Our Secrets

Our Secrets
Ch. 37. Menantang



Bab. 37


"Mau kemana, Zack?" tanya mami Dila ketika melihat putra keduanya itu tengah gusar.


Sedangkan Zacky menatap ke arah meja. Di mana ia melihat ada sebuah ponsel di sana.


"Ini ponselnya Sila, kan?" tanya pria itu yang mengabaikan pertanyaan dari mami nya.


Melani yang kebetulan berada dekat ponsel tersebut pun mengangguk. Meskipun ia juga tidak paham sama sekali dengan kondisi yang ada di hadapannya saat ini.


Tanpa berkata lagi, Zacky mengambil ponsel milik Sila dan langsung berlari meninggalkan keluarganya yang tengah menatapnya dengan heran bercampur bingung.


Pria itu mencari keberadaan gadis yang mencoba kabur dan menyembunyikan sebuah fakta besar yang melibatkan dirinya.


"Berani-beraninya kau menyembunyikan hal itu dariku," geram Zacky menahan rasa kesalnya.


Mendengar jika Sila sedang hamil dan Zacky sangat yakin kalau itu merupakan anaknya, membuat pria itu merasa carut marut.


Bukannya tidak senang, namun itu artinya masalahnya semakin bertambah. Dan mau tidak mau ia harus segera mengambil keputusan yang tepat dan akurat.


Akhirnya Zacky melihat sosok gadis yang ia cari sedari tadi. Tidak ingin lepas dari radar pandangannya, gegas Zacky melangkah lebar menuju ke arah gadis tersebut berada.


"Tunggu!" Zacky akhirnya berhasil meraih tangan Sila hingga membuat gadis itu berhenti lalu menoleh ke arahnya dengan tatapan yang begitu panik. "Mau kabur lagi? Hmm?" ujar Zacky seraya menatap tajam ke arah Sila.


Sontak membuat Sila merinding ditatap seperti itu. Tubuhnya terasa kaku, dan kakinya seolah sangat berat untuk melangkah. Namun meski begitu Sila berusaha menutupi ketakutannya tersebut dengan bersikap tenang.


Namun sepertinya kalimat tersebut percuma saja Sila rapalkan. Sebab Zacky kini menarik Sila dan mengajaknya menepi hingga mereka berada di dekat mobil Zacky.


Kenapa Sila tidak memberontak? Jelas sudah dia lakukan. Namun pria itu mengancam dirinya dan akan mengatakan hal sebenarnya di sekolah jika sekarang ini gadis itu tengah mengandung.


"Berani memberontak atau mencoba kabur, sekalian kita umumin apa yang kamu sembunyikan dari saya." bisik Zacky dengan nada penuh penekanan. Lalu pria itu terus mengajak Sila ke mobilnya.


Entah suatu kebetulan atau memang sudah dijalankan seperti ini, hari ini Zacky tidak memakai mobilnya yang dulu. Kali ini mobil Alphard warna putih yang menjadi pilihan. Sehingga tidak akan membuat Sila teringat dengan apa yang pernah terjadi di antara mereka.


"Ya tapi pelan. Jangan diseret macem guk guk aja!" ujar Sila yang berani melayangkan kalimat protesan kepada Zacky.


Zacky menoleh dan baru menyadari jika pakaian Sila membuat langkah gadis itu terbatas. Ia pun melepas tangan Sila. Di saat itu juga Zacky tersentak kaget di kala melihat bekas merah di pergelangan tangan Sila ketika gadis itu mengusap tangannya.


Mungkin terasa sakit dan sedikit terkilir. Karena Zacky memegangnya begitu erat serta menariknya sedikit kasar. Ia terlalu panik dan takut kalau sampai Sila kabur lagi darinya. Sedangkan ada sesuatu yang harus segera mereka selesaikan secepatnya.


Mereka kini berdiri di samping mobil milik Zacky dengan posisi Sila yang bersandar pada mobil.


"Apa benar kamu hamil?" tanya Zacky langsung dengan nada pelan. Takut kalau ada yang mendengar ucapannya. Tatapannya begitu dalam ke arah Sila. Sehingga membuat Sila memalingkan tatapannya ke sembarang arah.


"Kalau emang iya, kenapa?" tanya Sila balik tanpa menatap Zacky.


Ada beberapa orang yang menatap ke arah mereka dengan tatapan penasaran. Ada juga yang tengah menyembunyikan senyuman mereka dan menatap kagum ke arah pria di depannya saat ini. Sila semakin merasa tidak nyaman berada di dekat Zacky.