
Kediaman keluarga Andri
Killa dkk, juga yang lainnya masih berada dikediaman keluarga Andri yang saat ini telah menjadi keluarga barunya. Saat itu mereka semua berkumpul diruang tengah, mereka semua saat itu sedang serius menonton acara televisi "Suara Hati Istri". Lalu tiba-tiba saja Killa yang teringat akan mimpinya tadi siang pun langsung saja memecah keheningan diantara mereka.
"Guysss.... Mama Ana, Papa Chandra, Kak Bimo."panggil Killa.
Mereka yang dipanggil Killa pun menoleh serentak kearahnya.
"Ada apa nak?"tanya Mama Ana pada Killa.
"Tadi siang Killa kak Tasya, kak Andri dan juga keluarganya ke mimpi Killa. Mereka hanya menyampaikan pesan sama Killa."jawab Killa.
"Pesan apa Kil?"tanya Papa Chandra.
"Mereka minta pada Killa untuk menjaga kalian seperti keluarga Killa sendiri, setelah itu mereka menghilang."jawab Killa.
Setelah mendengar cerita dari Killa, keluarga Andri pun terdiam kembali. Killa yang melihat itu pun langsung menuju mereka dan langsung memeluk mereka secara bersamaan.
"Mama Ana, Papa Chandra, dan Kak Chandra.... kalian udah Killa anggap seperti orang tua Killa juga kakak Killa sendiri."kata Killa sambil tersenyum kepada mereka.
"Terima kasih Killa...."sahut mereka bertiga.
"Sama-sama"jawab Killa.
Setelah acara berpelukan usai, mereka semua pun pamit untuk pulang.
***************
Pagi harinya, mereka seperti biasa sarapan bersama. Selesai sarapan Killa dkk pun pamkt berangkat ke kampus dikarenakan mereka ada kelas pagi ini.
2 jam kemudian, mata kuliah pagi itu telah selesai. Dosen pun meminta Killa dan Felix untuk membantunya membawakan tugas yang telah dikumpulkan keruangannya. Killa dan Felix pun segera beranjak membawa tugas dan menuju ruang dosen.
Sesampainya disana, Killa dan Felix tak melihat dosen satupun yang berada diruangan itu. Saat Killa dan Felix akan menaruh buku tugas, mereka berdua mendengar suara rintihan diruangan itu. Suara rintihan yang mereka dengar tak jauh dari mereka berdua. Killa dan Felix saling berpandangan dan mencoba mencari asal suara rintihan itu berada.
Sampai akhirnya, mereka berdua berhenti didepan dinding yang tak jauh dari meja dosen mereka yang mengajar tadi. Suara rintihan itu masih tetap terdengar saat mereka berada didepan dinding tersebut. Killa pun mencoba untuk mengajaknya untuk berkomunikasi, agar ia tahu sosok apa yang disana.
"Permisi... kamu siapa? Dan mengapa kamu merintih?"tanya Killa lewat batin.
Saat Killa mengajaknya berkomunikasi, tiba-tiba saja sosok itu menampakkan diri kepada mereka berdua. Sosok yang saat itu mereka lihat seperti mahasiswi dikampus ini, Killa yang merasa seperti mengenalnya pun mencoba bertanya kembali.
"Apa kamu Lala?"tanya Killa.
"Killa kamu bisa liat aku?"tanyanya balik.
"Iya... apa yang terjadi padamu?"jawab dan kembali bertanya pada Lala.
"Aku dibunuh oleh salah satu dosen disini Kil hiks...hikss...hikss... lalu aku dimasukkan kedalam dinding ini hiks...hiks...hikss..."jawab sosok Lala.
"Dosen? Siapa?"tanya Felix beruntun juga penasaran.
"Aku akan menceritakannya pada kalian, tapi tidak sekarang Kil. Dia akan datang kesini sebentar lagi."jawab sosok Lala menunduk.
"Gini aja... La lo ikut kita aja nanti saat pulang dari kampus. Gimana?"tanya Felix.
"Baiklah..."jawab sosok Lala menyetujuinya.
Sepulang kampus....