
Mereka pun diantar oleh ibu pemilik warteg untuk ke Villa yang dikatakan sebelumnya. Setelah mereka berjalan sekitar 15 menit mereka pun sampai di Villa tersebut. Mereka melihat Villa itu seperti tidak terawat sama sekali.
Bu Laila pun mendekat ke penjaga Villa, Killa dkk tidak tahu apa yang dikatakan oleh Bu Laila dan penjaga Villa itu. Tak lama kemudian Bu Laila mendekat ke arah mereka semua, dan bertanya tentang Villa yang ia tunjukkan.
"Nak... gimana Villanya ? Apa kalian mau?"tanya Bu Laila.
"Nanti kita diskusikan lagi bu bareng-bareng di Villa Melati."jawab Felix sambil tersenyum canggung.
"Ohh baiklah... kalo begitu kita pulang sekarang saja ya..."kata Bu Laila.
"Iya bu.. ayoo."jawab mereka bersama.
Killa dkk pun berpisah dengan Bu Laila saat telah sampai di depan warteg miliknya, mereka juga pamit untuk ke kembali ke Villa untuk beristirahat.
Sesampainya di Villa....
"Gila ya tuh ibu Laila masa iya kita dikasih saran sama Villa yang udah gak kerawat gitu."kata Siska.
"Iya Sis bener..."jawab Daniel.
"Jadi gimana? Kita mau tetep di Villa ini atau kita pulang aja?"tanya beruntun Alex.
Mereka yang mendengar pertanyaan Alex pun hanya menggeleng. Lalu....
"Nanti sehabis makan malam kita bicarain lagi diruang tengah seperti biasa... gimana?"tanya Raka memberi saran.
Skip sore harinya....
Mereka yang berada diruang tengah pun melakukan aktivitas masing-masing. Sampai akhirnya, Killa memecah keheningan dengan berkata....
"Guyss kita masak aja gimana untuk makan malem dari pada kita beli teruskan, kan lumayan hemat juga kita dan gak terlalu banyak pengeluaran."saran Killa.
"Iya bener tuh.."jawab Riri.
"Kita semua setuju Kil.."jawab yang lainnya.
"Oke deh..."jawab Killa.
Killa pun mulai beranjak dari tempat duduknya, baru saja Killa mau berjalan ke dapur tiba-tiba....
"Kil... gue bantu ya."tawar Jessie.
"Boleh Jess... yook"ajak Killa.
Killa pun berjalan ke dapur untuk memasak yang dibantu oleh Jessie agar cepat selesai. Selagi Killa dan Jessie masak, yang lainnya pergi ke ruang tengah untuk bersantai juga menonton TV.
POV Killa & Jessie
Killa dan Jessie yang saat ini berada didapur sedang mempersiapkan bahan untuk dimasak juga bumbu dkk. Saat mereka sedang sibuk dengan tugas masing-masing, Killa sedang mengupas bawang itu pun di jahili oleh hantu anak kecil perempuan yang berwajah pucat.
Hantu anak kecil itu mengambil bawang yang akan dikupas lagi, itu terjadi berulang kali membuat Killa harus mengambil lagi bawang yang telah berkurang. Killa sebenernya cukup kesal dengan kejahilan hantu anak kecil perempuan itu.
"Haduhh...udah deh ya gak usah jahil terus. Gue bisa liat lo ya hantu anak kecil."gumam Killa.
"Hehehehe...."hanya cengiran sebagai jawaban darinya dengan wajah pucat.
Tak disangka Jessie pun mengalami hal yang sama, ia juga dijahili oleh hantu anak kecil perempuan itu saat sedang mencuci sayuran dengan keran air yang selalu dimatikan terus menerus. Saat Jessie ingin mencuci ikan kerannya kembali dimatikan oleh hantu anak kecil itu membuat Jessie sangat kesal.
"Udah dehh gak usah jahil... gue mau masak."kata Jessie dengan suara kesal dan didengar oleh Killa.
