
Bab. 45
"Jawab pertanyaanku, atau aku cari tau sendiri?" tekan Yuan sekali lagi.
Entah kenapa ia sangat yakin kalau ini semua ada kaitannya dengan sahabatnya. Dari yang ditolong hingga diperk0sa, sama persis. Hanya tinggal memastikan sedikit lagi. Waktu dan tempatnya saja.
Zacky menghembuskan napas kasar. Lalu pria itu mengangguk. Sekali lagi membenarkan apa yang ditebak oleh Yuan.
"Iya. Gue lakuin di mobil," jawab Zacky. Wajah pria itu berubah gusar di saat Yuan kini menghampiri dirinya.
Sementara Rio hanya melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Karena ia sendiri belum tahu betul kejelasan dari masalah Zacky.
"Jangan bilang juga kalau gadis yang kamu perk0sa itu temenku sendiri, Sila?"
Saat ini Yuan berdiri tepat di dekat Zacky yang masih duduk bersantai di sofa, meskipun perasaannya sedang carut marut.
"Ya. Yang tadi siang gue kejar. Dia gadis malam itu dan sekarang dia sedang hamil," ungkap Zacky jujur. Karena inilah mengapa dirinya datang ke sini. "Tapi tolong, rahasiakan semua ini dari mami dan papi, Kak, Mas. Gue masih belum tau harus bagaimana, sedangkan kalian tau gue punya tunangan. Tidak mungkin tiba-tiba saja gue langsung putusin Tusha tanp—"
Plak
Plak
Plak
Dengan amarah yang membuncah, Yuan memukul Zacky di bagian mana saja. Bahkan ketika perempuan itu melihat ada majalah di bawah meja, dia pun mengambilnya lalu memukul Zacky dengan buku tersebut.
"Kak, apa yang lo lakuin?" protes Zacky sembari menutupi wajahnya dengan lengan. Melindungi aset paling berharga dari amukan kakak iparnya tersebut.
"Dasar, cowok brengs3k! Cowok sial4n! Kurang ajar banget lo berani hamilin temen gue! Apa salahnya dia, Anj*r! Dia itu sebatang kara di sini, malah lo hamilin! Kurang ajar banget sih jadi orang!"
Dan mulut perempuan itu tidak bisa dikendalikan lagi. Bahkan Rio sempat terkejut dengan ucapan istrinya yang terlalu wow untuknya. Karena baru ini Rio mendengar Yuan mengumpat dengan kata-kata kasar seperti itu.
Sedangkan Yuan tidak hentinya memukul Zacky dengan tangan dan buku secara bergantian. Seolah belum puas hingga sampai membuat pria di depannya ini lenyap.
"Mas! Hentikan istri lo yang kerasukan. Ini namanya KDRT!" pinta Zacky pada kakaknya.
Bisa saja dirinya menahan dan menghindar, tetapi masih takut akan konsekuensi yang dia terima nantinya.
"Dia bukan istrimu kalau kau lupa. Jadi nggak masuk pasal KDRT," sahut Rio masih dalam keadaan santai. Membuat Zacky mendengkus kesal.
"Gue adik lo paling ganteng sendiri, Mas. Lo tega?" protes Zacky. Di mana ia masih mendapat pukulan demi pukulan dari Yuan.
"Aku lebih memilih istri dan anakku," sahut Rio enteng. Pria itu berdiri dan menghampiri Yuan lalu menghentikan tindakan perempuan itu di kala Rio melihat napas Yuan mulai terengah.
"Sayang ... ingat, kamu sedang hamil. Jangan terlalu capek," ucap Rio memperingati istrinya.
Sedangkan Zacky menatap tak habis pikir dengan kakaknya. Seharusnya di sini dirinyalah yang mendapat perlakuan itu. Bukan malah Yuan yang terus memukulinya sedari tadi.
Yuan berhenti, mengatur napasnya yang terengah. Kemudian perempuan itu menatap ke arah suaminya dengan penuh arti. Lalu ....
Bugh!
Pukulan itu akhirnya Zacky terima juga tepat di wajahnya sebelah kanan. Membuat Zacky terhuyung ke samping dan jatuh ke sofa. Sangking kerasnya pukulan Rio.
"Mas! Lo kok malah ikut-ikutan kayak istri lo, sih!" protes Zacky seraya mengusap pipinya yang terasa perih dan sakit. Darah segar pun mengalir dari sudut bibirnya.
"Menuhin janjiku pada Sila," sahut Rio. Lagi dan lagi pria itu tampak begitu santai.
Sementara Yuan segera meraih ponselnya yang ada di atas meja, lalu menghubungi seseorang.
"Hallo, Kak Zuma? Kak! Potong aja itu tititnya Kak Zacky sampai habis! Dia hamilin temen gue, Kak!" adu Yuan kepada saudara kembar Zacky. Membuat pria itu mengusap wajahnya pasrah.
"Salah alamat gue ke sini tadi," gumam Zacky. Jelas, masalahnya akan semakin rumit dan meluber.