
Flashback On
Awalnya, FK Company mengirimkan berkas kerjasama pembangunan taman kota yang akan dilakukan oleh RA Corps, dan berkas itu diterima oleh perusahaan RA Corps. Saat pertemuan pertama untuk melakukan meeting bersama, pihak RA Corps membatalkan meeting mereka karena ada hal yang lebih penting dan meminta sekertarisnya untuk menjadwal ulang pertemuan mereka. Fikri selaku pimpinan, merasa seperti dihina saat Arga membatalkan meeting pertama sekaligus tanda tangan kontrak kerja sama.
Setelah beberapa hari, sekertaris Arga mengatakan jika sebelum makan siang ia akan ada meeting bersama FK Company. Arga yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala tanda ia mengerti dan sambil mengerjakan berkas-berkas yang berada dimejanya. Saat sudah waktunya untuk melakukan meeting, Arga pun bersiap-siap menuju ruang meeting bersama sekertarisnya. Saat meeting, pihak FK Company melakukan presentasi terlebih dahulu dan menjelaskan konsep dan tema yang ia buat. Saat Fikri telah menyelesaikan presentasinya, Arga mengatakan bahwa ia tak terlalu menyukai konsep yang Fikri buat sebelumnya dan juga ia menolak untuk memakai konsep yang diajukan oleh Fikri tetapi Arga tetap menanda tangani kontrak kerja sama dengan Fikri. Arga juga memutuskan untuk memakai konsep dan tema yang telah ia buat sebelumnya. Fikri yang mendengar perkataan Arga merasa sakit hati juga dendam, lalu ia memutuskan pulang dan mencari dukun untuk membalaskan dendamnya kepada Arga. Arga yang tak sengaja lewat dari arah belakangnya pun mendengar gumaman Fikri, tetapi ia tak tahu Fikri pergi ke dukun untuk menyerang pada siapa.
Flashback Off
"Ehmm..... berarti kakak sendiri yang udah buat dia dendam, apalagi kakak dah denger gumaman dia gitu.."kata Killa mengomentari cerita kakaknya, Arga.
"Ya kakak juga gak tau jika itu buat dia ngerasa sakit hati juga mudah dendam sama orang..."sahut Arga.
"Tapi bentar deh... Kil lo tau dari mana kalo si Fikri ini koleganya kakak lo?"tanya Siska yang diangguki oleh yang lainnya, termasuk Arga.
"Iya Kil... lagian kakak juga gak pernah cerita sama kamu deh.. kamu tau dari mana?"tanya Arga juga.
"Oke Killa ceritain, tapi Killa mau tanya sama kalian semua. Kalian tadi ditampakkin kan sama sosok siluman ular?"tanya Killa.
"Iya Kill... kenapa emangnya?"tanya Daniel.
"Jadi gini... sosok siluman ular ini juga sempet nampakkin dirinya ke Killa. Tanpa sepengetahuan kalian, Killa itu ngajakin sosok itu ngobrol ternyataa...."kata Killa memutuskan ceritanya dan melihat reaksi semua yang begitu penasaran.
"Aduhh... lanjutin dong Kil."sewot Riri.
"Okeoke... ternyata sosok siluman ular itu bukan bagian dari sosok yang dikirimkan oleh Fikri kesini, tapi sosok itu diminta oleh om pocong yang tinggal dipohon halaman mansion kita."kata Killa melanjutkan ceritanya.
"Diminta om pocong alay maksudnya Kil? Kenapa ? Buat apaan?"tanya Alex beruntun.
"Satu-satu napa nanya-nya Lex..."protes Jessie.
"Iya bener Lex, jadi om pocong meminta sosok siluman ular ini untuk menjaga kita semua disini dari ganasnya sosok-sosok yang meneror kita ini."jelas Killa lagi yang membuat semua yang mendengarnya menghela nafas lega.
"Jadi dia baik kan Kil?"tanya Arga yang masih agak ragu.
"Iya kak dia baik...."jawab Killa sambil tersenyum.
"Lau... ada apa?"tanya Killa sambil membuka selimut yang menutupi tubuh mungilnya.
"Kak, hiks...hiks...hiks... tadi Lau liat hiks...hiks...hiks... pocong serem hiks...hiks... dia lagi gelitikin telapak kakinya Lau kak."jawab Laura menangis sambil memeluk Killa ketakutan.
"Yaudah gak papa... Lau tidur lagi aja ya, kakak sama kakak-kakak yang lain disini deket Lau gak kemana-mana kok..."kata Killa sambil mengelus punggung Laura.
Laura pun hanya mengangguk, lalu memejemkan matanya kembali. Killa dkk pun menepati janjinya, jika mereka tetap berada didekat Laura. Sampai akhirnya, Killa tak sengaja melihat dari ujung matanya ada dua sosok harimau putih bercahaya yang sedang berjaga dipintu masuk dari dalam.
"Ehmm guyss... kalian semua liat gak ada dua sosok harimau putih bercahaya didepan pintu tapi dari dalem dekat kita ini?"tanya Killa sambil berbisik.
"Iya Kil.. gue liat."jawab Raka dan Riri bersamaan sambil berbisik.
"Sama gue juga liat Kil..."sahut Jessie sambil berbisik juga yang diangguki Daniel juga Alex.
"Iya yank... aku juga liat hal yang sama."lanjut Felix ikut berbisik.
"Iya Kil gue juga tuh..."jawab Siska berbisik juga.
"Dua sosok harimau putih ini menurut gue sih baik ya guys.... malah mereka juga ikut menjaga kita disini."jelas Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
Setelah mengatakan itu dan mendengar jawaban ketujuh sahabatnya, tak ada lagi yang berbicara. Killa dkk melihat kesekeliling ruangan juga sambil berjaga-jaga dan waspada jika ada serangan fisik yang dilakukan oleh sosok kiriman dari Fikri, walaupun sosok Nyai siluman ular ikut membantu menjaga mereka. Saat itu Killa melihat kearah jendela menuju balkon, ia terkejut melihat ada sosok pocong dengan lidah yang menjulur juga kain putihnya ada sedikit bercak noda darah. Langsung saja Killa mengalihkan pandangannya kearah Felix berada dan memberi kode pada Felix untuk melihat kearah yang ia lihat sebelumnya. Felix pun langsung mengerti dan melihat hal yang sama seperti Killa.
Pukul 02.20 dini hari, sosok kiriman masih setia menampakkan diri juga meneror mereka. Killa yang saat itu sedang merebahkan tubuhnya disamping Laura, tiba-tiba saja mendengar suara tangis lalu berubah jadi tawa cekikikan dari lantai bawah. Refleks Killa melihat kearah ketujuh sahabatnya dan saling berpandangan. Ternyata mereka semua mendengar suara tadi, awalnya mereka ingin memeriksa tetapi langsung dicegah oleh Killa dengan alasan berbahaya.
Beberapa jam kemudian, terdengarlah suara adzan subuh. Killa dkk pun lega, tandanya teror dan penampakkan yang diberikan oleh sosok itu telah berakhir. Killa dkk pun melaksanakan sholat subuh, dengan di imam kan oleh Felix. setelah selesai sholat subuh, Killa dkk pun tidur dan kebetulan mereka ada jadwal kuliah disiang harinya.
Skip