Killa yang mendengar Jessie kesal pun menoleh dan mendekat ke arah Jessie.
"Lo dijahilin juga Jes sama tuh hantu anak kecil?"tanya Killa.
"Iya nih Kil, loh dijahilin gak?"tanya balik Jessie.
Setelah insiden penjahilan oleh hantu anak kecil perempuan itu, Killa dan Jessie kembali melanjutkan tugas mereka. Hantu anak kecil itu juga sudah pergi entah ke mana.
Skip makan malam...
Killa dkk juga Mutya makan malam tanpa ada gangguan, seusai makan malam Riri dan Siska membantu membersihkan meja makan dan mencuci piring yang mereka pakai tadi.
Setelah selesai, mereka menuju yang lain diruang tengah. Mereka juga mendiskusikan tentang Villa yang ditawarkan oleh Bu Laila.
"Jadi gimana guys tentang Villa tadi?"tanya Alex kesemua temannya.
"Gak deh... disini aja."jawab mereka kompak.
"Yaudah.. gue juga liatnya agak ngeri sih..."jawab Daniel.
"Terus Killa sama Mutya gimana?"tanya Riri.
"Gue sebenernya takut tapi lebih takut lagi kalo kita nginap disana.."jawab Killa.
"Lix, gimana Mutya?"tanya Siska.
"Mutya... gimana mau di sini atau pindah Villa?"tanya Felix.
"Disini aja kak gak papa, disana lebih seyem.."jawab Mutya polos.
Mereka yang mendengar jawaban polos dari Mutya pun tertawa, mereka merasa sedikit terhibur dengan adanya Mutya. Akhirnya Killa dkk juga Mutya tetap menginap disana sampai liburan mereka selesai.
"Guyss... kita tidur satu kamar lagi kan?"tanya Killa.
"Boleh Kil.. takutnya teror itu datang lagi."jawab mereka bersama.
"Oke deh.."lega Killa.
Skip dikamar....
Karena jam sudah menunjukkan pukul 21.15 malam, mereka pun beranjak dan mulai memasuki kamar bersama. Mereka semua sudah tertidur lelap sampai Daniel di ganggu oleh sosok hantu anak kecil yang tadi sore menjahili Jessie juga Killa saat didapur.
Daniel yang merasakan telapak kakinya digelitik oleh seseorang langsung terbangun, ia pun terkejut melihat ada hantu anak kecil dan tertawa cekikikan.
"Hihihihihihihi...."tawa sosok hantu anak kecil itu.
Daniel pun melanjutkan tidurnya, belum lama ia tidur kembali Siska menjerit membuat mereka yang tertidur pun terbangun karena kaget mendengar teriakan Siska..
"Astagaa.... Siska apaan sih bikin kaget aja?"tanya Riri.
"Guyss... tadi gue kebangun dan ngeliat ada 2 kuntilanak, 1 hantu anak kecil, sama anak laki-laki sekitar 14 tahun di sudut pintu kamar."Jawab Siska.
Mereka semua menoleh ke arah pintu kamar yang disebutkan oleh Siska, tapi mereka tidak menemukan sosok yang dikatakan Siska. Sampai Alex yang tak sengaja melihat ke arah jendela kamar yang gordennya tidak terlalu tertutup...
"Guys... gue juga liat sosok itu, mereka ada didekat jendela yang gordennya tidak tertutup rapat."kata Alex.
Sontak saja mereka menoleh kearah yang dikatakan Alex, dan benar saja sosok itu ada disana. Dan mereka mengatakan sesuatu....
"Pergiii.... kalian harus pergi dari Villa ini bahaya..."kata sosok Kuntilanak itu.
"Tapii... ken-...."belum selesai Daniel menyelesaikan sosok itu menghilang.
"Guysss... apa maksudnya dari perkataan sosok Kuntilanak itu?"tanya Killa.