
Karena rasa bersalah yang terus menerus dan bayang-bayang itu, akhirnya Robert memutuskan untuk menyerahkan dirinya kepada pihak berwajib. Dia akan mempertanggung jawabkan semua kesalahannya dimasalalu, tetapi sebelum itu dia akan menemui Arga anak dari mendiang majikannya itu untuk meminta maaf. Saat ini Robert yang ditemani oleh istrinya sudah berada didepan gerbang mansion Killa, Robert menatap penuh rasa bersalah.
Tak mau menunda waktu lagi, Robert dan istrinya mendatangi salah satu penjaga dimansion itu.
"Permisi.. apakah ini rumah tuan muda Arga?"tanya Robert kepada penjaga.
"Betul.. maaf kalo boleh tau bapak ini siapa ya?"tanya sang penjaga kembali.
"Saya Robert.. saya ingin bertemu dengan tuan muda Arga."jawab Robert.
"Baiklah.. tunggu sebentar pak."kata penjaga.
Lalu penjaga itu pun masuk kedalam mansion dan langsung menemukan Arga yang sedang berjalan kearahnya. Arga saat itu bingung melihat penjaga yang masuk kedalam mansion..
"Ada apa pak?"tanya Arga penasaran.
"Itu diluar ada seorang bapak dengan istrinya ingin bertemu sama tuan."jawab penjaga itu.
"Siapa?"tanya Arga lagi.
"Kalo tidak salah namanya Robert."jawab penjaga.
Mendengar nama orang yang telah mencelakai mommy dan daddynya, membuat Arga langsung meminta pada penjaga untuk memintanya masuk kedalam dia ingin tau alasan Robert yang sebenarnya. Setelah itu penjaga yang diminta oleh Arga kembali kepos jaga dan meminta Robert untuk masuk kedalam.
Robert dan istrinya berjalan menuju pintu masuk untuk menemui anak dari majikannya yang ia celakai sampai meninggal dunia. Saat Robert dan istrinya sudah memasuki ruang tamu, ia melihat seorang laki-laki muda tampan juga mapan dihadapannya.
"Selamat datang kembali paman Robert."sambut Arga hangat, ia tau jika Robert melakukannya dengan paksaan juga ancaman.
"Apakah kamu tak marah padaku?"tanya Robert.
"Jujur aku marah, tapi setelah aku mengetahui alasannya aku paham karna posisi paman juga terancam dan tak memiliki pilihan. Lalu kenapa paman kemari?"kata Arga dan bertanya.
Arga yang melihat Robert menyesali perbuatannya berpindah duduk kesamping Robert dan memeluknya.
"Paman.. Arga sudah memaafkan semuanya."kata Arga yang telah mengikhlaskan dengan lapang dada.
Tanpa mereka semua sadari ada dua sosok yang sedang memperhatikan mereka dari jendela dan tersenyum.
"Terima kasih nak.. kalau begitu paman permisi dan pergi kekantor polisi untuk menyerahkan diri, karena paman tak ingin dihantui perasaan bersalah."kata Robert lalu berpamitan.
Sedangkan istri Robert yang melihat suaminya akan menyerahkan diri kepolisi ikut beranjak tetapi dihentikan oleh Arga.
"Bibi.. Arga ingin bibi tetap disini, Arga akan memberikan pekerjaan untuk bibi dirumah ini selagi menunggu paman keluar dari penjara."kata Arga yang melihat istri Robert yang akan beranjak.
"Terima kasih banyak nak.."kata istri Robert.
Tak lama kemudian Killa dkk dan Laura datang dari taman yang berada dibelakang mansion.
"Kakak.."panggil Laura sambil berlari menghampiri Arga.
"Lau.. jangan lari-lari."peringat Arga pada Laura yang kini sudah berada dipangkuannya.
"Hehehe iya kak maaf ya."kata Laura cengengesan.
Killa dkk dan Arga hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Laura yang begitu menggemaskan dimata mereka.
Arga yang tak sengaja melihat kearah jendela, ia pun melihat kedua orang tuanya yang kini tersenyum manis kepadanya dan kepada Killa walaupun Killa tak melihat kearahnya. Lalu sosok kedua orang tua Arga dan Killa pun perlahan menghilang.
'Arga harap mommy dan daddy bahagia dialam sana.'batin Arga.