Our Secrets

Our Secrets
Ch. 90. Rahasia Jinan



Bab. 90


Lagi dan lagi untuk ke sekian kalinya Arsya dan Jinan tertawa terbahak ketika mereka mendapati Zacky balik ke kantor langsung setelah Sila menelpon Arsya. Kebetulan juga Jinan sudah datang ke kantor Arsya. Karena mereka akan melakukan rapat sebentar lagi.


"Gagal?" tanya Jinan yang sebenarnya sudah tahu pasti apa jawabannya. Hanya saja pria yang cuma mengenakan kemeja tanpa adanya jaz di tubuh nya tersebut ingin mendengar secara langsung dari Zacky. Di tambah lagi tampang Zacky yang sangat mendukung praduga mereka berdua itu benar adanya.


Sementara Zacky yang baru tiba di kantornya itu langsung duduk di kursi kerjanya. Mengabaikan dua orang yang suka sekali melihat dirinya dalam posisi seperti ini. Menahan sesuatu yang tidak mau ia tuntaskan sendiri lagi.


"Kalian bakalan tau rasanya kalau udah nikah," ujar Zacky pada akhirnya.


Jinan dan Arsya menatap Zacky kasihan. Karena itu memang kebutuhan seorang pria. Namun, pria itu saja yang tidak tahu waktu.


"Ditahan sampe malam kan bisa, Zack. Lagian lo pingin itu kagak liat-liat. Orang baru masuk kerja udah balik lagi. Jelas lah istri lo nggak mau," balas Jinan yang sangat berpengalaman jika dalam hal perempuan seperti ini. "Kalau gue jelas nggak akan tahu rasanya. Karena gue udah nyaman dengan hidup gue sekarang. Nggak akan mengikat hubungan dengan perempuan manapun " imbuhnya lagi.


Kali ini ganti Jinan yang tampak seolah tengah menghadapi sesuatu. Di mana tidak Zacky dan Arsya ketahui.


"Lo nggak bakalan nikah selamanya?" tanya Arsya penasaran. "Yakin?" ulangnya lagi untuk memastikan.


Jinan menggeleng lalu mengangguk. "Buat apa nikah kalau gue bisa dapat kesempitan mereka tiap malam? Cuma itu kan tujuan kalian nikah? Biar bisa anu terus?" Jinan balik bertanya. "Gue juga bisa lakuin setiap hari tanpa mengikat hubungan sama mereka," ujar Jinan lagi.


Arsya menghela napas. Tidak mengerti lagi gimana jalan pikiran sahabatnya yang satu ini.


"Serah lo deh. Tapi gue yakin kalau alasan lo bukan hanya itu. Pasti karena Zu—mmphhh!"


"Diem kalau pingin dompet lo aman," ucap Jinan memberi peringatan kepada Arsya dengan tatapan penuh penekanan.


Jika urusannya dengan dompet, Arsya langsung mengangguk setuju tanpa di ulang. Bisa dikatakan kalau Arsya itu seperti Sila. Sangat realistis dan sangat tahu apa yang bisa membuatnya renang dan damai. Yakni, money.


Zacky merasa ada yang aneh. Ada sesuatu yang coba mereka sembunyikan.


"Kenapa? Jangan bilang lo juga hamilin cewek tapi nggak tanggung jawab," tuduh Zacky menyamakan kasus Jinan seperti dirinya.


Jinan yang dituduh seperti itu pun langsung melempar dokumen yang ada di tangannya ke arah Zacky.


"Muluuuuttt!" ujar Zacky. "Emangnya gue itu lo! Main hamilin anak orang seenaknya aja." sindir Jinan kemudian. "Gue selalu make aman Bro!" ujarnya lagi.


Membuat Zacky semakin memicing. Ingin melayangkan pertanyaan mengenai praduganya. Akan tetapi kalimatnya terhenti di kala mendengar sebuah ketukan pintu ruangannya.


Tok tok tok!


Tiga orang pria itu saling pandang, saling bertanya melalui tatapan mereka. Dan di detik selanjutnya mengangkat bahu mereka karena sama-sama tidak tahu siapa yang ada di luar pintu.


"Masuk!" perintah Zacky menyahuti ketukan pintu tersebut.


Dan betapa terkejutnya ketiga cowok itu ketika melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan.