Our Secrets

Our Secrets
Ch. 60. Karena Kamu Istriku



Bab. 60


Pernikahan itu pun berlangsung lancar dengan mempelai perempuan yang tidak ada di sana dengan alasan kondisi yang tidak kemungkinan. Sehingga cukup diwakilkan oleh wali pengantin perempuan dan semua berkas yang dibutuhkan pun memenuhi syarat. Asli tanpa ada yang dipalsukan.


Sore itu juga status Zacky resmi menjadi seorang suami dari Arsila Queenara Diandra. Setelah berbincang sebentar dan kakek Sulaiman menanyakan keadaan Sila, Zacky pun menunjukkan foto serta video keseharian perempuan itu yang sengaja Zacky ambil secara diam-diam.


Kakek Sulaiman juga sempat menanyakan kenapa Zacky bisa mendapatkan video tersebut dan apakah mereka tinggal satu rumah. Tentu, Zacky juga menjelaskan kepada dua orang lanjut usia tersebut dengan jujur. Bahwa mereka tinggal terpisah, meskipun hanya terpisah oleh pintu saja.


Kemudian kakek Sulaiman menasehati Zacky banyak-banyak. Pria lanjut usia tersebut juga berpesan untuk tidak menyentuh Sila lebih dulu sebelum anak yang ada di kandungannya lahir. Setelah lahir pun mereka harus menikah kembali.


Entah, Zacky tidak terlalu paham dan ingin protes. Namun pria yang tampak lelah itu memilih diam dan menurut saja. Dari pada dirinya di ceramahi habis-habisan oleh mereka. Terutama nenek Sinta.


Setelah urusan di sana, Zacky langsung kembali ke Jakarta dan tidak menginap. Karena ada orang yang harus ia jaga. Lebih lagi ponselnya yang sedari tadi bunyi terus.


Flashback off.


"Jangan sentuh aku, Om!" sentak Sila ketika Zacky menyentuh tangannya dan mengajaknya untuk duduk pinggiran ranjang.


Perempuan itu benar-benar marah. Zacky bisa melihat itu. Ia tidak punya pilihan lain untuk mengungkap kebenaran status di antara mereka.


"Aku berhak atas dirimu, Sila. Meskipun aku menyentuh tangan bahkan tubuhmu, aku punya hak akan hal itu," ucap Zacky penuh penekanan. Ia bingung mau mengatakannya dari mana dulu.


Plak!


"Om sudah gila, ya!" sentak perempuan itu seraya menampar pipi Zacky dengan sangat keras dan penuh emosi.


"Meskipun kita pernah melakukannya hingga ada dia," tunjukkan ke arah perutnya sendiri. "Tapi aku bukan wanita murahan yang bisa disentuh siapa saja. Harap Om ingat itu!" pekiknya dengan suara keras serta napas yang terengah.


"Ck! Nyesal banget aku sudah anggep Om orang baik," decak Sila tersenyum miris. Buliran bening itu mengalir membasahi pipi mulusnya.


Sedangkan Zacky diam melihat Sila seperti itu. Memberi waktu perempuan yang sudah menjadi istrinya satu bulan yang lalu untuk meredakan emosi nya terlebih dulu. Karena jika ia bersuara, yang ada Sila semakin emosi.


Hingga selang beberapa menit emosi Sila mulai reda, Zacky mendekati perempuan yang masih berdiri di tempatnya. Menarik tangannya lalu mengajaknya duduk.


"Kamu tega, Om," ujarnya lirih.


"Iya, aku memang pria yang jahat. Maafkan aku. Tapi jangan marah-marah seperti ini. Kasihan dia," balas Zacky sembari mengusap perut Sila.


Di mana ketika menjelang tidur malam, Sila selalu meminta untuk di elus perutnya oleh Zacky. Baru setelah Sila tertidur pulas, Zacky pergi ke apartemennya sendiri. Hal itu berlangsung selama dua minggu terakhir. Aneh, tapi Sila tidak bisa mengabaikan inginnya tersebut.


"Aku mau pulang ke Surabaya," ujar Sila pada akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah kakek neneknya.


"Aku nggak mengijinkan," sahut Zacky cepat.


Sila yang semula berbicara dengan nada santai dan tidak ngegas lagi, lantas perempuan itu menoleh ke arah Zacky dengan tatapan penuh protes. Lalu tersenyum miring.


"Om bukan siapa-siapanya aku. Om nggak berhak larang-larang aku," ujar Sila penuh percaya diri.


"Sudah kubilang, aku berhak atas dirimu," ulang Zacky lagi.


"Om!" sentak Sila yang mulai tersulut lagi emosinya. Ah ... kepalanya terasa mau pecah jika berbicara dengan om sugarnya ini.


"Karena kamu istriku," ungkap Zacky membuat Sila membeku, lidahnya terasa kelu seketika. Tidak bisa merespon ucapan Zacky barusan.