
Killa dkk masih berada didalam kelas setelah kejadian Ali melihat penampakan tuyul itu, Killa dkk saat itu sedang membicarakan cara mengusir tuyul itu dari kampus mereka. Tiba-tiba ponsel Killa berdering tanda ada yang menelponnya, saat Killa tau siapa yang telah menelponnya dia sangat bahagia.
"Halo... Assalammuaikum mama Ana..."salam Killa.
"Walaikumsalam nak... kamu dan yang lainnya apa kabar?"tanya mama Ana pada anak angkatnya itu.
"Alhamdulillah kita semua baik ma... mama, papa, sama kak Bimo gimana?"jawab dan tanya Killa balik.
"Alhamdulillah... mama, papa, dan kak Bimo baik-baik saja nak. Ohh iya... nanti malam kita mau kemansion kalian ya.."jawab mama Ana sambil memberitahu jika mereka akan mengunjungi Killa dkk dan yang lainnya.
"Oke ma..."jawab Killa semangat.
"Kamu lagi dimana nak...?"tanya mama Ana lagi.
"Killa lagi dikampus ma sama ketujuh sahabat Killa... bentar lagi bakal pulang kok."jawab Killa.
"Yasudah... hati-hati dijalan nanti, mama tutup teleponnya ya. Assalammualikum."kata mama Ana.
"Walaikumsalam...."jawab Killa.
Setelah menutup telepon dari mama Ana, Killa dkk memutuskan untuik pulang ke mansion. Sesampainya di mansion, Killa dkk melihat Arga telah kembali dari perusahaan.
"Tumben kak Arga udah pulang jam segini?"tanya Killa pada Arga.
"Kerjaan gak terlalu banyak Kil, jadi kakak pulang aja."jawab Arga.
"Ohh gitu... yaudah Killa sama yang lain ke atas dulu ya kak mau ganti baju."kata Killa lagi yang hanya diangguki oleh Arga.
Skip
Sore harinya pukul 17.40 WIB
Killa dkk saat ini sedang berada ditaman belakang mansion, Killa dkk duduk dipondok yang memang ada disana. Mereka kembali membahas cara yang paling ampuh untuk menangkap tuyul itu jika tuyul itu kembali muncul diperumahan elite ini.
Saat itu pula Arga dan Laura datang menghampiri Killa dkk yang sedang asik membahas soal tuyul.
"Kalian lagi bahas apaan sih? Serius banget deh.."tanya Arga
"Iya kakak bahas apaan? Laura ikutan ya?"lanjut Laura yang ikut bertanya.
"Kita lagi ngebahas soal tuyul yang semalem, memangnya Laura berani?"jawab Felix dan bertanya pada Laura.
"Enggakk..."jawab Laura cepat.
"Memangnya kenapa dengan tuyul itu?"tanya Arga takut tapi juga penasaran.
"Ternyata tuyul itu tuyul yang sama yang kita liat sebelumnya dikampus kak."jawab Killa.
"Betul kak.... kayaknya itu tuyul peliharaan Dosen yang sempat mengajar dikelas kita kemarin."lanjut Riri.
"Tapi kok tuyul itu bisa ada dilingkungan perumahan ini ya?"tanya Arga lagi.
"Katanya sih kak rumah Dosen itu gak jauh dari perumahan elite disini."jawab Jessie.
"Kita masuk yokk... dah mau magrib ini."ajak Raka yang disetujui oleh mereka semua.
Mereka semua pun masuk kedalam, saat telah didalam mereka terkejut melihat mama Ana dan yang lain sudah ada dimansion. Mereka semua pun menghampiri mama Ana, papa Chandra, dan Kak Bimo untuk mencium tangan mereka bertiga.
"Mama kok gak panggil kita sih kalo udah datang? Bibi juga gak manggil kita?"tanya Killa beruntun.
"Tadi bibi mau manggil kalian, tapi dilarang sama Nyonya Ana, katanya gak usah karena kalian sudah pada tau gitu."jawab Bibi.
"Benar apa yang dikatakan bibi Nak..."jawab mama Ana.
"Yaudah deh... sekarang kita siap- siap buat sholat yok bentar lagi magrib juga kan."ajak Papa Chandra.
Tak lama setelah ajakan dari papa Chandra, terdengarlah suara adzan magrib yang saling bersahutan. Setelah adzan magrib selesai, mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah yang di imam kan oleh papa Chandra.
Setelah selesai melaksanakan sholat magrib berjamaah, mereka semua pun turun menuju ruang tengah bersantai sambil menunggu jam makan malam.
Pukul 19.00 malam mereka pun berjalan menuju ruang makan, mereka pun makan malam dengan hening tak ada pembicaraan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Tak lama mereka pun selesai dengan makan malam, lalu mereka menuju ruang tengah kembali hanya untuk sekedar mengobrol bersama.
*******************
Keluarga mama Ana masih berada dimansion, mereka memutuskan untuk menginap saja. Killa dkk, Arga, Laura dan yang lainnya sedang asik menonton kartun bersama. Tetapi keasikan mereka berhenti ketik suara teriakan dari luar kembali mengganggu mereka.
