The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kisah Pembantaian Satu Keluarga



zSaat mereka sampai dilantai atas mereka melihat ada sosok wanita sedang menangis, Killa dkk pun mendekatinya dengan diikuti oleh Arga, Felicya, juga Laura dibelakangnya.


Killa dkk yang akan mendekatinya tiba-tiba saja sosok wanita itu menghilang entah kemana. Akhirnya mereka memutuskan untuk memeriksa kamar dilantai atas, mereka membuka salah satu kamar yang berada didekat mereka. Setelah memasukinya, Killa merasa seperti ada orang yang yang mengawasi gerak-gerik mereka didalam kamar itu.


Saat itulah, sosok yang ia temui kembali muncul dan mulai menampakkan wujudnya yang ternyata adalah Kuntilanak. Sosok Kuntilanak itu sedang duduk dikasur menghadap jendela sambil membawa sesuatu dikedua tangannya. Killa dkk juga Felicya mencoba untuk mendekat ke sosok Kuntilanak itu, Sedangkan Arga dan Laura mereka sedari tadi sudah ketakutan tapi tetap mengikuti langkah mereka sambil merapatkan diri diantara Killa juga sahabatnya.



Saat Killa mendekat, sosok Kuntilanak itu seperti tak terusik sama sekali dengan kehadiran mereka dikamar itu. Pada saat Killa ingin menyentuh sosok itu, ia melihat sosok itu sedang menggendong bayinya. Tetapi Killa tak bisa melihat wajah bayi Kuntilanak itu.



Sosok Kuntilanak itu pun menoleh ke arah Killa, dan ia mengatakan...


"Ada keperluan apa kalian semua datang kerumahku?"tanya sosok Kuntilanak itu kepada Killa.


"Maaf jika kami lancang, kami datang kesini hanya untuk membuktikan kebenaran rumor yang beredar dikampus. Kami tak ada niat jahat sedikitpun."jelas Raka pada sosok Kuntilanak yang ada didekat Killa.


Tiba-tiba saja wajah Kuntilanak itu berubah menjadi sedih, membuat mereka semua yang berada dikamar itu kebingungan. Killa pun berinisisatif untuk menanyakan langsung padanya.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu berubah menjadi bersedih?"tanya Killa beruntun.


"Toloong sempurnakan jasadku dan keluargaku, kalo tidak aku dan keluargaku tak akan tenang dan juga akan terus-terusan bergentayangan didunia ini."kata Kuntilanak itu pada Killa.


"Sebelum kami menyempurnakan jasadmu juga keluargamu, tolong jelaskan ap**a yang terjadi? Dan kenapa saya saat melihat bercak darah dilantai dapur, saya diperlihatkan gambaran dimana kalian dibantai oleh orang asing yang tiba-tiba saja masuk kerumah ini?"mohon Killa pada sosok itu.


"Jadi saat itu..."kata sosok Kuntilanak itu memulai ceritanya.


Flashback On


Tasya dan suaminya yang bernama Andri, mereka juga telah memiliki anak yang masih berumur 7 bulan. Tasya juga suaminya yang saat itu baru saja pindah kerumah baru memutuskan untuk mengadakan syukuran dirumah barunya. Hari dimana ia juga suaminya mengadakan pengajian tiba, banyak keluarga besarnya yang datang memberi selamat atas rumah baru yang ia dan suaminya tempati dan mendoakan kelaurga kecil itu.


Sore harinya acara pengajian telah usai, para tamu pun juga keluarga besar dari pihak Andri suaminya telah kembali. Dirumah itu hanya menyisakan Tasya, Andri, orang tua dan adiknya Tasya, saat itu mereka baru saja selesai membereskan rumah setelah acara syukuran itu.


Malam harinya, orang tua dan adiknya Tasya masih berada dirumah itu. Mereka saat ini sedang menikmati makan malam, sedangkan Tasya makan sambil menyuapi putrinya dengan diselingi canda tawa dari keluarganya.


Seusai makan malam, mereka yang masih berada diruang dapur sekaligus ruang makan menyempatkan untuk mengobrol walau itu hanya sebentar. Saat mereka sedang asik mengobrol, mereka semua dikejutkan dengan suara ketukan kasar dari rumah mereka. Andri pun mencoba untuk membuka pintu untuk melihat siapa yang telah mengetuk pintu rumahnya dengan kasar.


Saat Andri membuka pintu, ia tiba-tiba saja langsung ditusuk oleh mantan pacar Tasya yang tak menerima jika Tasya telah memiliki keluarga. Andri ditusuk berkali-kali olehnya, sampai akhirnya Andri kehabisan darah dan meninggal didekat pintu masuk rumahnya.


Laki-laki itu bernama Gilang, ia salah satu mantan pacar Tasya. Gilang yang sangat terobsesi untuk memiliki Tasya seutuhnya tak bisa terwujud, dikarenakan Tasya telah menikah dengan Andri dan memilki anak. Gilang tak bisa menerima keadaan, ia bertekad untuk menghabisi suaminya Tasya.


