Our Secrets

Our Secrets
Ch. 113. Tidak Mau Ada Pesta



Bab. 113


Zacky menghela napas, karena istrinya ini tidak terlalu memperhatikan ucapannya tadi.


"Acara tujuh bulanan nanti loh, Yaang ... kamu mau undang siapa aja?" tanya Zacky mengulang pertanyaannya lagi.


Sila yang semulanya serius, di mana wanita itu mengira kalau apa yang akan Zacky bahas dengannya itu benar-benar masalah yang serius. Namun ternyata hanya sebuah acara yang menurutnya tidak dilakukan pun juga tidak masalah. Pikir Sila.


"Ck! Kirain mau bicara apa, Mas. Sampai mukanya serius kayak gitu," ujar Sila yang tampak kecewa.


Zacky terkekeh melihat raut kecewa istrinya. "Ya maunya kamu, kita bicarain apa, Yaang? Rencana mau nambah lagi? Hmm?" goda Zacky sembari mengusap lembut pipi Sila sangking gemasnya dengan wanita yang rela mengandung penerusnya.


Sila mencebikkan bibirnya. "Ya kali aja kamu mau alihkan saham kamu atas namaku, Mas. Kan ya lumayan, aku nggak perlu cari Om gula lagi," sahut Sila begitu asal. Lagi dan lagi berhasil membuat Zacky menggeleng kepala. Bisa-bisanya istrinya ini mempunyai pemikiran seperti ini.


"Bagaimana, Yaang?" tanya Zacky lagi.


Sila menyandarkan tubuhnya di lengan Zacky. Lalu wanita itu memainkan tangan Zacky yang ukurannya jelas lebih besar dari tangan nya.


"Nggak ada sih, Mas. Aku cuma pingin Kakek sama Nenek aja bawa ke sini. Itu pun kalau mereka mau, Mas," ujar Sila. Karena memang untuk saat ini hanya mereka berdua lah yang Sila inginkan. Sebab, semenjak dirinya kelas dua belas kemarin, Sila belum pernah pulang ke Surabaya lagi.


"Kamu yakin, cuma mereka aja, Yaang?" tanya Zacky memastikan lagi. Karena seingatnya Sila memiliki banyak teman.


"Yakin sih, Mas. Nambah Melani aja deh kalau begitu. Sama Kak Arsya juga. Kak Jinan. Terus sama Bagas sih, kau boleh," ujar Sila yang rupanya hanya mereka saja yang ingin Sila undang.


"Nggak boleh!" sahut Zacky cepat. "Kalau anak itu datang, aku takutnya kamu bakalan di ganggu sama dia, Yaang," jelas Zacky memberi alasan kepada sang istri.


"Ya aku cuma pingin melindungi milik aku doang, Yaang. Di mana salahnya?" balas Zacky.


Meskipun Sila sudah berbadan dua, namun pesona ibu hamil yang satu ini tidak bisa diragukan lagi. Bahkan Zacky yang terkenal tidak pernah berpaling dan setia pada mantan tunangannya dulu, meskipun ada wanita cantik di dekatnya. Namun sekarang pria itu beberapa kali jatuh jika di dekat Sila. Jatuh ke dalam pesona wanita yang saat ini ada di dalam dekapannya.


"Iya, iya. Suka sukanya kamu aja deh, Mas. Pokoknya aku nggak mau acaranya terlalu mewah. Cukup keluarga inti aja. Aku malu kalau ada media yang datang," ingat Sila menatap serius ke atau suaminya.


"Enggak, Yaang. Papi juga nggak akan biarin kehidupan privasinya dibuat konsumsi publik. Apa lagi kamu menantu kesayangannya."


Sila mengerutkan keningnya. "Kesayangan Papi? Kok bisa?" tanya Sila heran.


Zacky mengangkat bahunya ke atas.


"Mungkin karena nasib kalian sama, Yaang," ujar Zacky mengingat cerita mengenai kedua orang tuanya.


"Sama gimana sih, Mas? Mana mungkin nasibku sama. Orang aku begini, Papi begitu," balas Sila yang masih tidak paham dengan ucapan Zacky.


Zacky menghembuskan napasnya kasar. Lalu pria itu mendekat ke arah Sila dan membisikkan sesuatu. Di mana hal tersebut sudah menjadi rahasia umum di antara keluarga mereka.


Mata Sila membeliakkan, tidak percaya jika orang yang sangat berpengaruh itu mengalami hal yang sama seperti dirinya.


"Kamu serius, Mas?" Sila begitu sangsi dan tidak percaya sedikit pun.


Aaahhh ... jadi keinget papi Kendra dianuin sampe meremas seprei gara-gara mami Dildil😅😂