
Bab. 83
Sila harus menahan rasa kesal dan pegalnya semalaman. Lebih lagi sampai saat ini tangan Zacky masih melingkar di pinggangnya dengan posisi tidur mereka yang saling berhadapan.
Betapa tidak. Sila pikir ia benar-benar akan dimakan oleh suaminya tadi malam, jika melihat gelagat Zacky yang aneh serta menyeramkan seperti itu. Namun ternyata dia hanya ingin menakuti dan malah tidur di sampingnya.
Ada perasaan lega di hati, namun tubuhnya terasa pegal, karena Zacky tidak menjauhkan tangannya barang sebentar saja dari pinggang Sila. Membuat perempuan itu tidak bisa leluasa dalam bergerak.
Sila menatap ke depannya. Di mana Zacky masih terlelap begitu nyenyak.
"Ck! Suka banget bikin orang hampir kena serangan jantung," omel Sila dengan nada lirih.
Jika diperhatikan dari dekat, suaminya ini memang sangat tampan. Pantas saja kata mami mertua dan saudara kembar Zacky mengingatkan dirinya untuk jangan lengah sedikit pun dari Zacky. Karena lengah sedikit saja, mereka mengatakan kalau Zacky bisa direbut oleh wanita lain yang lebih cantik dan seksi tentunya. Apa lagi kondisi Sila yang saat ini tengah berbadan dua. Sudah jelas tidak seramping dulu.
Itulah sebabnya Sila tidak lagi mendorong atau menendang Zacky ketika pria itu memaksa tidur bersama dengan dirinya seperti ini. Lebih lagi dalam keadaan memeluk.
Bukan karena pingin cepat di ahemin. Hanya saja ada ketakutan tersendiri kalau sampai Zacky benar-benar melepas dirinya. Meskipun pria itu berkata sudah melepas masa lalunya. Namun apa yang terjadi ke depannya, tidak ada yang tahu. Seperti dirinya yang tiba-tiba masuk ke dalam hidup Zacky.
Selain itu Sila juga tidak siap jika harus menyandang status janda. Bagaimana dengan anaknya nanti. Ia tidak mau anaknya merasa kesepian dan tidak mendapat kasih sayang yang utuh dari orang tuanya. Seperti apa yang Sila alami selama ini.
"Pasti ini juga berat buat kamu ambil keputusan," ujar Sila dengan suara lirih, serta tangannya yang menyentuh dan menyisiri hidung mancung Zacky dengan jemarinya. "Maaf, kalau kehadiranku dan anak ini merusak rencana indahmu dengan Kak Tusha, Mas," cicitnya lagi.
Mengingat nama itu, selalu membuat Sila merasa bersalah.
Cup!
Sila mengecup singkat bibir Zacky, meski sedikit gugup.
"Maaf jika aku egois. Tapi aku nggak mau mengalah dan nggak akan menyerahkanmu pada siapapun. Ajari aku cara mencintaimu lebih dalam dari sekedar rasa kagum dan suka. Agar kita benar-benar menjadi keluarga yang sesungguhnya. Bukan karena anak sebagai alasan utama," ujar Sila sembari menjauhkan wajahnya kembali.
Berharap pilihannya kali ini benar-benar tepat. Membuang semua perasaan yang membuatnya tidak nyaman. Berusaha menerima dan memberi hal yang belum pernah ia lakukan.
Setelah mengatakan hal itu, dengan pelan Sila memindahkan tangan Zacky. Beruntung pria itu tidak memeluknya lebih erat seperti semalam. Pria itu melepas dirinya hingga Sila berhasil bangun lalu menuju ke kamar mandi.
Sementara itu, diam-diam Zacky menatap penuh arti ke arah Sila yang baru saja masuk ke kamar mandi.Merasakan bekas kecupan Sila di bibirnya, membuat Zacky tersenyum tipis. Perempuan itu mulai berani. Pikirnya. Mungkin juga karena wejangan dari mami nya dan kalimat Zuma yang selalu menakut nakuti Sila.
"Aku juga tidak akan melepaskan kalian," ujar Zacky.
Sebenarnya pria itu sudah bangun lebih dulu. Namun, ia malas bangun dan mengamati wajah cantik istrinya saat terlelap. Benar-benar seperti gadis polos jika saja tidak melihat ke bawah. Di mana Sila tidak bisa lagi menyembunyikan kehamilannya.
Kemudian Zacky menutup matanya kembali di kala melihat pergerakan dari Sila. Dia mendengar semua yang dikatakan oleh Sila.
Semalam memang ia berniat untuk meminta haknya. Akan tetapi lama kelamaan Zacky merasa tidak tega melihat Sila yang gemetar takut. Pasti perempuan itu mengingat bagaimana kurang ajar dirinya ketika merenggut kesucian Sila waktu itu. Oleh karena itu, Zacky ingin melakukan pendekatan terlebih dulu pada Sila. Baru melakukan itu tanpa memaksa, seperti kesalahan yang pernah ia lakukan kali pertama.