Akhirnya Killa dkk memutuskan untuk segera keluar dan menghampiri orang yang berteriak itu. Saat mereka telah berada diluar mansion, langsung saja Killa dkk menghampiri wanita paruh baya itu.
"Assalammualikum..."salam Killa dkk.
"Walaikumsalam..."jawab ibu paruh baya.
"Maaf bu... ada apa ya ibu berteriak malam-malam begini?"tanya Daniel.
"Tadi ibu melihat ada tuyul yang keluar dari rumah itu.."jawab ibu paruh baya sambil menunjuk rumah yang bersebrangan dengan rumahnya.
Tak lama berselang, datanglah para warga dan pak RT menghampiri Killa dkk juga ibu paruh baya itu. Ternyata, mereka juga mendengar suara teriakan ibu paruh baya itu. Mereka pun bertanya tentang perihal ibu paruh baya itu berteriak, dengan cepat Killa dkk menceritakan semuanya tak lupa juga mereka menceritakan dihari pertama bertemu dengan tuyul diwaktu yang sama.
"Hadeuhh... baru saja dua hari yang lalu perumahan ini aman dari gangguan kuyang sekarang malah mendapat gangguan lagi dari tuyul."keluh pak RT.
"Tenang pak... Killa dkk akan bantu kok."kata Killa mencoba untuk menenangkan pak RT.
"Apa kalian bisa...?"tanya salah satu warga.
"Jangan remehkan mereka pak.... yang memusnahkan kuyang dua hari lalu adalah mereka."jawab pak Rega yang salah satunya dari warga yang ikut dalam membakar kuyang tempo hari.
"Sudah... sudah.... tak perlu dipermasalahkan pak Rega."kata Raka.
"Kita akan tetap membantu menangkap tuyul itu kok..."kata Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
"Lebih baik kalian pulang saja... biarkan kami yang menangkapnya."lanjut Felix.
"Tapi kami ingin ikut membantu nak Felix..."sahut pak Iwan.
"Tentu boleh pak..."kata Killa sambil tersenyum.
Killa dkk yang dibantu oleh beberapa warga pun akhirnya berpencar untuk mencari keberadaan tuyul itu. Sebelumnya, mereka juga telah membagi kelompok yang didalamnya ada beberapa sahabat Killa.
Kelompok Killa dan kelompok yang lainnya membawa satu botol untuk menangkap tuyul itu jika salah satu dari kelompok mereka menemukannya.
Kebetulan Killa dan Felix satu kelompok dengan beberapa warga lain juga. Baru saja mereka memulai mencari tuyul itu, Killa dan Felix menangkap sesosok tuyul yang sedang berada dibawah pohon tak jauh dari pos jaga malam yang mereka lewati.
Langsung saja Felix membuka botol yang telah ia pegang sedari tadi. Saat itu pula tuyul itu ingin melarikan diri, tetapi tak bisa karena tubuhnya telah tertarik kedalam botol yang Felix buka. Saat tuyul itu telah berhasil ditangkap, Felix pun menutup botol itu kembali dan meminta Killa untuk menghubungi keenam temannya itu.
Keenam sahabat Killa yang mendapatkan kabar jika tuyul itu telah tertangkap pun langsung saja menuju ke lokasi Killa dan Felix berada. Sesampainya dilokasi Killa dan Felix juga warga lainnya, mereka semua langsung saja melihat kearah botol yang dipegang oleh Felix. Dan benar saja didalam botol itu sudah berisi tuyul yang sejak kemarin meresahkan.
Setelah selesai penangkapan tuyul itu, mereka pun kembali ke mansion begitu pula dengan warga yang telah ikut membantu. Jam sudah menunjukkan pukul 01.40 malam, Killa dkk telah kembali ke mansion dengan membawa botol berisikan tuyul yang berhasil mereka tangkap.
"Kil... itu botol apaan yang kalian bawa?"tanya Bimo.
"Ohh ini... ini botol isinya tuyul yang berhasil kita tangkap tadi kak."jawab Killa santai yang diangguki ketujuh sahabatnya.
"Seriusan...?"tanya Arga.
"Iya serius... kakak mau liat?"jawab Killa dan bertanya pada Arga.
"Enggak deh..."jawab Arga.
"Truss... itu mau kalian apakan?"tanya papa Chandra.
"Mau dijadiin koleksi pa wkwkwk....."jawab Killa dkk sambil tertawa.
"Buseet.... itu mahkluk halus loh malah dijadiin koleksi 🤦♀️"kata papa Chandra sambil menepuk jidat.
"Bercandaa atuhh papa...."sahut Killa.
Saat mereka sedang asik bergurau, ponsel Killa dkk tiba-tiba saja masuk chat banyak sekali. Ternyata itu adalah pesan dari group dari kampus mereka, isinya adalah kabar duka dari Dosen mereka yang bernama pak Wahyu yang mengajar mereka kemarin.
Kabar yang Killa dkk dapatkan membuat mereka sangat terkejut, dikarenakan rumah pak Wahyu mengalami kebakaran hebat bertepatan saat Killa dkk menangkap tuyul yang saat ini berada bersama mereka.
Killa dkk langsung dapat menyimpulkan jika tuyul ini benar peliharaannya dan pak Wahyu melakukan pesugihan tuyul itu benar adanya.