
Setelah makan siang usai, Killa dkk duduk bersantai diteras rumah sambil membicarakan tentang cara agar mereka bisa masuk kedalam rumah wanita itu untuk mendapatkan bukti. Tak lama kemudian, Alex membuka suara secara mendadak membuat Killa dan yang lainnya terkejut karena ulahnya.
"Guys.. gue punya ide.." ucap Alex berteriak sambil menjetikkan jari.
Sedangkan Killa dkk kecuali Alex mengelus dada karena terkejut dengan tingkah Alex yang mendadak.
"Sialan lo Lex.. bikin kaget aja." kata Raka sambil menjitak kepala Alex.
"Tau tuhh.. kalo kita jantungan berjamaah gimana? Mau tanggung jawab lo!!" sahut Riri.
Sedangkan Alex hanya cengengesan mendengar perkataan sahabatnya dengan wajah tanpa dosanya.
"Emang lo dapet ide apaan?" tanya Felix membuka suara setelah sedari tadi diam melihat perdebatan kecil sahabatnya itu.
Alex yang ditanya pun akhirnya menceritakan ide yang ia dapat...
Skip
Setelah mendapat ide, mereka pun duduk bersantai didepan teras rumah nenek Melani sambil bercerita tentang masa-masa SMA mereka dengan diselingi canda tawa. Saat Killa dkk asik bercanda, Laura tiba-tiba datang dengan muka bantalnya dan duduk dipangkuan Killa yang memang duduk bersebalahan dengan Felix.
"Guys... rencananya mau kapan kita jalanin" tanya Raka.
"Nanti malem aja gimana... lebih cepat lebih baik kan." jawab Jessie yang diangguki oleh yang lainnya.
"Yaudah kalo gitu.. sekarang kan dah mau hampir sore gimana kalo kita jalan-jalan sambil liat situasi nanti gimana." ajak Daniel yang disetujui oleh mereka.
"Laura ikut ya kak..." ucap Laura sambil mendongakkan kepala melihat Killa. Killa hanya menganggukkan kepala menyetujui permintaan Laura.
"Ada syaratnya Lau.."kata Alex pada Laura.
"Apa itu kak??"tanya Laura penasaran.
"Kamu nggak boleh jauh-jauh dari kami semua, Oke?"kata Alex pada Laura yang masih berada dipangkuan Killa.
"Okey siap pak komandan.."sahut Laura sambil posisi yang sedang hormat pada Alex.
Skip
Malam harinya.. pukul 20.15 WIB Killa dkk juga Laura yang akan ikut dengan mereka sedang bersiap-bersiap untuk melakukan rencana mereka. Setelah selesai bersiap, mereka semua berangkat dan melaksanakan rencana yang telah mereka buat sebelumnya.
"Guys.. ruangan ini tempat wanita itu meletakkan jasad ayah kandungnya Fira."kata Killa memberitahu kepada sahabatnya yang lain setelah ia selesai melihat ruangan itu.
"Lalu kapan kita akan memulainya Kill..?"tanya Siska sambil berbisik agar wanita itu tak mendengar suara mereka.
"Kita lihat saja dulu Sis apa yang dilakukan oleh wanita itu.."jawab Killa yang diangguki mereka semua.
Felix yang saat itu penasaran, memutuskan untuk mengintip ruangan itu. Saat ia mengintip, seorang wanita dewasa terlihat memasuki ruangan itu.
"Mas.. aku datang, aku sangat merindukanmu."ucap wanita itu sambil mengelus tubuh jasad itu yang mulai membusuk dan berlendir.
Felix yang melihat itu, ada rasa sedikit mual dan menjijikkan dimatanya lalu Felix memutuskan untuk tidak melanjutkan melihat wanita itu.
"Guys.. kayaknya wanita itu agak sedikit gila kali ya, masa jasad yang udah mulai membusuk dan berlendir dibelai sama dia."ucap Felix sambil bergidik ngeri.
"Masa sih?"tanya Daniel penasaran.
Belum sempat Felix menjawab, ia sudah disuruh Daniel bergeser dan ingin melihatnya sendiri. Saat Daniel melihatnya dan benar saja apa yang dikatakan oleh Felix, barulah ia percaya dengan perkataan Felix.
"Sumpah ya itu perempuan bener-bener gak ada otak.. Kill, mending kita laksanain aja sekarang rencananya kan lebih cepat lebih baik."kata Daniel pada Killa.
"Oke deh... kalian mending panggil RT disini dan sebagian dari warga agar kita tak melakukannya sendiri, biar gue, Lau sama Felix disini yang jaga."sahut Killa yang langsung dilaksanakan mereka.
Setengah jam berlalu, belum ada tanda-tanda jika sahabatnya kembali dari menemui RT juga warga. Selang beberapa menit, Killa melihat sahabatnya satu persatu kembali dengan RT dan para warga.
Skip aja gak ada ide..
Setelah rencana mereka berhasil, wanita itu pun juga sudah ditangkap oleh pihak berwajib. Sedangkan jasad ayah kandung Fira dimakamkan malam itu juga tepat berada disamping makam milik Fira.
"Kak Felix.. gendong Lau, Lau capek juga ngantuk."kata Laura sambil merentangkan tangannya.
Selesai dari acara pemakaman, Killa dkk melihat sosok Fira dan ayahnya yang tersenyum sambil melambaikan tangannya lalu dengan perlahan mereka menghilang.
Killa dkk pun beranjak pulang dengan Laura yang telah tertidur digendongan Felix.
Skip
Pagi harinya...