Our Secrets

Our Secrets
Ch. 35. Ketakutan Zacky



Bab. 35


Entah mengapa gelagat gadis itu sangat aneh di mata Zacky. Membuat Zacky terus melangkah ke arahnya.


Sementara Sila merasa kalau keberadaannya tidak aman, gadis itu pun segera beranjak dari tempatnya. Tidak lupa sebelum pergi membungkuk sopan kepada kedua orang paruh baya yang kini memperhatikan dirinya. Sila menurunkan tasnya tepat sebelum Zacky berada di dekatnya.


"Salam Om, Tante. Saya permisi dulu," sapa sekaligus pamit Sila.


Sebenarnya bisa saja dirinya langsung pergi dan berlalu dari sana. Hanya saja ia tidak mau merusak nama Yuan di mata kedua mertua sahabatnya tersebut. Ia harus terlihat sopan, meskipun Sila juga bersikap kurang ajar kepada orang yang tidak menghargai dirinya.


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Sila langsung melangkah pergi sembari menundukkan kepalanya. Berharap jika om setengah mateng itu tidak mengenali dirinya. Di tambah saat ini dirinya mengenakan make up. Aman lah pikir Sila.


Karena berjalan sambil menunduk, tanpa sengaja tubuh Sila menabrak Zacky dan gadis itu langsung membungkuk minta maaf kemudian segera berjalan cepat menjauh dari sana.


Membuat semua orang yang ada di sana menatap bingung dengan tingkah Sila.


"Lo mau ke mana, Sil?" tanya Yuan sedikit berteriak. Membuat Sila menoleh sebentar namun tetap melanjutkan langkahnya. Bahkan saat ini gadis itu terlihat sedikit berlari, walau sangat susah. Karena kakinya yang dililit oleh kain jarik.


Lalu Yuan menatap ke arah Melani, meminta penjelasan kepada sahabatnya yang satu itu, tetapi mendapat kedikan bahu dari Melani.


"Teman kamu takut sama Mami ya, Sayang?" tanya mami Dilla mendekat ke arah menantunya.


"Mana mungkin, Mi," jawab Yuan. Gadis itu mantap Melani lagi. "Apa dia ngeluh mual lagi?" tanya Yuan kepada Melani.


"Enggak sih. Tadi bilangnya cuma pingin ngilang aja dari sini," jawab Melani.


Jawaban Melani itu membuat semua orang bingung. Sementara Zacky yang terus memperhatikan gadis yang tak asing di matanya, segera menoleh ke arah kakak iparnya.


"Dia mual kenapa?" tanya Zacky entah mengapa begitu penasaran.


Yuan mengangkat bahunya. "Mungkin karena perubahan hormon aja. Atau kalau nggak ya bawaan bayi," ceplos Yuan yang langsung mendapat senggolan dari suaminya.


Rio memberi peringatan kepada Yuan lewat sorot matanya. Kalau di sana sedang ada keluarganya. Akan tidak baik mengungkap permasalahan orang lain di depan orang seperti ini.


Di saat Rio menahan Yuan agar tidak mengatakan lebih jelas, justru malah diperjelas oleh mami nya sendiri. Membuat Rio menghela napas berat sembari mengusap wajahnya.


"Udah, jangan bahas masalah muridnya Rio, Mi. Lebih baik kita nikmati hidangannya saja," ujar Rio.


Namun tidak berlaku untuk Zacky. Pria itu langsung memegang bahu Yuan, membuat kakak iparnya itu terkejut. Bahkan Rio langsung menepis tangan Zacky dari bahu istrinya.


"Ada apa?" tanya Rio dengan raut yang tidak bersahabat.


"Siapa nama temen lo tadi, Kak?" tanya Zacky kepada Yuan. Mengabaikan pertanyaan Rio.


"Hah? Sila?" tanya Yuan memastikan.


"Nama panjangnya?" desak Zacky membuat orang tuanya menatap heran.


Meskipun bingung dengan sikap adik iparnya, Yuan tetap menjawab pertanyaan pria itu.


"Arsila Quenaara Diandra," jawab Yuan. Gadis itu menatap menelisik ke arah Zacky. "Why?"


Deg!


Kakinya seolah lemas mendengar nama panjang gadis itu. Lebih lagi sebuah fakta yang tadi dikatakan oleh kakak iparnya.


"Apa dia sudah menikah seperti kalian?" tanya Zacky untuk memastikan sesuatu.


Rio semakin memicingkan mata ke arah Zacky. Tidak biasanya adiknya ini terlalu memperhatikan seseorang dengan sedetail mungkin. Kecuali lawan tendernya.


Zacky menyugar rambutnya ke belakang di kala melihat gelengan kepala dari Yuan.


"Shiitt!"