
Bab. 75
Siapa yang tidak jengkel jika ia dikerjai habis-habisan oleh perempuan yang sialnya adalah istrinya sendiri. Mau menolak, semua anggota keluarganya menatap tajam ke arahnya. Sehingga membuat Zacky mau tidak mau melakukan apa yang Sila minta. Terlebih lagi keadaan pinggangnya yang masih sakit.
"Berapa ronde semalam? Kok keliatan capek banget?" tanya Jinan yang datang ke kantor Zacky untuk meminta tandatangan sebagai kerjasama perusahaan mereka.
Tentu saja berita menyebarnya pernikahan Zacky dengan seorang gadis yang baru lulus sekolah, di tambah lagi dia sudah hamil empat bulan, berlangsung cepat dan akurat. Sebab yang menyebarnya ialah sumber terpercaya. Siapa lagi bukan Arsya.
Zacky menatap malas ke arah Jinan. Ia mengambil berkas yang baru saja disodorkan oleh Jinan, melihatnya sebentar lalu membubuhkan tandatangannya di sana tanpa mengecek lebih detail lagi. Karena Arsya sudah melihat semua isinya.
Meskipun mereka berteman sangat baik, tetap saja Zacky tidak akan memberi keringanan sedikit pun jika nau bekerjasama dengannya. Semua harus melewati seleksi yang sangat ketat dan tidak sembarang orang juga bisa menjalin kerjasama dengannya.
"Ronde apaan. Orang dia ditendang sama istrinya. Padahal baru aja tidur bareng. Udah kena apes mulu." bukan Zacky yang menjawab, melainkan seorang pria yang berdiri tepat di samping Zacky.
Tentu saja Jinan terkekeh mendengar sebuah fakta yang cukup mengejutkan dari sahabatnya. Tidak menyangka jika nasib Zacky tidak secermelang karirnya. Rupanya kehidupan rumah tangga pria itu cukup memprihatinkan.
"Dapat daun pucuk bukannya bergair4h, anu lo malah menderita parah, Bro!" ejek Jinan yang tidak bisa berhenti tertawa. "Mana baru sekali kan ngerasain ahem ahem?" tebak Jinan yang sangat tahu betul tabiat Zacky. Di tambah lagi mendapat anggukan dari Arsya.
"Bener banget. Baru sekali dan langsung jadi. Terus udah nikah sebulan lebih, eh, malah nggak dikasih jatah sama sekali. Ngenes emang dia. Masih mending gue lah, jomblo tapi bahagia," sahut Arsya lagi yang suka sekali melihat Zacky tersudut oleh mereka.
Tidak seperti Jinan yang terkenal memang sering kali berganti wanita setiap malamnya, seolah seperti berganti selimut sekali pakai.
"Kalau nggak ada yang dibicarain, mending lo keluar. Gue nggak punya waktu denger ketawa lo," ucap Zacky tanpa segan mengusir Jinan.
"Eits! Kalem Bro ... kalem," balas Jinan. Tentu saja pria berparas bule itu tidak mendengarkan ucapan Zacky begitu saja. "Gue punya tips buat luluhin istri lo, kalau emang lo pingin ...." Jinan tidak mengucapkan dengan jelas. Tetapi pria berdarah campuran itu menyatukan ujung baru telunjuknya di depan wajah. Membuat Arsya tertawa lepas.
"Bilang aja udah, Ji. Kasian bos gue. Udah nikah, tapi belum anget-angetan lagi," sahut Arsya lagi. Entah kenapa puas sekali melihat Zacky tidak bisa mengelak dari Jinan.
"Makanya, kalau dia mau, gue bisa kasih tau cara ampuh buat mancing betina agar mau kita ahemin. Pelajaran juga buat lo, Ar. Udah jomblo, masih jaka pula. Hidup lo lebih ngenes dari Zacky. Masa' hidup cuma numpang pip1s doang," goda Jinan membuat Arsya melempar bolpoin ke arahnya.
"Sialann, lo!" umpat Arsya. "Gue mah cowok berkelas. Nggak akan pip1s sembarang kayak lo." lanjut lagi yang membela diri.
"Ck! Udah, mau tau apa nggak?" tanya Jinan memastikan lagi.
Walaupun tidak mendapat jawaban, tetapi dari tatapan kedua sahabatnya itu Jinan bisa menyimpulkan kalau mereka sebenarnya sangat ingin tahu. Tetapi hanya gengsi saja untuk mengakuinya.