The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Makan-makan



Malam harinya...


Daniel dan Siska menepati janjinya yang akan mentraktir semua orang yang ada dimansion. Daniel dan Siska memesan makanan yang sangat banyak malam itu. Saat makanan datang, mereka langsung memakannya dan merayakan hari jadian Siska dan Daniel. Mereka juga mengobrol dengan diselingi canda tawa.


Makanan yang dipesan oleh Siska dan Daniel terlalu banyak, jadi mereka semua tak sanggup untuk menghabiskannya walaupun orang di mansion banyak.


"Gilaa lo pesen banyak banget..." kata Raka.


"Iya nih... gue udah gak sanggup." sahut Jessie.


"Sama gue juga.." lanjut Riri.


"Apalagi kita..." sambung Killa dan Felix kompak.


"Emangnya kalian aja yang udah gak sanggup... Kakak juga kali." kata Arga dan diangguki oleh Felicya.


"Lau juga..." kata Laura sambil mengerucutkan bibir mungilnya.


"Yoga udahan dehh kak... gak sanggup. Ntar meledak nih perut." sahut Yoga.


Daniel dan Siska hanya terkekeh mendengar pengakuan dari sahabatnya dan yang lainnya.


Saat mereka sedang asik mengobrol dan bercanda tiba-tiba saja Kuntilanak kembar dan om poci muncul dihadapan mereka semua. Killa dkk hanya menanggapi dengan malas, sedangkan yang lainnya merasa ketakutan dengan kehadiran Kuntilanak kembar dan om poci.


"Ehh om poci sama mbak Kunti kembar kebiasaan banget deh muncul tiba-tiba..." protes Jessie.


"Iya nih om poci sama mbak Kunti kembar setan gak ada akhlak.." kata Riri


"Om poci sama mbak Kunti kembar lain kali kalo muncul jangan tiba-tiba lagi ya, kasian tuh sama kakak dan adik gue ketakutan..." kata Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya.


"Hehehe... maaf Killa." kata om poci dan Kuntilanak kembar berbarengan.


"Killa, kalian lagi ngapain...?" tanya Kunti Rani.


"Kita abis ngerayain hari jadiannya Daniel sama Siska..." jawab Killa.


"Wihh... mantap." sahut om poci


"Papale papale...." kata Alex sambil joget tik tok


"Hadeuhh... gilanya kumatt 🤦‍♀️🤦‍♀️." sahut Riri.


Arga dan yang lain awalnya sangat ketakutan, akan tetapi saat melihat kelakuan Alex membuat mereka semua tertawa dan rasa takut mereka mulai hilang seketika.


"Guyss... tuh makanannya diabisin dong, kan sayang kalo dibuang." kata Siska.


"Iya sama..." kata Killa dan kelima sahabatnya.


"Kakak juga udah gak sanggup..." kata Felicya.


"Yaudah... bener kata Raka, makan besok lagi aja buat sarapan atau buat bekal " kata Arga menyetujui saran dari Raka.


"Oghey dehh..." sahut mereka semua bersama.


****************


Pukul 22.30 malam, Killa dkk saat ini berada didepan teras hanya sekedar untuk bersantai dan menikmati angin malam yang menurut mereka terasa sejuk.


Killa dkk juga sambil berbincang-bincang dan diselingi dengan mereka yang saling menjahili satu sama lain membuat malam mereka ceria.


Tetapi canda tawa mereka terhenti saat mereka mendengar teriakan salah satu tetangga mereka yang tak jauh dari mansion Killa.


"Toloonggg...tolooongg...toloongg.." teriak seorang ibu-ibu.


Killa dkk yang memang kebetulan saat itu berada didepan teras, langsung saja keluar dari pagar mansion dan menghampiri ibu-ibu yang baru saja berteriak.


"Ada apa bu..?" tanya Felix.


"Tolong anak saya hilang hiks..hikss.hikss.." jawab ibu-ibu tadi.


"Mungkin anak ibu sedang keluar bermain..." kata salah satu warga yang ikut keluar saat mendengar ibu itu berteriak.


"Nggak pak... tadi Laras bersama saya." sahut ibunya Laras.


"Memangnya tadi ibu berada dimana...?" tanya Daniel.


"Saya berada diteras rumah sedang melihat tanaman saya, lalu Laras berada tak jauh dari saya karena dia sedang bermain didekat pohon bambu itu. Tetapi saat saya hendak mengajaknya kembali kerumah, ia sudah tak ada disana." jawab ibunya Laras.


"Kata ibu tadi Laras sedang bermain, dia bermain dengan siapa..?" tanya Riri pada ibunya Laras.


"Dia bermain sendirian, tetapi menurut saya seperti ada sedikit kejanggalan." jawab ibunya Laras.


"Kejanggalan apa maksud ibu...?" tanya Jessie mewakili semua pertanyaan warga dan juga sahabatnya.


"Seperti ada seseorang yang mengajaknya bermain dan bercanda padahal disana hanya ada saya dan Laras tak ada orang lain lagi.." jawab ibu Laras yang bernama Siti.


"Apa mungkin itu...."