Setelah Gilang berhasil membunuh Andri dengan cara menusuknya beberapa kali, ia pun memasuki rumah Tasya. Saat itu ia menemukan mereka semua yang berada diruang dapur juga ruang makan itu, Ibu Tasya yang saat itu berada tak jauh dari tempat Gilang berdiri pun langsung menuju ke arahnya, dengan reflek ayahnya Tasya menghalanginya. Ayah Tasya yang saat itu ditusuk pada bagian jantung sebelah kiri langsung tewas.


Tak lama setelah itu Gilang tetap menusuk Ibunya Tasya tepat dihadapan Tasya juga adiknya. Tasya yang saat itu dalam keadaan menggendong putrinya juga syok atas apa yang ia lihat didepan matanya. Tasya sempat memanggil Andri tapi tak mendapatkan jawaban apapun.


"Suamimu itu gak akan menjawab panggilan darimu lagi Tasya."kata Gilang.


"Apa jangan-jangan kamu juga yang telah membunuh suamiku?"tanya Tasya.


"Iya aku membunuhnya hahaha..."jawab Gilang.


"Kenapa?"tanya Tasya lemah.


"Karena gue gak mau lo dimilikin oleh laki-laki lain selain gue Tasya. lo cuma milik gue."jawab Gilang berteriak.


"Gue gak mau punya pasangan yang suka main tangan kayak lo dan sekarang lo udah ngebunuh suami gue juga orang tua gue Gilang. Dasar lo psikopat lo."teriak Tasya pada Gilang.


"Gue jadi psikopat juga gara-gara lo Tasya..."kata Gilang lagi.


"Gue gak pernah buat lo jadi orang yang kayak gini, itu karena lo nya aja yang terlalu terobsesi untuk milikin gue Gilang."sahut Tasya.


Gilang yang saat itu telah hilang akal, ia langsung berlari menuju adiknya Tasya yang saat itu sedang mengambil alih menggendong anaknya. Adiknya Tasya juga putrinya ditusuk oleh Gilang dengan membabi buta. Tasya yang saat it berusaha untuk melindungi putrinya juga adiknya pun terluka dibagian perutnya.


Gilang pun masih melanjutkan menusuk adik Tasya juga putrinya, sampai akhirnya adik dan putrinya tewas ditangan Gilang. Tasya yang saat itu sangat marah melihat adik dan ptrinya tewas pun berusaha untuk membalaskan dendamnya dengan tenaga yang tersisa.


Tetapi pada akhirnya Tasya juga tewas ditangan Gilang, Gilang yang saat itu sangat terpukul karena ia telah membunuh Tasya orang yang sangat ia cintai dan ingin ia miliki seutuhnya malah tewas ditangannya juga.


Gilang pun mengumpulkan semua jasad keluarga Tasya, ia pun membawanya kebelakang rumah itu dan mulai menggali satu lubang besar, lalu memasukkan semua jasadnya kedalam lubang itu dalam satu lubang yang sama. Setelah menutup kembali lubang yang ia buat, Gilang pun melarikan diri sejauh mungkin agar tak bisa ditemukan oleh polisi. Tetapi ia meninggalkan sebuah pisau yang ia gunakan untuk menusuk keluarga Tasya di rumah itu.


Sedangkan nasib dari pihak keluarga Andri yang saat pagi harinya datang kerumah itu begitu terkejut saat melihat pintu rumah anaknya terbuka lebar, Ibunya Andri yang ditemani adik laki-laki Andri pun memasuki rumahnya.


Betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat ada banyak darah didekat pintu masuk, mereka berdua pun mencoba tenang dan berjalan menuju ruang dapur yang juga ruang makan. Mereka berdua pun syok melihat ada banyak darah di dinding juga lantai, tetapi tak ada satupun jasad yang mereka temukan disana. Ibu dan adik laki-laki Andri pun melaporkan ke pihak kepolisian saat itu juga dan tak lupa menghubungi seluruh keluarganya apa yang telah terjadi dirumah anak dan menantunya.


Sudah 4 tahun kejadian kelam dirumah itu, pihak kepolisian tak menemukan jejak pembunuhnya walaupun telah mendapatkan bukti senjata pembunuhnya. Polisi juga tak menemukan jasad semua keluarga Tasya sampai saat ini, juga pelakunya belum tertangkap. Akhirnya kasus pembantaian satu keluarga dirumah itu dihentikan oleh pihak keluarga Andri.


Flashback Off


"Tolong cari keluarga pihak suami saya, dan sampaikan pada mereka untuk menguburkan kami dengan layak."akhir cerita sosok yang bernama Tasya.


"Baiklah... dimana kami bisa menemuinya?"tanya Felix.


"Di kompleks Martha Ayu Blok F4."jawab sosok Tasya. (alamatnya ngasal aja).


"Baiklah.. kita akan menemuinya besok saat pulang dari kampus."sahut Killa menyetujui diikuti oleh sahabatnya yang lain, kecuali Arga, Felicya, juga Laura.


Akhirnya mereka semua pun kembali ke mansion karena jam sudah menunjukkan pukul 01.15 malam. Sesampainya di mansion mereka semua pun pamit untuk langsung istirahat dikamar masing-masing.


Keesokan harinya....