Our Secrets

Our Secrets
Ch. 69. Mengungkap Semuanya



Bab. 69


Tidak ingin membuat ribut di buktinya tante Amira, akhirnya papi Kendra memohon pamit setelah meminta maaf pada sahabat istrinya tersebut. Pria paruh baya itu juga akan menjelaskan apa yang terjadi dan mengambil keputusan mengenai pertunangan antara Zacky dan Tusha. Hingga kini mereka semua di bawa ke rumah utama kediaman Rayyansyah.


Sila yang baru pertama kali datang ke rumah besar ini, tampak tidak nyaman. Tidak ada yang ia kenal di sini. Sementara Melani tadi memilih pamit. Karena perempuan itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Jadilah Sila sendirian, duduk terdiam di tempatnya sedari masuk rumah ini. Tanpa berani menatap ke arah sekitar. Di mana tatapan mereka mengarah ke arah Sila dan perutnya.


Sedangkan Zacky tengah di obati oleh asistennya, Arsya. Di mana tadi papi Kendra juga memanggil asisten putranya itu. Karena papi Kendra menduga kalau Arsya tahu semuanya.


"Jelaskan sekarang apa yang sebenar nya terjadi," suruh papi Kendra menatap tajam ke arah Zacky.


Sementara mami Dilla melihat Sila yang terdiam dan menunduk, lantas wanita paruh baya itu berpindah tempat dan duduk di samping Sila. Meraih tangan perempuan yang terasa dingin lalu ia usap dengan penuh kelembutan.


"Takut ya?" tanya mami Dilla dengan suara lembutnya.


Sila mengangkat wajahnya, menatap ke arah wanita cantik yang menatapnya dengan tatapan begitu teduh. Sila mengangguk.


Mami Dilla langsung memeluknya. Hatinya juga sakit di kala mengetahui gadis seumuran Sila sudah mengalami hal mengerikan akibat ulah putranya.


"Udah ... nggak usah takut. Ada Mami sekarang," ucap mami Dilla sembari mengusap lembut punggung Sila.


Sila memejamkan mata. Menikmati sebuah pelukan hangat yang sudah lama sekali tidak pernah ia rasakan dari seorang ibu.


'Gue juga akan rebut mami lo, Om.' batin Sila lagi. Yang masih kurang puas membuat Zacky dipukuli oleh kembaran nya sendiri. Baginya itu masih belum setimpal dengan apa yang dilakukan pria itu kepada dirinya.


Zacky menghela napas. Kemudian pria itu menceritakan kronologi awal mengapa semua ini terjadi. Juga pernikahannya dengan Sila yang dia rahasiakan. Membuat semua keluarganya terkejut akan pernikahan Zacky. Pasalnya tidak ada yang tahu, baik Rio maupun Zuma. Zuma hanya tahu kalau Zacky sempat ke Surabaya menemui keluarga gadis yang dia hamili. Tidak tahu lebih detailnya lagi.


"Lo bohongin gue, Ar?" mata Zuma memicing ke arah Arsya. Membuat pria itu menelan salivanya dengan susah.


"Gue nggak bermaksud bohongin lo, Zu. Tapi lo nggak tanya lebih lanjut waktu itu," elak Arsya lalu pria itu juga mendapat tatapan tajam dari Zacky.


"Lo bocorin ke dia?" tanya Zacky tidak percaya ketika asistennya ini berkhianat kepadanya.


Arsya menggeleng. "Gue nggak bocorin. Cuma jawab pertanyaan Zuma aja."


Jawaban Arsya membuat Zacky geram dan langsung memukul lengan Arsya. Bisa-bisanya dia mengkhianati dirinya.


"Mami kecewa dengan kelakuanmu, Zack," ucap mami Dilla menatap penuh kecewa. "Mami dan Papi nggak pernah ajarin kamu ngerendahin perempuan seperti itu." imbuhnya lagi.


Zacky menghela napas. "Berapa kali Zacky katakan, Mi. Kalau itu semua terjadi karena Zacky dalam pengaruh obat. Nggak dalam keadaan sadar," elak Zacky membela diri. "Sila juga tahu keadaan Zacky waktu itu. Jadi apa yang terjadi sama kita itu emang murni kecelakaan. Sila juga nggak mau Zacky nikahi langsung waktu Zacky ketemu sama dia sebelum dia lulus dulu itu." ungkap Zacky lagi.


Kini semua orang menatap ke arah Sila.


"Bener, Sayang?" tanya mami Dilla dengan nada lembut. Sila mengangguk. "Kenapa?" tanya wanita paruh baya itu tidak paham.