
"Guyss... apa maksud dari perkataan sosok Kuntilanak itu?"tanya Killa.
"Entahlah... seperti peringatan mungkin."jawab Siska.
"Kalo menurut gue.. itu seperti pesan mereka untuk kita."sahut Felix.
"Pesan...?"tanya mereka bersama.
"Tapi kalo benar itu pesan... lalu pesan dalam hal apa?"tanya Raka.
"Gue juga gak tau Rak... menurut perasaan gue sih dia ngasih pesan ke kita."jawab Felix.
"Pesan tentang kematiannya mungkin..."jawab asal Jessie.
Saat Jessie bicara seperti itu, mereka langsung menoleh ke arah Jessie. Jessie yang bingung dengan tatapan semua sahabatnya seperti pandangan bertanya maksud perkataannya tadi...
"Kenapa kalian liatin nya gitu amat sih?"tanya Jessie.
"Gak... lo kok bisa mikir sejauh itu Jess? Kita aja gak kepikiran sampe sana loh.."tanya Daniel yang di angguki yang lain.
"Enggak sihh... gue juga asal bilang aja.."jawab Jessie.
"Tapi... kalo memang bener yang dikatakan Jessie gimana?"tanya Killa.
"Mungkin gak yah... kalo teror yang mereka lakukan ini untuk menyuruh kita segera pergi dari Villa ini dikarenakan adanya bahaya yang akan mengancam kita?"tanya Alex spontan.
Mendengar pertanyaan Alex seperti itu membuat semua sahabatnya khawatir juga bertanya-tanya hal apa yang akan terjadi pada mereka kalau itu benar.
"Guyss... gini aja, kita beresin semua barang-barang kita untuk jaga-jaga jika itu benar. Jadi, sebelum itu terjadi kita sudah siap."saran Felix.
"Yaudah ayokk..."jawab mereka setuju.
Mereka pun langsung menuju kamar mereka masing-masing, untuk membereskan barang mereka.
POV Killa
Saat Killa sedang membereskan semua barangnya juga milik Mutya ia melihat sosok Kuntilanak tadi yang berada di jendela kamar Siska. Killa pun mengajaknya berkomunikasi agar ia tahu pesan apa yang ingin disampaikan olehnya...
"Haii tante Kunti... maaf aku mau tanya kenapa kamu menyuruh kita segera pergi dari Villa ini?"tanya Killa.
"Karena saat kalian akan tidur kembali, mereka akan membakar Villa ini lagi seperti sebelumnya."jawab Kuntilanak itu.
"Siapa?"tanya Killa lagi.
"Fajar anak pemilik warteg yang tak jauh dari sini."jawab Kuntilanak itu.
Killa yang mendengar itupun sangat kaget dan juga bingung...
"Benar.. dialah yang membunuh kita semua."sahut pocong yang Killa liat pada saat mereka diteror pertama kalinya.
"Jadii... kalian adalah keluarga Wildan yang diceritakan olehnya sendiri?"tanya Killa sedikit takut, juga Mutya yang bersembunyi dibelakang Killa.
"Jangan takut... kalian pergilah sekarang dan tinggalkan Villa ini."jawab sosok pocong itu.
"Apa karena ini kalian meneror kami terus menerus?"tanya Killa yang dijawab oleh anggukan Pocong juga Kuntilanak itu.
"Baiklahh kita akan pergi sekarang juga dan terima kasih telah menyelamatkan kami semua..."jawab Killa.
Setelah selesai Killa langsung menunggu teman-temannya yang lain dikamar Siska dengan menggandeng tangan Mutya.
POV Killa Off
Sesampainya Killa dan Mutya dikamar Siska, ternyata mereka sudah berkumpul disana. Langsung saja Killa mengajak mereka semua pergi dari Villa itu, sahabatnya yang mendengar perkataan Killa pun bingung.
"Guyss... kita pergi sekarang dari Villa jangan ditunda lagi."kata Killa.
"Kenapa Kil?"tanya Riri yang di setujui yang lain.
"Udahh... ntar gue ceritain dimobil semuanya ayokk.."jawab Killa meyakinkan mereka.
Akhirnya malam itu juga Killa dkk juga Mutya memutuskan untuk pergi dari Villa itu. Tak berapa jauh dari Villa Killa meminta berhenti sebentar, karena ia mau memastikan perkataan sosok Pocong juga Kuntilanak itu benar atau tidak. Tak menunggu lama, Killa melihat seorang laki-laki bernama Fajar anak dari bu Laila yang sempat mereka temui saat ia menjaga warteg masuk ke dalam halaman Villa dengan membawa sesuatu ditangannya.
Tak lama Fajar pun keluar dari halaman Villa itu dan berhenti sebentar sambil mengeluarkan sesuatu dalam kantong jaketnya, dan dilemparkannya kedalam halaman Villa. Terjadilah kebakaran seperti yang dikatakan oleh sosok Pocong juga Kuntilanak yang selalu meneror mereka.
"Yokk guys lanjut.."kata Killa.
"Kil.. katanya lo mau cerita dan kenapa Bu Laila masuk kedalam Villa itu?"tanya Felix.
"Oke gue ceritain... jadi sewaktu gue dan Mutya lagi beres-beres barang, sosok Kuntilanak yang kita liat dijendela kamar Siska tadi muncul dikamar itu dan bilang kalo Villa itu akan dibakar oleh Fajar anak dari bu Laila seperti sebelumnya dan dibenarkan juga oleh sosok pocong yang meneror kita dari hari pertama kita datang."jelas Killa kepada semua sahabatnya.
"Jadi mereka meneror kita itu untuk menyelamatkan kita agar tidak menjadi korban selanjutnya oleh Fajar?"tanya Alex yang diangguki oleh Killa.
"Lalu... siapa sosok kuntilanak dan pocong itu ? Ahh iya, juga sosok hantu anak kecil, satu anak laki-laki, serta anak perempuan yang seperti remaja itu?"tanya Siska.
"Mereka adalah keluarga Wildan yang diceritakan langsung dari ibu pelakunya sendiri."jawab Killa.
"Apaa?"teriak mereka bersama dan diangguki oleh Killa.
Akhirnya Killa dkk juga Mutya memutuskan untuk pulang saja ke Jakarta pada malam itu, Killa juga meminta mereka beristirahat dimansionnya saja saat sudah sampai pagi harinya.
Skip....