Our Secrets

Our Secrets
Ch. 117. Akhir



Bab. 117


Dengan segala kekuasaan yang Zacky punya, tentu saja pria itu dengan mudah mendapatkan apa yang istrinya minta. Meskipun tetap saja harus menunggu beberapa minggu ke depan, baru bisa komikus yang diidolakan oleh istrinya tersebut ia datangkan ke Indonesia. Bahkan kandungan Sila sampai usia sembilan bulan.


Tentu, wanita itu setiap hari merengek dan menanyakan kapan mereka akan datang. Dan tibalah hari ini. Di mana mereka datang dengan sepasang anak mereka yang ternyata juga kembar.


Sila dan Zacky menyambut kedatangan tamu kehormatan bagi mereka dengan sangat sangat sangat spesial sekali. Bahkan Sila sampai memperlihatkan beberapa komik koleksinya yang diciptakan oleh Takashima, komikus favorit Sila.


Tanggapan pria berusia empat puluh satu tahun yang berasal dari Jepang tersebut sangat luar biasa. Beliau memberikan tandatangan ekslusif pada setiap komik yang Sila miliki. Bahkan mereka melakukan foto bersama. Layaknya dua keluarga besar yang berada dalam satu frame yang sama.


Rasa bahagia yang membuncah begitu sangat luar biasanya Sila rasa. Wanita itu benar-benar sangat berterimakasih pada suaminya, karena pria itulah yang mewujudkan semua keinginan Sila selama ini. Seperti layaknya seorang peri yang tiba-tiba saja datang kepadanya dan mengabulkan semua permintaan tak masuk akalnya tersebut.


Sila juga tidak membuang momen langka dan sangat spesial ini begitu saja. Dia sudah menghubungi dokter kandungannya dan meminta untuk dilakukan operasi hari ini juga. Karena Tuan Takashima tidak bisa terlalu lama berada di Indonesia. Dia mempunyai jadwal yang juga sama padatnya.


Semua keluarga sudah berkumpul di depan ruang operasi. Bahkan kakek dan nenek pun Zacky jemput menggunakan pesawat pribadi mereka. Serta keluarga tuan Takashima juga masih berada di sana. Sementara Zacky, tentu saja pria itu menemani istrinya di dalam.


Mereka menunggu dengan perasaan was-was. Entah mengapa ini merupakan hal yang sangat menegangkan. Di tambah lagi keadaan Sila tadi sempat menurun. Beruntungnya tim dokter menangani dengan sangat cepat.


Hingga selang beberapa menit kemudian, suara tangisan dua bayi terdengar begitu riuh dari dalam. Membuat semua orang yang berada di luar ruangan mengucap syukur dan lega.


"Anak kita nanti juga kembar, Yaang," bisik seorang pria kepada seorang wanita. Dalam keadaan seperti ini, pria itu masih sempat-sempatnya menggigit telinga wanitanya.


"Diem!" ingat sang wanita seraya menyikut pria di sampingnya. Karena merasa geli digigit dalam keadaan ramai orang seperti ini. Lebih-lebih lagi takut ketahuan oleh keluarganya sendiri. Sedangkan pria itu justru terkekeh lalu mencuri kecup singkat di pipi.


Pintu ruang operasi pun terbuka. Mereka keluar dan langsung memindahkan Sila ke ruang VIP beserta bayinya.


Banyak ucapan selamat yang Sila dan Zacky terima. Label wanita hebat pun melekat pada Sila mulai saat ini.


"Namanya siapa, Zac?" tanya mami Dilla seraya menggendong salah satu cucunya. Sedangkan yang satu.lagi digendong oleh tuan Takashima.


Sila tersenyum, lalu menatap ke arah idolanya yang menggendong salah satu anaknya.


"Saya mau Tuan Takashima yang memberi nama pada anak-anak saya," ujar Sila menggunakan bahasa Jepang dengan sangat lancar.


Tentu saja, tidak ada yang kaget dengan semua itu. Karena Sila merupakan wanita cerdas dan sangat cepat mempelajari sesuatu. Asal selain bidang kepekaan. Jelas, wanita itu tidak akan bisa menguasainya.


"Saya?" tanya tuan Takashima tidak percaya.


Zacky dan Sila mengangguk mantap. Lalu tuan Takashima menatap ke arah si kembar.


"Hirotaka Ardhani Rayyansyah," ucap tuan Takashima seraya menatap ke arah bayi laki-laki. Lalu pria itu berpindah menatap ke arah bayi perempuan. Sebelumnya, tuan Takashima menatap ke arah istrinya terlebih dulu dan mendapat anggukan samar dari istrinya. "Harutami Diandra Rayyansyah," ujarnya memberi nama pada pasangan kembar tersebut.


Di mana tuan Takashima mengambil nama dari dirinya dan juga sang istri. Beruntung tadi ia sempat bertanya-tanya mengenai keluarga Rayyansyah. Sehingga tuan Takashina juga menyempilkan nama Indonesia untuk mereka di tengah-tengah nama bayi kembar itu.


"Bagaimana?" tanya tuan Takashima.


Sila mengangguk cepat. "Bagus, Tuan Taka. Saya sangat menyukai nama yang anda berikan kepada putra dan putri kami. Terimakasih banyak. Terimakasih ...." balas Sila sangat terharu, karena mereka menyempilkan nama mereka juga. "Gimana menurutmu, Mas?" tanya Sila pada suaminya.


Zacky tersenyum sembari mengusap puncak kepala Sila. Lalu melabuhkan kecupan penuh cinta di kening Sila.


"Terimakasih sudah menjadi wanita hebat yang aku miliki, Sayang," ujar Zacky yang membuat semua orang tersenyum bahagia melihat kebahagiaan baru di keluarga mereka.


Sebuah takdir yang mempermainkan mereka, mempertemukan mereka kembali dengan perasaan baru. Hingga pada akhirnya takdir itu menyatukan mereka dalam kebahagiaan tiada tara. Sampai-sampai tidak bisa mereka sangkal sedikit pun.


TAMAT.


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini. Yuta ucapkan banyak banyak banyak terimakasih. walau ada perasaan berat ketika menyelesaikan novel ini, namun ada sesuatu yang baru lagi yang akan membuatku bertemu dengan kalian juga dengan keluarga ini. cerita siapa? cari teka tekinya di atas. karena aku sempilin duikit tadi. hehe. kabar lanjutnya aku inpoin di igeh kalau mereka udah mencutul. sayang banyak banyak buat kalian semua😘😘