Our Secrets

Our Secrets
Ch. 116. Mengidam Idola



Bab. 116


Setelah kejadian yang sangat romantis tersebut, sepasang suami istri itu terlihat lebih mesra dibanding sebelumnya. Namun, itu hanya berlaku selama beberapa hari saja. Karena hari ini, ibu hamil itu membuat ulah. Bukan masalah besar sib sebenarnya, hanya saja mampu membuat suaminya mengumpat dan mengeram kesal di dalam hatinya.


Betapa tidak, tiba-tiba saja Sila meminta untuk di antar ke Jepang. Sebuah negara yang menghasilkan banyak idola wanita hamil tersebut. Bukan artis atau penyanyi, melainkan seorang komikus yang berasal dari Jepang.


"Yaang ... usia kandungan kamu udah delapan bulan, loh. Jangan jauh-jauh mainnya," ingat Zacky yang tentu saja tidak serta merta menuruti keinginan sang istri. Meskipun pria itu dengan sangat mudahnya memberikan apa yang Sila minta. Namun, untuk yang satu ini Zacky tidak bisa melakukannya. Tidak ingin mengambil resiko yang besar lebih tepatnya.


"Mas ... ini bukan aku yang minta, loh. Tapi mereka," rengek Sila yang menggunakan calon anak-anak mereka untuk dibuat alasan agar ia diijinkan terbang ke Jepang hari ini juga.


Bahkan wanita itu sampai meneteskan air mata seraya mengusap dan menatap sendu ke arah perutnya yang sudah sangat besar. Mungkin karena di dalamnya berisi dua janin, oleh sebab itu ukuran perut Sila juga tidak sama seperti milik Yuan. Di mana perut Yuan lebih kecil, dan memang usia kandungan mereka berjarak dua bulan.


Namun, kali ini Zacky menguatkan iminnya agar tidak tergoda oleh rayuan palsu dari istrinya tersebut. Akan tetapi, lama kelamaan juga ia tidak tahan jika melihat air mata Sila menetes begitu saja. Bahkan sampai detik ini pun wanita itu masih mencoba untuk merayunya.


"Mas ...." panggil Sila seraya menarik baju Zacky dan menusuk nusuk lengan kekar pria itu.


Zacky tetap menggelengkan kepalanya. Menolak permintaan istrinya yang satu ini. Dari pada nanti dirinya akan menyesal jika terjadi sesuatu kepada Sila.


"Ya udahlah!" sentak Sila marah. "Berarti apa yang kamu omongin kemarin itu bohong, Mas. Padahal kamu bilangnya di depan banyak orang. Bisa-bisanya kamu juga bohongi mereka seperti ini!" ujar Sila seraya melepas tangannya dari baju Zacky dan wanita itu beranjak dari sana. Tidak lagi menemani suaminya bekerja di ruang kerjanya. Melangkah keluar dengan perasaaan yang teramat sangat kesal.


"Yaang ..." panggil Zacky seraya mengejar Sila yang masuk di kamar sebelah.


Dengan cepat pria itu meraih tangan Sila dan memeluknya dengan penuh kelembutan.


"Aku tidak pernah bohong dengan apa yang aku ucapkan, Yaang. Tapi masalahnya ini kamu idah hamil besar loh. Nggak boleh sembarangan melakukan perjalan jauh," ingat Zacky lebih halus. "Nanti takutnya akan membuat mereka yang ada di dalam malah kenapa napa, kalau kamu sampai kecapean," jelasnya lagi lebih terperinci.


Memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya. Sila terdiam. Namun, ketika memikirkan idolanya tersebut, rasa untuk ingin bertemu kian membesar.


"Terus gimana dong, Mas? Aku pingin banget ketemu sama mereka," akunya dengan jujur.


Zacky tersenyum, gemas sekali melihat tingkah Sila yang sering menggunakan calon anak-anak mereka sebagai alasan untuk membuat dirinya pusing sepuluh keliling.


"Ya udah, kalau begitu Mas usahain bisa membawa idola kamu itu ke sini. Gimana? Hmm?" usul Zacky seraya mencolek ujung hidung Sila. Karena dengan cepat ekspresi istrinya itu berubah sangat senang.


ingat ya, Yaang. dengan anu, maka segalanya akan sangat lancar. bahkan mau anu berapa kali pun juga lancar. karena punya banyak anu🄲