Our Secrets

Our Secrets
Ch. 114. Kejutan Tak Terduga



Bab. 114


Acara tujuh bulanan pun berjalan dengan sangat lancar. Sesuai permintaan Sila, dan memastikan sikap maminya agar tidak ikut campur mengenal acara tujuh bulanan ini dan mewanti wanti wanita yang sudah melahirkan dirinya tersebut tidak berbuat aneh-aneh. Tentu saja Zacky juga mengatakan konsekuensi yang akan ia terima kalau-kalau mami nya itu berbuat ulah.


Kakek dan nenek pun juga didatangkan dari Surabaya oleh Zacky. Hal itu semakin membuat Sila merasa sangat senang. Wanita itu juga melepas rindu yang sangat mendalam pada kedua orang yang sudah berjasa menghidupi dan merawat dirinya dari kecil. Menggantikan peran kedua orang tuanya yang sudah tidak ada.


Setelah acara selesai pun, rupanya Zacky masih memiliki rencana lain. Acara yang selesai pada pukul empat sore tersebut, membuat beberapa orang dan kerabat keluarga inti mereka masih menetap di rumah Zacky dan Sila. Sehingga pria itu tidak akan menyiapkan kesempatan yang saat ini ada di depan mata. Lebih lagi ini juga merupakan momen yang sangat mengesankan bagi mereka.


"Kita mau kemana sih, Mas?" tanya Sila tidak mengerti apa yang sedang suaminya lakukan saat ini. Dengan mata tertutup dan di tuntun seperti ini, membuat Sila


"Udah ... kamu ngikut aja, Yaang," jawab Zacky seraya mengarahkan Sila ke taman yang ada di belakang rumah. Di mana ia mendekor taman tersebut tanpa sepengetahuan istrinya.


Sila menurut saja. Jika diingat ingat, ini kali pertamanya Zacky mau memberi dirinya kejutan. Sehingga wanita itu memilih untuk tidak melayangkan protes atau banyak tanya.


Hingga mereka sampai di taman belakang, dengan perlahan Zacky menuntun istrinya untuk menuju sebuah kursi di sana dan di belakang kursi tersebut ada sebuah hiasan untuk acara lain selain acara tujuh bulanan ini.


"Kenapa misterius banget sih, Mas?" tanya Sila yang masih sangat penasaran. Sedangkan ia mendengar di area sekitarnya seperti seseorang yang tengah berbisik bisik.


Sila berdecak kesal dengan suaminya. Ia benar-benar sangat penasaran dengan kejutan apa yang akan ia terima, namun suaminya itu malah menggoda dirinya dengan hal yang tidak penting menurutnya.


"Mas! Aku tuh udah capek loh, seharian ini ikutin acara yang kamu atur. Jangan mulai deh. Udah nggak ada tenaga buat debat lagi sama kamu," sahut Sila kesal.


Zacky hanya tersenyum, lalu membantu Sila untuk duduk di sebuah kursi. Secara perlahan ia membuka kain yang menutupi mata istrinya itu.


Perlahan Sila membuka matanya. Silau cahaya lampu lah yang pertama kali Sila lihat. Wanita itu mengerjap beberapa kali, baru bisa melihat dengan jelas.


Sila menutup mulutnya, tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Bukan hanya keluarganya saja yang berada di sana. Melainkan teman-temannya waktu SMA serta teman kerjanya di cafe Biru milik Jinan.


Mereka berbaris dengan sangat rapi, serta masing-masing membawa setangkai bunga mawar merah di tangan mereka. Pandangan Sila semakin kabur, di kala ada buliran bening yang menutupi matanya.


"Ma-mas," panggil Sila masih tidak percaya mereka semua ada di sini. Teman-teman lamanya.


Zacky mengangguk dengan senyuman paling tampan malam ini. Lalu tanpa di duga oleh Sila, pria itu bersimpuh di hadapan Sila.