
Bab. 99
Pagi harinya, Sila merasa tubuhnya sangat dingin. Hingga perempuan itu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya sampai batas leher. Memejamkan matanya lebih erat lagi karena kantuk masih menyerang dirinya.
"Nggak mau bangun? Hmm?" tanya seseorang yang masih terus menatapi Sila dengan penuh cinta. "Bangun dulu, Yaang. Mandi. Bau acem loh," ujarnya lagi.
Samar-samar suara itu terdengar begitu dekat. Namun, seingatnya semalam ia tidur di kamar lain dan melakukan kegiatan ngambek rutinan.
Akan tetapi, Sila merasakan sebuah sentuhan di pipinya. Sangat lembut dan pelan, seolah pipinya itu terbuat dadi bahan yang mudah pecah.
"Nggak mau ...." balas Sila dengan suara malasnya.
Tidak ingin diganggu saat dirinya masih mengantuk, Sila menyingkirkan tangan tersebut dan berpaling ke sisi lain. Menghindari sentuhan itu lagi.
"Sayang ... udah hampir siang loh. Kamu belum makan dari semalam. Kasihan dedek nya laper, Yaang," bujuk Zacky lagi. Mengusap lembut bahu Sila yang terbuka. Karena perempuan itu belum mengenakan apapun di balik selimut yang melindunginya dari dinginnya AC.
Mata Sila terbuka lebar. Bahkan sangat lebar dengan ekspresi terkejut. Ia pikir suara tadi itu hanya sebuah ilusi yang ia dengar. Lantas, untuk memastikan hal itu Sila perlahan mengumpulkan kesadarannya dan melihat ke belakang. Memastikan kalau dirinya tengah bermimpi. Seperti apa yang terjadi semalam kepada dirinya. Ia yang tengah terbuai serta merindukan sentuhan dari suaminya, sampai-sampai membuatnya bermimpi melakukan hal tersebut.
"Mas?" panggil Sila tidak percaya kalai ia tengah seranjang dengan suaminya. "Kapan kamu masuk?" tanya Sila lagi.
Zacky mulanya juga bingung kenapa istrinya bersikap demikian. Namun sebuah pikiran jahil tiba-tiba saja terlintas di kepalanya.
"Kamu yang minta aku ...." dengan sengaja Zacky tidak melanjutkan kalimatnya. Akan tetapi tatapan pria itu mengarah ke tubuhnya sendiri. Di mana Zacky belum mengenakan atasannya.
Sontak, Sila mengikuti tatapan Zacky dan perempuan itu begitu terkejut di saat baru menyadari kalau suaminya ini tidak memakai baju. Hanya memakai celana bahannya saja.
"Kenapa kamu mesum banget sih, Mas!" pekiknya sambil menutupi wajah dengan selimut.
Keadaan hening seketika. Karena Zacky juga terdiam dan menahan tawanya. Menunggu reaksi Sila sebentar lagi akan seperti apa.
Satu detik
Lima detik
Dan ....
"Huuuuuuaaa ... apa yang kamu lakukan padaku, Mas? Dasar mesuuuummmm!" peliknya dengan suara yang begitu lantang. Sampai-sampai Zacky menutup telinga dengan bantal. Pria itu masih sayang dengan gendang telinganya.
"Yaang ...." panggil Zacky lembut sembari menarik selimut yang menutupi wajah Sila.
Perempuan itu menggeleng, menolak Zacky dan mempertahankan selimutnya.
"Buka dulu, Yaang. Buruan mandi terus makan," bujuk Zacky. Bisa-bisanya istrinya ini tidak mengingat dengan apa yang terjadi semalam di antara mereka. Padahal semalam Sila yang lebih dominan, setelah ia goda sedikit saja.
"Enggak mau ... malu ...." balas Sila. Mungkin, perempuan itu sudah ingat dengan apa yang terjadi. Di tambah lagi semalam Sila mempunyai inisiatif sendiri untuk mencapai tujuannya.
"Kenapa malu? Hmm?" tanya Zacky. "Aku malah suka kamu yang kayak semalam, Yaang. Hot banget. Sampe bikin aku kalah duluan," bisik Zacky dengan sengaja. Mengingatkan keahlian Sila yang baru Zacky rasa. "Belajar dari mana? Hmm? Boleh di ulang lagi nggak nanti? Kamu yang ambil kendali," lanjut Zacky yang sangat senang menggoda Sila.
Sementara Sila merutuki dirinya di dalam selimut. Kenapa jiga dirinya sok sok-an mengambil alih dan melakukan apapun itu dari atas sesuai insting serta keinginan dan juga rasa penasarannya. Hingga ia benar-benar melakukan gaya baru yang pernah ia lihat di komik.
"Maaasss ...." rengek Sila meminta Zacky untuk menghentikan ucapannya.
Zacky tertawa lalu menarik selimut yang Sila pakai dengan keras. Membuat tubuh sang istri bagian atas pun terlihat. Dengan cepat, Sila melindunginya memakai tangan.
"Ck! Nggak usah malu kayak gitu, Yaang. Aku udan hafal semua anumu itu," ujar Zacky seraya menggelengkan kepala melihat sikap Sila yang malu-malu.
Kemudian Zacky m
Beranjak dadi tempatnya, membuat Sila merasa lega. Namun, itu hanya sesaat saja. Karena Zacky memutar tubuhnya dan berdiri tepat di samping Sila untuk kemudian mengangkat tubuh wanitanya itu tanpa selimut.
"Udah, nggak usah malu. Udah pinter goyang di atas juga," ujar Zacky sembari memainkan alisnya. Membuat Sila semakin malu pada pria ini.
"Jangan diperjelas lagi, Mas!" larang Sila yang malah tampak begitu menggemaskan di mata Zacky.