
Masih diwaktu yang sama....
"Enggak kak... tadi ditaman Killa ketemu, lalu Killa ajak ke sini waktu selesai tutup telepon dari kakak."jelas Killa kepada kak Arga.
Arga yang mendengarnya pun bergidik ngeri, Arga sempat berpikir kenapa adiknya ini begitu berani dengan arwah bergentayangan seperti itu. Untunglah ia tidak memiliki sixsanse seperti adiknya juga teman-temannya, bisa gila dia pikir Arga.
Setelah mengobrol sebentar dengan Killa juga sahabatnya, Arga pamit kekamarnya untuk beristirahat. Saat Arga telah berada di kamar, Killa dkk pun bertanya tentang kisah Rosa si sosok anak kecil ini, lalu Rosa pun menceritakan kisahnya....
Flashback On
Rosa adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, ia berusia 6 tahun. Ibunya meninggal dunia dikarenakan sakit keras. Sedangkan sang Ayahnya seorang pengangguran, suka bermain judi, mabuk-mabukkan, dan suka menyiksanya juga kakaknya. Rosa dan kakaknya terpaksa bekerja untuk menyambung hidup mereka, setiap ia dan kakaknya pulang ayahnya selalu merampas uang yang telah mereka berdua dapatkan hanya untuk berjudi dan mabuk-mabukkan. Jika ia dan kakaknya tidak memberikan uang itu mereka akan disiksa olehnya.
Saat itu kakaknya sedang sakit demam yang cukup tinggi, Rosa pun pergi mencari uang untuk bisa membeli obat juga makanan untuk kakaknya yang sedang sakit. Ayah Rosa yang melihat kakaknya tertidur memaksanya untuk bangun dan mencari uang yang banyak agar ia bisa berjudi juga mabuk-mabukkan seperti biasa.
Beberapa hari kakaknya masih saja sakit, semakin hari sakitnya bertambah parah. Selang dua hari kemudian kakaknya pun sudah menyerah, akhirnya kakak Rosa meninggal dunia. Ayah Rosa yang tau kalau kakak Rosa telah tiada tidak menghiraukan. Setelah kakak Rosa meninggal, Ayah Rosa berpikir untuk membuang Rosa jauh dari rumah agar tak menjadi beban untuknya. Lalu ia dibawa oleh ayahnya pergi ketaman yang pada saat itu sedang membawa boneka yang telah lusuh.
Ayahnya Rosa pun beranjak dan bersiap akan meninggalkan Rosa di taman itu sendiri, Rosa yang melihat sang Ayah yang akan meninggalkannya disana pun menahannya agar tidak pergi. Ayah Rosa pun beralasan kepadanya ia hanya sebentar dan akan menjemputnya kembali saat ia telah selesai dengan urusannya.
Lalu ayahnya Rosa pergi meninggalkannya, Rosa tidak berpikir macam-macam saat itu. Bahkan ia tidak tahu kalau ia telah dibuang oleh ayahnya sendiri. Rosa pun menunggu sang Ayah ditaman yang sama sampai akhirnya ia meninggal karna kelaparan tak lupa bekas memar yang ada ditubuhnya.
Flashback Off
"Begitulah kisahku kak..."kata Rosa sosok anak kecil itu sambil menunduk sedih.
"Iya kak masih... Rosa tinggal di jln. mawar No.15 kak."jawab Rosa kepada Jessie.
"Oke... nanti kita coba cari alamat kamu ya."sahut Killa dan disetujui sahabatnya.
Skip makan siang...
Hari sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, sahabat Killa yang masih berada dimansionnya pun mengajak mereka untuk makan siang bersama tak lupa ia memanggil sang kakak tersayang.
Mereka semua pun makan dengan tenang sampai selesai, lalu Killa dan yang lainnya menuju ruang tengah. Mereka mengobrol ringan juga diselingi canda tawa mereka.
Sosok Rosa pun muncul ditengah-tengah mereka yang sedang asik bercanda, membuat mereka sangat terkejut dengan kedatangan Rosa yang tiba-tiba itu.
"Aduhh Rosaa... bikin kaget aja sih."kata Raka yang di angguki mereka semua.
"Hehehe... maaf kak."cengir Rosa.
"Ada apa Rosa kamu tiba-tiba nongol?"kata Alex.
"Gak papa kak, Rosa mau muncul aja."jawab Rosa sambil nyengir masih dengan wajah pucatnya.
"Ehmm kak kapan kita mulai...."