Our Secrets

Our Secrets
Ch. 102. Pihak Yang Salah



Bab. 102


Sila akhirnya benar-benar merasa hidup lagi. Sudah berapa lama dirinya menantikan ingin menjalani hidupnya seperti dulu. Bebas tanpa terkekang. Tentunya, tetap selalu diikuti oleh suami super posesifnya. Sampai-sampai berhasil membuatnya merasa geram yang sangat luar biasa.


Betapa tidak membuatnya geram, kalau-kalau dirinya mengobrol dengan Bagas, temannya SMA dulu. Di mana mereka kebetulan bertemu di bioskop saja tidak diperbolehkan terlalu lama. Padahal Bagas juga datang bersama ceweknya. Benar-benar keterlaluan memang kelakuan om setengah matengnya tersebut.


"Mas!" panggil Sila ketika mereka baru keluar dari mall dan akan menuju ke mobil yang sudah menghampiri mereka.


"Mau apa lagi, Yaang? Ini udah malem loh. Lanjut besok ya, jalan-jalannya?" sahut Zacky mencoba membujuk sang istri untuk menyudahi kegiatan mereka hari ini. Ia takut, jika kaki Sila akan membengkak kalau terlalu lama berjalan seharian. Di tambah lagi peringatan dari dokter kalau Sila tidak boleh terlalu capek.


Sila menipiskan bibir nya dengan tatapan begitu gemas.


"Iihhh ... bukan itu, Mas! Kamu tuh ya, kalau aku lagi temu kangen sama temen lama, jangan gangguin terus, Mas. Orang aku juga nggak pernah larang-larang kamu, loh! Bahkan sampai reuni sama mantan juga aku biarin, kan. Giliran aku aja, udah kek cacing kepanasan," omel Sila mengungkit masalah yang sudah berlalu sebenarnya.


Entah ini sudah yang ke berapa ribu kalinya Zacky harus menahan diri dan menekan egonya untuk mengalah pada sang istri. Semakin ke sini, istrinya itu semakin suka sekali mengungkit ngungkit kesalahan yang pernah ia lakukan. Terlebih lagi kesalahan dirinya yang bertemu dengan Tusha beberapa hari lalu. Padahal itu bukan salah Zacky. Namun, kebetulan juga Sila datang ke kantor dan beginilah nasib nya. Zacky selalu menjadi pihak yang salah dan Sila, berada di pihak yang benar.


Sila terdiam, memikirkan kata-kata suaminya. Memang benar Bagas baru pacaran. Tetapi perasaan tadi dirinya tidak terlalu dekat. Tetap menjaga jarak seperti biasa, meskipun duduk saling berhadapan. Mereka juga tidak membahas hal yang aneh-aneh. Cuma bertanya mengenai kabar dsn juga kesibukan masing-masing. Di tambah lagi Bagas cukup terkejut di saat melihat perut Sila yang tiba-tiba saja sudah membesar. Padahal terakhir kali mereka bertemu itu tiga bulan yang lalu. Sila belum berubah seperti ini penampilannya.


Karena tidak mau Bagas menduga hal yang tidak-tidak, meskipun kenyataannya seperti itu. Namun Sila tidak mau mengakui dan mengaku jika mereka menikah sudah lama. Sama seperti Yuan, di mana menikah ketika mereka masih sekolah.


"Astaga, Mas ... aku tuh jaga jarak loh tadi. Aku juga bukan cewek yang main nempol kayak mantan kamu itu. Harap digaris bawahi!" tekan Sila menatap tegas ke arah suaminya.


Glek!


'Salah lagi kan, gue.' batin Zacky yang tidak bisa berkutik sama sekali jika berdebat dengan Sila.


Perempuan itu sungguh maha benar dan tidak pernah salah memang. Maka sebagai seorang suami yang baik, dan mempunyai hati lapang, lagi dan lagi Zacky hanya bisa mengangguk lalu meminta maaf atas perbuatannya yang sesungguhnya tidak ada titik salahnya. Sebab Zacky hanya ingin menjaga istrinya dari godaan serangga lain.


"Iya, iya ... aku minta maaf kalau menyinggung kamu, Yaang. Ya udah, kita pulang saja, yuk! Udah malem juga. Twins butuh rebahan itu kayaknya. Capek seharian diajak jalan mulu," ujar Zacky dengan nada yang super duper lembut serta tersenyum begitu manis. Sangat manis dan terlihat tulus. Hingga akhirnya amarah Sila mereda.