Our Secrets

Our Secrets
Ch. 70. Dukungan Penuh



Bab. 70


Sila terdiam sejenak, lalu menatap wanita yang ada di sampingnya tersebut.


"Karena bagi Sila menikah itu bukan hanya sebatas tanggung jawab saja, Tante. Tapi juga mengenai rasa dan pandangan yang sama. Sedangkan Om Zacky sendiri juga sudah punya tunangan. Masa iya Sila dijadikan simpanan. Eh, taunya tetap aja dinikahi tanpa bilang-bilang dan selama ini dijadikan simpanan doang," ujar perempuan itu dengan segala pemikirannya yang justru membuat posisi Zacky semakin sulit.


"Lo dikurung di apartemen?" sela Zuma yang masih geram dengan kakaknya itu.


"Iya. Nggak boleh keluar. Kalaupun keluar cuma joging di taman deket apartemen. Balik nyanyi juga nggak boleh. Apa-apa dibatasi. Nggak boleh ini. Nggak boleh itu. Dibiarkan sendiri di apartemen. Bicara sama orang juga nggak boleh. Udah kayak hidup di kuburan," cerocos Sila yang mulai nyaman dengan keluarga Zacky. Lebih tepatnya ia merasa aman.


Mami Dilla menggelengkan kepalanya. Pun dengan Rio dan papi Kendra.


"Kagak ngotak lo jadi orang!" hardik Zuma lagi. Entah kenapa ia sangat membenci sikap kakaknya.


Sedangkan Zacky menghela napas. Kenapa juga perempuan itu mengatakan semuanya. Padahal niatnya juga sudah baik. Baik versi nya.


"Ya udah, setelah ini kamu tinggal di sini saja, Sayang. Sama Mami. Biar nggak kesepian," ucap mami Dilla.


Sila ingin sekali sebenarnya. Tetapi ia takut akan pilihannya. Sedangkan statusnya sekarang ini bukan lagi single. Ia punya suami dan dirinya wajib menaati ucapan suaminya. Lantas Sila menatap ke arah Zacky.


"Udah, nggak usah nanya dia," sahut mami Dilla lagi. Mengerti perasaan Sila.


"Nggak boleh! Sila tetep tinggal sama Zacky," tolak Zacky pada akhirnya.


Tidak mungkin ia meninggalkan Sila di sini. Yang ada mereka juga akan menyuruhnya untuk tinggal di sini juga.


"Kamu mau kan, Sayang?* tanya mami Dilla lagi. Seolah mengabaikan ucapan Zacky.


"Sila sama dia aja, Tante," tunjuk Sila yang biar bagaimanapun menang harus menuruti perkataan suaminya. Lalu Sila menatap ke arah Zacky. "Asal Om putusin tunangan Om yang cantik itu. Karena aku nggak mau di madu. Kalaupun Om nggak mau, pulangkan aku ke Surabaya dan ceraikan aku sekarang."


Perkataan Sila membuat semua orang terkejut, kecuali Zuma yang malah tepuk tangan mendengar jawaban Sila.


"Gue setuju sama lo, Sila! Ntar gue kenalin cowok yang benar-benar baik ke lo. Nggak kayak modelan dia," sindir Zuma membuat Zacky melotot ke arahnya.


Sementara Sila mengacungkan kedua jempolnya ke arah Zuma. Setuju dengan ucapan wanita itu.


"Terus ini selanjutnya gimana, Pi?" tanya mami Dilla ketika mengingat status Zacky yang juga masih bertunangan dengan Tusha.


Mendengar hal itu, Zacky bangkit dan mendekat ke arah Sila. Di mana Sila menggeser tubuhnya dan bersembunyi di balik tubuh mami Dilla.


"Tante, tolongin aku. Om sugar itu pasti mau anuin aku lagi!" rengek Sila dengan wajah yang dibuat semenggemaskan mungkin. Membuat mami Dilla melotot ke arah Zacky.


"Duduk ke tempatmu, Zack! Jangan dekati menantu mami!" hardik mami Dilla dengan tatapan tajam.


Zacky memutar bola matanya jengah.


"Kalau Mami lupa, dia juga istri Zacky, Mi. Zacky cuma mau bicara doang sama Sila," ujar Zacky.


"Nggak mau!" tolak Sila cepat. Ia takut kalau Zacky akan macam-macam sama dirinya.


"Jangan tinggal bareng Sila, sebelum kamu putuskan pertunanganmu dengan Tusha, Zack." putus papi Kendra.