The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Penyelidikan



Skip paginya....


Seperti rencana mereka semalam, Raka dan Daniel ikut bersama Arga ke kantor. Sedangkan Killa dan lainnya akan mencoba berkomunikasi dengan sosok yang selalu meneror dan menampakkan diri di mansionnya.


Di perusahaan....


Arga, Raka, juga Daniel pun telah berangkat menuju perusahaan peninggalan alm. ayah mereka. 20 menit mereka menuju perusahaan akhirnya sampai. Mereka pun masuk ke dalam.


"Hmm.... kak Arga, kita boleh nggak liat dari ruang cctv?"tanya Daniel.


"Boleh... memangnya kenapa Niel?"tanya Arga kembali.


"Jadii gini kak... menurut Daniel ya kalo kita selidiki secara langsung nanti yang ada malah orang itu yang curiga sama kita kak, makanya Daniel minta buat ngawasin semua karyawan dan client kak Arga lewat ruang cctv aja biar kita bisa memantaunya dan gak akan ada yang curiga sama kita."jelas Daniel.


"Iya juga ya... oke deh kakak setuju sama ide kamu Niel, sekarang kita menuju ruang cctv dan akan hanya ada kalian berdua saja di sana gak ada orang lain."ajak Arga pada mereka berdua.


Mereka bertiga pun langsung menuju ruang cctv, sesampainya di sana Arga menyuruh orang yang berjaga di sana untuk keluar dan mengerjakan yang lain karena Raka dan Daniel yang akan mengawasi di sana.


"Kak... ini cctv ada mic nya kan kak? biar kita bisa denger pembicaraan mereka semua..."tanya Raka.


(ceritanya cctvnya ada mic jadi bisa denger percakapan orang, harap maklum kehaluan Author yang haqiqi 🤭)


"Iya... semua cctv yang ada di sini ada mic nya, jadi kalian bisa denger semuanya."jawab Arga.


"Okeh kak..."kata Daniel dan Raka.


"Kalo gitu kakak tinggal ya, kalo ada sesuatu yang menurut kalian mencurigakan hubungi kakak segera."kata Arga pada mereka.


"Siap kak laksanakan..."jawab mereka berdua.


Arga yang melihat mereka berdua itu hanya tersenyum dan menggeleng kepala. Di dalam pikiran Arga di saat keadaan lagi serius masih bisa-bisanya mereka bercanda. Arga pun berpamitan untuk menuju ke ruangannya, karena ia masih banyak pekerjaan yang harus di urus.


Sepeninggal Arga, Raka juga Daniel pun mulai mengawasi semua orang yang ada di perusahaan itu. Beberapa jam mereka mengawasi dari ruang cctv, akhirnya mereka mendengar percakapan yang mencurigakan yang sepertinya dari client Arga. Daniel pun langsung saja merekam semua percakapan itu....


"Gimana apa rencana kita lancar untuk menghancurkan kesuksesan Arga***?"tanya seorang client Arga


"Beres pak Agus, selama 2 hari mereka mendapatkan teror juga paket berisi boneka yang terpisah dari badannya juga bercak darah."jawab seorang karyawan perusahaan Arga.


"Gue maunya mereka terus di teror ya, gue mau mereka bener-bener ketakutan. Dan ya jangan lupakan kirimkan teluh ke mansion itu."kata client Arga yang bernama Agus.


"Siap pak Agus, nanti saya laksanakan seperti yang bapak perintahkan."jawab karyawan yang bernama Anto.


"Bagus.."kata Agus lagi.


Setelah percakapan itu selesai dan juga di rekam oleh Raka juga Daniel sebagai barang bukti yang akan di tunjukkan kepada Arga dan yang lainnya. Setelah merekamnya Daniel langsung menghubungi Arga, saat itu juga Arga langsung menuju ruang cctv. Sesampainya Arga di ruang cctv, ia langsung saja bertanya hal apa yang mereka dapat.


"Ada apa Niel?"tanya Arga.


"Kakak kenal sama orang yang bernama Agus dan Anto?"tanya Daniel.


"Iya kakak kenal sama mereka berdua, Pak Agus adalah client kakak dan untuk Anto dia karyawan di sini dia berada di bagian keuangan. Memangnya ada apa?"tanya Arga penasaran.


"Jadi mereka berdua adalah pelakunya kak, mereka yang mengirim sosok itu juga kotak kardus yang kita temukan itu."jawab Raka.


"Gak mungkin... Agus itu teman SMA kakak dia orang baik, kalo Anto dia memang gak suka sama kakak saat alm. ayah masih ada."kata Arga.


"Kita udah rekam semuanya kak, kalo kakak gak percaya liat aja rekamannya."saran Raka.


Akhirnya Arga menyetujui saran dari Raka, ia meligat hasil rekaman yang di rekam oleh Daniel tadi sebelum menghubungi dirinya. Betapa kagetnya Arga apa yang di katakan oleh Daniel juga Raka itu benar, Arga begitu marah kepada Agus juga Anto. Ia ingin menemui Anto dan ingin langsung menanyakan kepadanya. Tetapi, ia di cegah oleh Raka dan Daniel.


"Kak Arga jangan gegabah... kita harus cari bukti lainnya, Killa akan mencari informasi itu bukan."kata Daniel.


"Ya.. kalian benar. kalo hanya rekaman itu mereka bisa saja mengelaknya."pasrah Arga.


Di sisi lain...