The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Pembongkaran Dinding Ruang Dosen



Killa dkk pun bergegas berangkat kekampus setelah selesai sarapan. Dimobil mereka semua diam memikirkan bagaimana akan menyampaikan kejadian yang merenggut mahasiswi dikampus untuk yang kesekian kalinya.


Sesampainya dikampus, mereka semua langsung menuju ruang Rektor kampus. Saat diruang Rektor kampus, mereka pun mengetuk pintunya.


Tokk.....tokkk...tokk.....


"Masuk.."jawab pak Rektor.


Killa dkk pun mulai memasuki ruang Rektor bersama-sama. Saat itu pula Rektor kampus melihat mereka dan berkata...


"Kalian lagi..!! sekarang ada kejadian apa lagi?"tanya pak Rektor yang telah paham saat mereka semua datang.


"Pak, kali ini ada kejadian dari mahasiswi yang sayu fakultas dengan kami, mahasiswi itu bernama Lala. Lala dikabarkan menghilang selama 5 hari, singkat cerita kami bertemu dengan arwahnya diruang Dosen lebih tepatnya didindingnya pak."jawab Felix.


"Baiklah... kita akan mengadakan rapat diruang pertemuan dan kalian semua ikut rapat juga kali ini."pinta pak Rektor.


"Baiklah pak."jawab mereka semua.


"Ohh iya... kalian belum mengatakan siapa pelakunya, siapa orang yang tega melakukannya pada Lala?"tanya pak Rektor.


"Nanti kita beritahu saat rapat saja pak, biar semuanya juga tahu pak."jawab Alex.


"Baiklah.. ayo kita pergi bersama keruang rapat."ajak pak Rektor.


"Ayoo pak...."jawab mereka bersama.


Killa dkk dan pak Rektor pun bergegas menuju ruang pertemuan dilantai 4 yang akan dijadikan ruang rapat oleh mereka. Pak Rektor juga telah memberitahukan kepada seluruh Dosen melalui telepon. Tak lama kemudian Killa dkk juga pak Rektor sampai diruang pertemuan, sambil menunggu seluruh Dosen berkumpul semua pak Rektor mengajak Killa dkk berbincang sebentar. Tak menunggu lama, akhirnya seluruh Dosen telah berkumpul diruangan itu.


Pak Rektor pun memulai rapat, ia mengatakan tentang kejadian yang dialami oleh Lala salah satu mahasiswi dikampus mereka. Seluruh Dosen pun terkejut mendengar perkataan dari pak Rektor, kecuali pak Hendra.


Saat pak Rektor masih mengatakan tentang Lala, tiba-tiba saja Felix membisikkan seseuatu pada pak Rektor, yang membuat pak Rektor sangat terkejut dengan bisikan dari Felix.


Singkat cerita, seluruh Dosen pun setuju untuk membongkar dinding diruangan mereka. Pak Hendra pun mulai merasa gelisah, ia takut ulahnya akan ketahuan sama pak Rektor juga seluruh Dosen yang lainnya.


Rapat pun ditutup, seluruh Dosen telah kembali keruangannya. Sedangkan pak Rektor juga Killa dkk masih berada disana, Alex meminta persetujuan pada pak Rektor untuk menelepon pihak kepolisian juga pihak medis yang langsung disetujui oleh pak Rektor.


Tiba saatnya Killa dkk membongkar dinding ruangan Dosen yang disaksikan oleh pak Rektor juga seluruh Dosen. Pihak kepolisian juga pihak medis sebelumnya juga telah sampai dikampus.


Alex dan Raka pun memulai membongkar dindingnya yang berada didekat meja salah satu Dosen yang bernama pak Radit. Dinding yang akan dibongkar ternyata cukup susah untuk dihancurkan, Daniel dan Felix pun bergantian untuk menghancurkan dinding itu.


Cukup lama mereka menghancurkan dinding diruangan Dosen. Tak lama kemudian dinding itu pun runtuh bersamaan dengan terciumnya bau busuk dari jasad Lala. Pihak kepolisian juga telah mempersiapkan kantung jenazah dan akan mengambil alih untuk mengeluarkan jasad Lala yang berada disana.


Saat pihak kepolisian ingin menanyakan tentang pelakunya, tiba-tiba saja Felix membisikkan satu nama ditelinga salah satu polisi disana.


"Apakah disini ada yang bernama Pak Hendra?"tanya polisi.


"Ada pak."jawab pak Mukhtar salah satu Dosen yang tetap berada didalam ruangan.


"Dimana dia berada?"tanya polisi lagi.


"Dia ada diluar ruangan pak."jawab pak Mukhtar.


"Boleh tolong antarkan saya, karena saya tak tahu orangnya."pinta pak polisi.


"Mari pak.."ajak Pak Mukhtar.


Pak Mukhtar pun mengantarkan polisi untuk menemui pak Hendra yang berada diluar ruangan. Saat polisi telah mengetahui pelakunya, mereka langsung saja menangkap pak Hendra disana.


Sosok Lala yang berada disana pun tersenyum bahagia karena kasus ini telah terungkap, ia bisa pergi ke alam selanjutnya dengan tenang.



Selang beberapa hari kemudian, Lia dan anaknya pun mendatangi kantor kepolisian untuk memberikan surat perceraian untuk pak Hendra untuk ditanda tangani olehnya. Dengan berat hati pak Hendra menanda tangani surat perceraian itu.


******************


7 bulan setelah kasus Lala usai, akhirnya Lia pun resmi bercerai dengan pak Hendra. Seperti yang dikatakan Killa kemarin Lia dan anaknya akan tinggal bersamanya dimansion. Saat ini Killa dkk sedang berada dirumahnya pak Hendra untuk menjemput Lia juga anaknya.


"Ayo mbak kita berangkat ke mansion Killa.."ajak Killa pada Lia juga anaknya.


"Iya.. terima kasih banyak Killa dan kalian juga."kata Lia kepada Killa dkk.


"Sama-sama mbak."sahut mereka.


Mereka semua pun berangkat menuju mansionnya Killa. diperjalanan, hanya ada suara musik dari radio mobil tak ada percakapan apa pun disana.


Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka semua pun sampai dimansion. Saat mereka sampai jam sudah menunjukkan pukul 18.00 sore, yang sebentar lagi akan adzan magrib. Mereka pun menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri, Killa juga sebelumnya telah memberitahukan kamar Lia dan anaknya.


Malam harinya....