
Bab. 67
"Sayang ... apa yang kamu lakukan sama Kak Zacky?" pekik mami Dilla histeris. Karena mereka sudah sangat lama tidak berantem hingga seperti sekarang ini.
Sementara Zuma ingin melampiaskan rasa kecewa juga amarahnya pada kembarannya ini.
"Ngaku nggak lo!" sentak Zuma.
Lagi, wanita itu melayangkan tendangannya tepat di ujung bahu Zacky hingga dalam tendangan keduanya ini, Zacky terjengkang ke belakang tanpa persiapan apapun. Di tambah lagi pria itu juga tengah menahan rasa sakit di bagian kaki kirinya yang ditendang oleh Zuma tadi.
Semua orang tampak histeris, namun tidak ada yang berani mendekat. Karena wajah Zuma tampak mengerikan untuk saat ini. Bahkan di kala wanita itu tengah menggulung rambut panjangnya yang sebelumnya terurai bebas.
Tidak ada yang berani ikut campur dengan pertikaian sepasang anak kembar itu. Mereka sama-sama bisa bela diri. Sehingga mami Dilla memutuskan untuk menghubungi suami dan anak sulungnya. Karena jika hanya satu orang saja, tidak akan mampu memisahkan mereka jikalau Zuma berniat untuk mengajak ribut kakaknya.
Sedangkan Zacky mencoba untuk bangun. Memegang bahunya yang terasa seperti patah akibat tendangan Zuma barusan.
"Lo sudah gila, Zuma!" sentak Zacky dengan tatapan begitu marah. "Apa maksud lo kayak gini? Hah!" sentaknya lagi. Tidak ada kata-kata lembut lagi di antara mereka.
Zuma sendiri justru terlihat tersenyum miring. "Lo masih bertanya seperti itu ke gue? Ck!" decak wanita itu.
Selesai menggelung rambutnya, Zuma melepas blazer yang dia pakai dan ia lempar asal. Wanita yang Tengah mengenakan kemeja serta rok span selutut yang entah sudah menambah berapa centi panjang belahan di bagian belakang rok tersebut. Dia benar-benar sangat marah kali ini. Bisa-bisanya Zacky bersikap pengecut.
Mengingat nama itu, membuat Zuma semakin emosi saja. Rupanya kakaknya ini lebih bejat kelakuannya dari temannya yang penjahat kelam1n itu.
Sedangkan semua orang yang berada di butik menatap tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Kecuali Sila. Perempuan itu bisa menebak kalau wanita yang barusan mengusap perutnya tahu jika Zacky lah yang menghamili dirinya. Juga dari pembicaraan mereka barusan, Sila menyimpulkan kalau wanita itu adik dari Zacky.
"Maksud lo apa? Kalau ngomong itu yang jelas!" sahut Zacky juga marah, namun tidak bisa membalas Zuma. Di tambah lagi di sana ada mami dan juga Sila. Terlebih lagi keadaan di luar butik juga ramai.
"Yakin gue yang jelasin di sini sekarang juga?" tanya Zuma menatap penuh maksud sambil mengangkat satu alisnya lalu melirik ke arah Sila.
Deg!
Zacky paham sekarang, kenapa Zuma bisa semarah ini kepadanya. Lantas pria itu ingin mendekat ke arah adiknya dan berbicara empat mata.
Namun, Zuma tidak tahan lagi melihat pria di hadapannya ini yang benar-benar berubah seperti pecundang. Lantas Zuma maju dan melayangkan tendangannya lagi tepat di perut kakaknya sendiri. Tidak memberi Zacky ampun hingga sebuah suara boriton terdengar menggelegar di ruangan itu.
"Hentikan, Azuma Aurora Rayyansyah!" gertak suara itu membuat Zuma menghentikan tindakannya.
Sementara Tusha dengan segera menolong Zacky dan membantunya berdiri ketika melihat seseorang datang. Lalu di susul dengan satu orang pria lagi yang tak kalah tajam tatapannya.