Our Secrets

Our Secrets
Ch. 49. Barang Langka



Bab. 49


"Ya nggak bisa gitu, Om. Nggak mungkin kita tinggal bareng. Yang ada malah digebukin warga nanti terus dinikahin!" tolak Sila cepat.


"Bagus. Nggak perlu susah-susah keluar biaya. Cuma mahar seadanya saja," sahut Zacky yang juga terdengar begitu menyebalkan.


Plak!


Sila memukul lengan Zacky dengan sangat keras.


"Kalau ngomong nggak dipikir dulu!" omel Sila. "Lagian siapa juga yang mau nikah sama Om! Enggak mau aku." tekan Sila.


Zacky tidak tahu harus bagaimana. Tetapi mereka tidak bisa seperti ini. Ia juga tidak bisa menjaga Sila, jika tidak ada ikatan yang berarti.


"Keburu besar perut kamu, Sila," ingat Zacky. "Aku nggak akan membiarkan darah keturunan Rayyansyah dan Atmadja itu lahir tanpa status." imbuhnya lirih.


"Nggak masalah," jawabnya santai.


Sepertinya tidak terdengar oleh Sila. Karena perempuan itu saat ini justru menikmati nasi gorengnya.


'Sepertinya akan percuma saja kalau aku desak. Lebih baik kulakukan sendiri tanpa dia tau. Demi kebaikan semua.' gumam Zacky di dalam hati.


"Minta dikit." Zacky menarik tangan Sila yang akan menyuap nasi goreng ke mulutnya hingga beralih masuk ke dalam mulut nya sendiri. "Biasa," ucap Zacky seraya mengunyah nasi goreng buatan Sila. Padahal rasanya sangat enak.


Sila melotot namun tidak bisa marah, di kala Zacky menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuk.


"Minggu lalu," jawabnya malas.


Zacky melihat perubahan mimik wajah Sila. Sepertinya dia tidak sedang ingin membahas perihal kehamilan perempuan itu. Namun, ia juga sangat penasaran bagaimana tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan Sila.


"Besok kita periksa," putusnya begitu saja tanpa meminta persetujuan dari Sila.


"Nggak mau," tolak perempuan itu.


Sudah tidak aneh Zacky mendengarnya. Padahal mereka baru bertemu tiga kali dan baru hari ini melakukan interaksi lebih lama dari sebelumnya. Namun, penolakan perempuan itu seolah sudah menjadi langganan Zacky semenjak bertemu dengan Sila.


"Ada acara memang?" tanya Zacky. Ia sendiri juga ada rapat, namun bisa diundur manjadi sore, kalau memang Sila mau di bawa ke dokter pagi hatinya.


Sila mengangguk mantap. Membuat Zacky menghela napas. Itu artinya ia harus menunggu perempuan di depannya tersebut mempunyai waktu luang dan ia harus sabar untuk bisa melihat secara langsung calon anaknya.


"Ke mana? Biar di anter Pak Imam," ujar Zacky.


Ia tidak akan membiarkan Sila keluar sendiri mulai saat ini. Di samping takut kalau perempuan itu akan kabur dari nya, Zacky juga was-was, takut kalau tindakan Sila yang memang tidak bisa diprediksi oleh Bumikage, akan membahayakan kandungannya. Oleh karena itu lebih baik dirinya memberi sopir. Jika tetap tidak mau, akan mengatur seorang pengawal wanita untuk selalu setia menemani ke mana langkah kaki Sila pergi.


"Rebahan di rumah sambil nonton drama," jawab Sila dengan begitu santai nya.


Perempuan yang sudah tidak berselera makan tersebut lantas berdiri dan membersihkan meja makan. Tidak lupa menyimpan sisa nasi goreng nya di atas kompor lagi. Karena ia berencana untuk menyimpannya di lemari pendingin. Biar nanti kalau terbangun di tengah malam, ia tinggal menghangatkannya.


Ingin rasanya Zacky menghancurkan gedung apartemen yang mereka tinggali sekarang ini. Perempuan yang mengandung anaknya itu memang benar-benar harus dimasukkan ke museum saja. Sebab, benar-benar sangat langka dan paling ahli dalam membuat orang di sekitarnya naik darah.