi benda tersebut, dan juga merasakan sedikit kesal dengan pelakunya.



"Gilaaa... ya tuh orang sampe segininya mau buat orang hancur bener-bener gak ada hati."kata Jessie kesal.


"Udah Jess... yang pernah gue denger sih jika benda ini udah di temukan kita harus membakarnya sampai habis tak tersisa."kata Killa menenangkan Jessie.


"Yaudah Lix, lo bakar deh tuh benda. Biar nih mansion gak ada teror atau pun kiriman teluh lagi, dan gue juga udah siapin korek jika benda itu di temukan."kata Raka.


Felix pun mengambil korek yang di berika oleh Raka untuk segera membakar benda tersebut, sebelum mereka mengirimkan teluhnya kembali.


"Ohh iya... gue pernah denger kalo benda ini di bakar, maka teluh yang akan mereka kirim ke sini akan berbalik ke arah mereka sendiri."jelas Siska.


"Dan juga Kil... kita harus secepatnya memagari mansion ini biar gak ada orang yang bisa ngirim-ngirim teluh lagi ke sini."lanjut Riri.


"Iya nanti kita akan cari ustadz yang ahli dalam hal gaib kayak gini, bendanya juga udah habis kebakar sekarang kita masuk yok.... bentar lagi mereka pada pulang."saran Killa.


"Yaudah... ayokk..."jawab mereka bersama.


Tak lama mereka masuk ke dalam mansion Arga kembali dari kantor tanpa Daniel dan Alex, membuat mereka bertanya kepadanya.


"Kak... Daniel sama Alex mana? Kok gak sama kakak sih pulangnya?"tanya Killa beruntun.


"Iya memang.... karena mereka lagi ngikuti pak Anto ke mana ia pergi dan mereka juga belum mengabari kakak saat jam kantor usai tadi."jawab Arga.


"Semoga aja mereka gak ketahuan ya..."kata Jessie cemas.


Bukan hanya Jessie, tapi semuanya merasakan hal yang sama seperti Jessie mencemaskan mereka berdua. Ada rasa takut jika mereka ketahuan dalam menyelidiki pak Anto. Mereka hanya bisa berdoa kalau mereka baik-baik saja dan berhasil mendapatkan buktinya.


Sampai akhirnya.....