Our Secrets

Our Secrets
Ch. 40. Berhenti Berputar



Bab. 40


Flashback On.


Satu minggu yang lalu, di saat Sila tengah menghabiskan waktunya di mall bersama Melani, karena Yuan tidak bisa ikut dengan alasan menemani pawangnya. Sehingga mereka pergi hanya berdua saja.


"Mel, gue pingin brownies itu deh. Enak banget kayaknya," ujar Sila saat melewati stand penjual cake yang disebutkan tadi.


Kebetulan juga Melani ingin membeli baju untuk persiapan dirinya masuk ke kantor. Sehingga gadis itu ada waktu sekalian menemani ibu hamil muda terebut cuci mata.


Tentu saja yang dimaksud cuci mata mereka berdua bukan dengan melihat para cowok tampan, melainkan barang-barang mewah dan bagus bagi Melani, dan aneka makanan enak bagi Sila. Entah mengapa semenjak hamil, Sila lebih gampang tergoda oleh bentukan makanan serta aroma mereka.


Hidupnya juga terasa tenang beberapa minggu ini setelah orang itu tidak lagi muncul di depannya. Sila bisa melewati harinya seperti biasa.


"Bukannya lo barusan makan bolu?" tanya Melani sedikit heran dengan napsu makan Sila.


Sila menyengir. "Masih laper, Bebeb Melmel. Boleh, ya? Nggak ngempesin dompet lo, kok. Di banding barang incaran lo itu," rayu Sila.


Membuat Melani menyesal kalau dia akan menjadi mami gula buat Sila.


"Ck!"


Gadis itu pun tidak bisa menolak keinginan Sila. Karena mungkin terbawa oleh bawaan jabang bayi. Namun bukan itu yang membuat Melani enggan. Masalahnya perut Sila muat apa tidak.


Tidak ada pilihan lain, Melani menuruti kemauan ibu hamil tersebut. Namun, ketika mereka akan melangkah masuk, cepat-cepat Sila menarik tangan Melani dan menjauh dari sana. Membuat Melani melayangkan protes. Sila pun segera memberi isyarat agar diam.


"Jangan banyak tanya dulu. Yang penting kita segera pergi dari sini," ujar Sila yang tiba-tiba dengan suara pelan dan lirih.


Pandangan matanya melihat sosok yang ingin ia hindari. Namun, rasa penasaran yang membuncah di dalam diri membuat Sila ingin menyelidiki. Bukan bukan, lebih tepatnya memastikan kalau pria itu sudah mempunyai pasangan atau belum.


Sila melihat pria itu tampak begitu perhatian dan menuruti apa saja yang diinginkan oleh seorang wanita cantik di sebelahnya. Bahkan mereka saling melempar canda gurau.


"Ck! Bilangnya aja mau nikahin. Orang udah punya pasangan, juga." gumam Sila lirih.


"Ah, enggak apa-apa, Beb. Ayo pulang aja. Capek gue udahan," ajak Sila yang langsung menarik lengan Melani agar menjauh dari sana. Sebelum pria itu melihat keberadaannya.


***


Flashback Off.


"Kenapa? Nggak bisa jawab kan, Om?" desak Sila dengan tersenyum getir. 'Begini amat nasib gue.' batin Sila kemudian.


Zacky meraup wajahnya secara kasar. Kali ini masalahnya tidak segampang yang ia kira. Zacky pikir dengan menikahi Sila secara diam-diam, dan perlahan akan mengatakan semuanya kepada keluarga serta Tusha di waktu yang tepat, semua akan beres.


"Oke, kalau kamu sudah tahu saya memiliki kekasih, saya akan jujur," ucap Zacky. Tidak bisa menutupi statusnya juga di sini.


Jujur saja, pikiran Zacky begitu carut marut semenjak mengetahui Sila hamil anaknya. Antara wanita yang dia cintai, arau darah dagingnya sendiri. Benar-benar pilihan yang sangat rumit dan tidak bisa diputuskan secara cepat. Lebih lagi Tusha merupakan wanita yang sangat baik dan selalu mendukung dirinya.


"Wanita itu namanya Tusha, dia tunangan saya," ungkap Zacky. Karena selama ini ia hanya jalan bersama Tusha. Atau paling tidak ya mami nya. Sedangkan Zuma masih berada di Bandung.


Brak!


Sila menggebrak meja dengan sangat keras. Tidak hanya membuat Zacky kaget, melainkan pegawai cafe serta pelanggaan cafe yang mendengarnya pun terkejut.


"Sudah gue dugong!" seru Sila.


"Hah? Dugong?" ulang Zacky dengan wajah tak mengerti.


Sila meringis dengan wajah tanpa salah. "Sudah saya duga, maksud saya," ralatnya.


Seketika waktu seolah berhenti beberapa detik di saat Zacky melihat senyuman Sila yang begitu manis. Lebih lagi gigi gingsulnya itu terlihat.


'Manis.' batin Zacky yang terpesona dengan senyuman Sila. Karena gadis itu baru kali ini tersenyum di depannya.