Our Secrets

Our Secrets
Ch. 66. Reaksi Zuma



Bab. 66


Sementara itu, mami Dilla memicingkan mata di kala calon menantunya itu membawa dua orang perempuan yang tampak tidak asing di matanya. Seperti pernah bertemu, tetapi entah di mana.


Dua orang perempuan itu semakin mendekat dan barulah mami Dila teringat dengan mereka.


"Loh, kalian kan teman-temannya Yuan?" ingat mami Dilla dengan suara yang begitu lantang. Membuat semua orang mengalihkan tatapan mereka ke arah orang yang disebut mami Dilla. Tak terkecuali Zacky yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya.


Betapa terkejutnya Zacky ketika melihat Sila di sana. Sampai-sampai Zacky berdiri dengan tatapan terkejut mengarah ke arah Sila yang juga tampak terkejut melihat dirinya. Namun, dengan segera perempuan itu membuang mukanya ke arah lain. Berpura-pura tidak melihat keberadaannya.


"Selamat siang, Tante," sapa Melani yang kemudian menyenggol lengan Sila dan memberi isyarat untuk menyapa mertuanya sahabat mereka, Yuan.


Sila yang tampak terkejut pun berusaha menutupinya lalu tersenyum ke arah mami Dilla. Serta membungkukkan badannya untuk memberi salam kepada wanita itu.


"Kalian ngapain? Mau beli gaun?" tanya mami Dilla melangkah mendekat ke arah mereka. Lalu tatapan matanya beralih ke arah perut Sila yang membuncit. "Kamu sedang hamil ...." mami Dilla tampak mengingat nama perempuan di depannya. "Ini Sila apa Melani?" tanya mami Dilla yang tidak terlalu paham mana yang Sila dan mana yang Melani.


Seseorang semakin menajamkan pendengarannya. Dua nama yang disebutkan maminya itu tampak tidak asing sama sekali. Karena ia sering mendengar dari kakak iparnya.


Zuma melirik ke arah Zacky yang menatap Sila tanpa berkedip, namun juga tampak tengah menutupi sesuatu.


Demi membuktikan sesuatu, Zuma menghampiri maminya yang sedang berbincang dengan dua perempuan muda itu.


"Temannya Yuan, Mi?" tanya Zuma menghentikan niatan Melani untuk menjawab pertanyaan mami Dilla.


"Iya, Sayang. Mereka berdua itu yang sering diceritain kakak ipar kamu itu. Karena dia cuma punya temen dua doang," balas mami Dilla. "Oh, ya.mana yang namanya Sila dan mana yang Melani?" ulang mami Dilla.


"Sila?" ulang Zuma. Lalu wanita cantik dengan paras yang lebih tegas itu menatap ke arah Sila. Hingga turun ke bagian perut perempuan hamil tersebut lalu menyentuhnya. "Lo Sila?" tebak Zuma sambil mengusap perut Sila yang membuncit.


Sila terjingkat kaget dengan perbuatan wanita cantik dengan aura yang luar biasa itu sedang menyentuh perutnya.


"Iya," jawabnya dengan raut bingung.


Rahang Zuma semakin mengeras, bibirnya menipis hingga suara pertemuan dua rahang itu terdengar jelas di telinga Sila yang memang berada paling dekat dengan Zuma.


"Pria brengs3k!" geram Zuma membuat Sila terkejut. Mata Sila melotot ketika mendengar umpatan Zuma.


"Sorry, kelepasan. Pasti lo kaget, kan?" ujar Zuma yang kemudian tersenyum miring ketika melihat gelengan dari Sila. "Sudah empat bulan kan ini?" tanya Zuma memastikan sendiri dari apa yang ia dengar selama ini mengenai perempuan muda di depannya ini dari sang kakak ipar.


"Kok tau?" sahut Sila melebarkan matanya. "Wah ... Kakak cenayang ya? Bisa nebak kandunganku!" seru Sila lagi. Membuat Zuma tertawa kecil.


Sesuai apa yang diceritakan oleh kakak iparnya. Kalau perempuan ini sangat pintar sekali menyembunyikan keadaan dirinya dengan senyuman dan sikapnya yang ceria.


"Tenang aja. Gue bantu lo," ucap Zuma tersenyum penuh arti sembari memberi usapan di perut Sila.


Sedangkan Sila hanya mengerjapkan matanya. Karena dia sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Zuma.


Lalu Zuma membalikkan badannya dan melangkah menuju ke arah Zacky, saudara kembarnya.


Bugh!


Tanpa aba-aba terlebih dulu, Zuma menendang tulang kering Zacky dengan sangat keras hingga membuat pria itu mengangkat kakinya dan mengaduh. Membuat semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zuma. Termasuk mami Dilla.


"Arrgghh ... lo apa-apaan sih, Dek!" protes Zacky menahan sakit.


Sedangkan Zuma tak menanggapi. Wanita itu justru melepas high heelsnya, lalu meregangkan tulang leher serta tangannya hingga terdengar ngeri.